Penjelajah Waktu

Hujan, senja, secangkir kopi dan Coldplay on my playlist. Sudah cukup amunisi buat saya untuk jadi penjelajah waktu. Travel back in time.

Seperti kalian-kalian yang kapan tau menjelajah waktu di Path dengan komen-komen dan ngasih emot di postingan 3-4 tahun yang lalu milik teman-teman lainnya. Yang mungkin saat itu belum temenan (di path). πŸ˜‚

ada apa dengan menjelajah waktu?

Jalan-jalan Jakarta: Taman Wisata Alam Mangrove

Gara-gara photo-photo di hutan Mangrove ini nongol di Timehop, jadi inget tulisan yang udah setahun manteng di tab draft dan ngga pernah diposting. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Well, ada baiknya sekarang diposting saja. 😝

Jadi, tepat satu tahun yang lalu, saya dan beberapa temen, Mizan, Suprie, Ipi, Wenny dan Sist, memutuskan untuk jalan-jalan ke Taman Wisata Alam Mangrove yang ada di Pantai Indah Kapuk. Menuju tempat ini ngga susah ternyata. Kalo bawa kendaraan, masuk toll JORR keluar di PIK, begitu keluar langsung ketemu papan petunjuk ke Taman ini. Kalo naik Trans Jakarta, begitu turun terminal PIK langsung ketemu deh sama pintu masuk Taman ini. Tinggal jalan dikit.


HTM per orang adalah 25rb, sementara untuk anak-anak bayar 10rb. Parkir mobil Β seharga 10rb. Murah ya? Yang ngeselin sih, kalo bawa kamera bayar 1juta. Harusnya sih yang bayar 1juta itu kalo yang bawa DLSR atau kamera gede deh. Lah kemaren saya bawa compact camera disuruh bayar juga. Rese. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

piknik!

This 2016


Tahun lalu sempat menulis beberapa, not so called resolution tapi keinginan, di pasir sebuah pantai dan membiarkan tulisan tersebut tersapu ombak dan terbawa ke laut. Dengan harapan semua keinginan tersebut melintas dunia melalui laut and back to me in a good way. Hahahaha.

Yeah, I’m that hopeless romantic. Can’t help it. 😁

Terinspirasi best nine on Instagram yang viral beberapa hari lalu, photo-photo di atas adalah pantai-pantai yang sempat saya datangi tahun kemaren baik untuk piknik mau pun sekadar mampir karena business trip.

Tahun ini? Well, memulai jam pergantian tahun dengan suasana hati yang ngga terlalu ok, tahun ini mendadak pengen jadi heartless cold bitch aja biar ngga banyak air mata yang tumpah. F*ck feeling, no? *halah* πŸ˜‚πŸ˜‚

Anyway, Β as I will started a new adventure in a new place, let’s kick some ass this 2016. This should be fun! 😊

Just Another Day

 
Siapa yang ngerasa kayak gini? Hahahahaha. 😜

Well, my 2015 wasn’t good anyway. Too many broken hearted. But at least I have got my chance to travel more this year. Meet a lot of new people. So I guess this year my life just balancing its rotation.

Tomorrow is just another day. Let’s continue life. Asal jangan bikin gambar di atas tinggal ganti tahun doang. πŸ˜‚

Happy new year, peeps! 

How’s It Going To Be..

Di dunia ini, selalu ada dua hal yang pasti datang dan bertolak belakang tetapi tidak dapat dipisahkan. Karena kalau dipisah, mereka pincang. Dan dunia ini tidak akan sama lagi. Pagi dan malam, kanan dan kiri, laki-laki dan perempuan. Mereka harus muncul berpasangan agar dunia ini tetap seimbang, meskipun mereka bertolak belakang.

Saya pernah menulis bahwasanya hidup ini pun selalu mencari keseimbangannya. You could be very happy today and heart broken the other day. Ada harga yang harus dibayar untuk semua hal yang kamu terima di hidup ini. Karenanya saya pernah belajar mematikan rasa. Mencurangi hidup. Agar saya tidak harus lagi membayar apa pun pada hidup. Saya pernah belajar untuk tidak terlalu bahagia agar tidak pernah lagi merasakan sakit.

Tapi hidup memang terlalu pintar untuk dicurangi. Beberapa waktu saya lupa kalau saya sedang mematikan rasa karena hidup menggoda saya dengan rasa baru. Lalu ketika saya pikir bahwa hidup saya baik-baik saja, hidup kemudian menyapu semua rasa baru tersebut dengan rasa sakit yang sebelumnya pernah akrab. Saya merasa bodoh.

Let’s say perhaps there could be no joy on this planet without an equal weight of pain to balance it out on some unknown scale.

But hey, that’s life. A bitch. Dan tugasnya membuat kamu seimbang dan berputar dengan bulatan sempurna pada porosnya.

There’s no such things as a free lunch. What is joy without sorrow? What is success without failure? What is a win without a loss? What is health without illness? Hal-hal yang datang bertentangan, tapi harusnya bikin hidup ini seimbang. Harusnya.

Hanya saja, harga yang harus dibayar untuk joy, succes, win dan health itu mahal. Tidak enak. Tidak menyenangkan. Selalu membuat lubang kosong di dalam benak untuk mempertanyakan kenapa semua itu terjadi (dalam hidup kita).

Merasa lelah? Kalian sedang tidak ingin lagi membayar harga-harga itu kepada hidup? Mungkin kalian harus melakukan apa yang dulu saya lakukan. Belajar mematikan rasa. Jangan biarkan diri kalian happy supaya tidak ada air mata untuk membayarnya.

Again, there’s no such thing as free lunch.

Good luck.:)