can't get this out of my head, Jalan-jalan, keren!, Kumpul-kumpul

Jalan-jalan Jepang: Kobe City, dari Gunung ke Steak

kobe-818395_1280
Kobe Port

Diingetin Timehop kalau tepat setahun yang lalu saya lagi jalan-jalan ke Kobe bareng Goenrock, dengan cita-cita makan steak daging Kobe yang tersohor (dan mahal) itu. Karena… kapan lagi kan yaaaaa. 😂 Kobe prefektur merupakan sebuah kota di Teluk Osaka di central Jepang. Kota ini dikenal dengan the signature marbled  meat dan pemandangan pegunungan yang membingkai pelabuhan. Tapi ya masalahnya kemaren ke Jepang itu pas akhir musim dingin di mana angin dan cuaca lagi jahanam. Suhu 11 derajat celcius tapi feelnya 3 derajat celcius. Niat berangkat pagi-pagi, tetep aja berangkat kesiangan. Osaka ke Kobe sendiri deket sih, cuma sekitar setengah jam-an gitu. Tapi ya ngapain kan ke Kobe cuma mau makan steak doang. Sekalian piknik lah.

piknik ke Kobe!

Jalan-jalan, keren!

Jalan-jalan Thailand: Khao Yai in 4D3N, Day 3 & 4

Lanjutan itinerary Khao Yai trip saya kemarin. Kelamaan nih postingannya. XD Tadinya mau dibikin satu postingan aja, tapi kok panjang yaaaa… Hahahahaha. Jadi lah saya bikin dua postingan, biar banyak aja sih posting di blog ini.

Kemana aja hari ke tiga dan ke empat?

Day 3: Back to Nature.
Khao Yai National Park


Ya karena Khao Yai ini adalah National Park, tempat ini ngga mungkin banget untuk dilewatkan. A World Heritage Site declared by UNESCO, covering 5 protected areas from Khao Yai to Cambodian border. Another UNESCO World Heritage Site I can remove from my list.
Continue reading “Jalan-jalan Thailand: Khao Yai in 4D3N, Day 3 & 4”

Jalan-jalan, keren!

Jalan-jalan Thailand: Khao Yai Itinerary in 4D3N, Day 1 & 2

Libur panjang akhir tahun kemarin saya manfaatkan dengan mencoret satu dari sekian banyak kota yang ada di places-I-have-to-visit-before-I-die list. Khao Yai adalah sebuah daerah di Thailand. Sekitar 3 jam berkendara dari Bangkok untuk sampai ke tempat ini. Kayak apa kota ini? Eeeeng kayak Puncak. Khao Yai adalah kawasan Hutan Nasional. Jadi lokasinya perbukitan gitu. Dan ntah kenapa semua lokasi wisata dibuat bergaya Eropa. Hahahaha.

khaoyai panorama farm

Ada apa aja di Khao Yai? Ini itinerary saya selama 4 hari 3 malam di sana.

Trip to Khao Yai.

Brainstroming ajah!, can't get this out of my head, Curhat Colongan, just a thought

Tentang Bersyukur itu….

Jadi, tulisan awal tahun sebelum ini, saya menulis bahwa 2017 saya was a roller coaster ride. Up and down-nya terlalu cepat. Tahun 2018 saya pengen slow down. Naik tangga satu-satu. Kalau pun harus ride, ya ferris wheel aja deh, jangan roller coaster. 😂

Ga lama saya posting tulisan awal tahun itu, saya bikin list of gratitude di IG story saya. List per bulan untuk hal-hal yang patut saya syukuri, paling ngga satu setiap bulan. To my surprise, setelah saya ingat-ingat dan saya bikin list, ternyata banyak. Dan ada saja hal-hal yang perlu disyukuri setiap bulannya. Hal-hal kecil yang kadang kita liat setengah mata tertutup dan merasa itu memang sudah seharusnya seperti itu. Ini wow sekali! 😱

Dari pada cuma di IG story, saya pengen membagikan #gratitudelist2017 saya di sini. Supaya tercatat juga. Dengan sedikit modifikasi dari versi IG, here it is my gratitude list:

January: Start new year 2017 with the beloveds in Bandung.

February: Menyusun rencana jangka pendek soal kerjaan (dan ternyata dikabulkan Tuhan beberapa bulan kemudian hahahahaha 😅).

Maret: Traveling to Japan with bunch of lovelies buddies. ❤️

April: Nonton Coldplay Head Full of Dream concert di Singapore. Coldplay, finally! ❤️

Mei: Starting corporate life all over again. Ini rencana jangka pendek yang saya sempat bikin di bulan Februari. Mau kerja (kantoran) lagi, abis pulang dari Jepang aja biar ga ribet kudu cuti. Eh beneran dikasih kerjaan begitu pulang dari Jepang. Ini nih yang bikin saya percaya dengan kalimat “be careful to what you wishing for“, karena Tuhan kadang sebercanda itu. 😅

Juni: Vio’s birthday. Masih ketemu bulan Ramadhan buat bersih-bersih diri. Alhamdullilah.

Juli: Idul Fitri. Mudik ke Palembang ketemu Nyokap. Sempet piknik sama Nyokap juga ke Kampung Arab ditemenin Mbak Ira. Jarang-jarang terjadi ini. Akhir bulan sempat piknik me time buibuk ke Jogja with these lovelies ladies: Chacha, Disty dan Onye.

Agustus: Nonton Foo Fighters concerts di Singapore dan for free! The perks of being a blogger.

September: Got my permanent employee status. Ehe. 😌 Lalu menantang diri out of comfort zone dengan traveling 6 hours by bus dan tidur di barak di Ujung Kulon, dan mengajak Vio. Ternyata kami survive. It was fun.

Oktober: My birthday once again, Alhamdullilah. Terus jadi relawan Kelompok Inspirasi Jelajah Pulau ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. What an experience!

November: Balik ke Singapore dan gratis lagi karena mau nulis tentang hotel baru di sana. Again, the perks of being a blogger.

Desember: Traveling ke Khao Yai, Thailand, gara-gara beberapa bulan yang lalu baca artikel soal Khao Yai dan langsung masuk ke travel bucket list saya. Eh bisa juga ke sana akhirnya. 😁

See? Kalau mau diingat-ingat banyak banget moment yang patut banget kita syukuri. Cuma kadang kita lupa. Terlalu fokus sama yang bikin sakit hati dan sedih dan galau. Hahahaha. Syudah lah. 2018 mari fokus ke yang bikin senang aja. Ya ngga?

Kalian punya gratitude list apa tahun kemarin?

Curhat Colongan, just a thought

New Year!

So yeah. It’s 2018 already. So how is it after the party? Masih hang over? Masih ngga percaya udah tahun baru? 😂

2017 for me it’s a roller coaster ride. The ups and downs was too fast. I was in the up front when 2017 was ended, I’m not ready for the down yet.

Lupa baca di mana, 2017 ke 2018 itu hanya pergantian angka, selebihnya mau kayak apa di 2018 itu kita sendiri yang menentukan. So, let’s begin slowly. One step at the time with stairs, not a roller coaster, dear me. Dan jangan lupa bahagia.

How’s about you? Happy new year! 🎊