How to Make Your Own Cappuccino

Suka ngopi? Suka nongkrong di coffee shop? Sama dong kita. 😆

fullsizeoutput_653
Saya suka banget. Cuma kadang kalo lagi mood berkurang, saya lebih suka pesen kopi yang “aman” dari pada nyobain rasa kopi aneh-aneh. Macam cappuccino atau piccolo.

Kalo moodnya males keluar rumah tapi tetep pengen ngopi ada coffee shop gimana? Ya bikin sendiri lah. Gampang dan dijamin rasanya ngga bakal fail.

Sini saya ajarin.

bikin cappuccino sendiri!

Jalan-jalan Jepang: Berburu Ninja di Iga

Jadi pas kita nyusun itinerary, ada yang usul “liat ninja dong!”. Wah iya, masak udah jauh-jauh ke Jepang ngga ketemu ninja sih. Hahahahaha. Pergi lah kita ke Iga, sebuah kota di prefektur Mie di mana terdapat Museum Ninja. Tepatnya Ninja Museum of Iga-Ryu. Sekitar 2 jam perjalanan dari Osaka menuju Iga ini.

Screen Shot 2017-05-19 at 9.55.12 PM
di depan tempat Ninja Show

rendezvous with ninja!

Karena Jalan-jalan itu Penting

Siapa yang ngga suka jalan-jalan? Semua juga pasti suka kan ya. Karena jalan-jalan penting buat kesehatan jiwa. Masalahnya jalan-jalan yang kayak apa dulu nih? Yang hippie, yang adventurous, yang santai, yang masuk-masuk ke pedalaman atau yang ke kota-kotaan? Hahahahaha.

Screen Shot 2017-05-15 at 12.54.47 PM

Ada beberapa temen perempuan yang agak malas kalau diajakin jalan-jalan yang rada adventurous, masuk-masuk ke daerah baru atau agak ke pinggir kota gitu, masuk-masuk hutan atau pantai yang rada inhabitant. Padahal tempat yang kayak gitu tuh asik-asik aja sih karena masih alami.

Alesannya hampir mirip. Males kalo kudu ke toilet tapi toiletnya seadanya, malah kadang jorok banget. Trus belum kudu numpang-numpang ke rumah penduduk. Kadang toiletnya juga masih toilet jongkok. Repot. Ribet. Ngga hygienist.

Continue reading “Karena Jalan-jalan itu Penting”

Jalan-jalan Jepang: Ghibli Museum

Screen Shot 2017-05-03 at 3.07.51 PM

Saya lupa tepatnya perkenalan saya dengan Ghibli ini. Sudah lama sekali. Awalnya tentu saja Tonari no Totoro alias My Neighbor Totoro. Film Ghibli pertama yang saya tonton. Pada waktu itu saya mendapati diri saya terhipnotis gambar-gambar di TV saya. Saya merasa ada di dunia yang seharusnya di mana kita hidup dan tinggal, bukan dunia yang kita tempati. Sebuah film tanpa penjahat, tanpa adegan perkelahian, tanpa orang dewasa yang jahat, tanpa pertengkaran antara anak-anak,  tanpa monster menakutkan dan tanpa kegelapan sebelum fajar. Sebuah dunia yang, …. eeeeng apa ya…, jinak(?). Sebuah dunia di mana kita bisa bertemu dengan makhluk aneh yang menjulang di hutan, dan kita bisa meringkuk di perutnya kemudian tidur siang. Ya kira-kira begitu kesan pertama saya menonton My Neighbor Totoro.

Perkenalan kedua dengan Ghibli adalah Hotaru no Haka alias Grave of the Fireflies, yang sukses bikin saya nangis-nangis di depan TV sampe ngga nafsu makan dua hari saking ngga habis pikir kenapa orang-orang bisa begitu kejam gara-gara perang. Bhahahahahak. Ya gitu lah kira-kira. Karena setelah itu saya kemudian rajin berburu film-film Ghibli lainnya, besutan Hayao Miyazaki dan Isao Takahata. Tapi film-film Takahata ini entah kenapa lebih dark dibanding buatan Miyazaki.  Ya contohnya di Grave of the Fireflies itu. Tapi dua-duanya oke sih.

main ke Museum Ghibli!

Tentang Nebeng itu…

Kemacetan Jakarta tuh beberapa bulan terakhir udah sampe ke tingkat yang saya ngga bisa tolerir lagi sih sebenernya. Sampai 3 jam di jalan hanya untuk pulang ke rumah sehabis kerja itu sungguh kejam. Tiap kali mau ngeluh, trus mendadak ke-inget kalo saya pun actually part of the problems alias bagian dari kemacetan itu. Saya adalah salah satu dari sekian banyak pengguna kendaraan pribadi untuk pergi ke mana-mana di Jakarta ini. Cuma karena satu alasan, angkutan umum Jakarta ngga reliable. Oh saya pernah jadi bagian dari orang-orang yang berjuang naik kendaraan umum. Jangan salah. Dan ketika perjuangan tersebut dipatahkan oleh copet, todongan pisau di perut, silet di depan mata karena ngaku-ngaku baru keluar dari penjara dan pelecehan seksual, I gave up. Mending jadi bagian dari kemacetan karena parno-nya ngga ilang-ilang.

img_7671

There. Jangan ngomong sama saya soal “kenapa ngga naik kendaraan umum”. I’ve been there before and choose not to be one anymore. Setidaknya sampai saya yakin angkutan umumnya reliable dan saya aman sampai ke mana-mana.

solusi macet Jakarta itu