Time of Your Life

I used to think time was a thief. But you give before you take. Time is a gift. Every minute. Every second. – Alice Through The Looking Glass

Waktu adalah misteri paling besar yang ada di dunia ini. Kita ngga pernah tau berapa banyak waktu yang kita punya untuk segala sesuatu. Sering kali kita berpikir bahwa kita memiliki semua waktu di dunia, tapi waktu tidak pernah berhenti bergerak. Tanpa kita sadar, kita bahkan sudah kehilangan banyak hal. Yes, Time is a thief, and villain. But Time is also a gift. And we should enjoy every minute of it. Every second. 

Continue reading “Time of Your Life”

Can’t You See It?


Ada satu hal yang menarik perhatian saya dalam hal berinteraksi dengan teman-teman. Mau itu di dunia sosmed atau di dunia nyata. Cara kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh satu sama lain.

Gara-gara rame-rame 4 November yang lalu itu, saya menemukan diri saya sering kali “tenggelam” dalam dialog-dialog konstan dengan beberapa rekan atau menyimak dengan seksama status-status sosmed mereka (beserta percakapan-percakapan di situ), berusaha untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana mereka melihat sesuatu.

Sometimes I’m intrigued to know how they are relating to what I’m actively saying.  I can be discussing nothing of any importance and still feel the urge to inquire as to how my thoughts are being received. It often has a semblance of complete misinterpretation and I am left feeling un-interestingly introverted and often times fervently vulnerable.

Ya begitu lah. Kadang orang kan cuma mau baca apa yang mereka percaya dan denger apa yang mereka mau denger. Sisanya? Not important. 😂😂😂

Well yes, I’m silently judging you. Can’t help it! 😝 

Staycation: Grand Mercure Hotel Kemayoran

Akhir-akhir ini kita akrab banget ya sama istilah “staycation” ini. Hasil googling sih menunjukan bahwa staycation mengacu pada gabungan kata stay dan vacation, merujuk ke liburan dalam kota. Jalan-jalan di seputar kota tempat tinggal gitu lah. *kemudian bingung*

Anyway, weekend kemaren, biar ga kalah hits sama yang suka nulis status “staycation” di sosmed, saya, sist dan Vio melakukan apa yang disebut dengan staycation itu, dengan menginap di Grand Mercure Hotel Kemayoran.

Yes, masih Jakarta-Jakarta aja ini. Anak Selatan main ke Utara cuy!

grand-mercure-kemayoran
Pintu masuk lobby hotel

Grand Mercure Kemayoran ini terletak tidak jauh dari JIExpo yang biasa dipake buat konser-konser itu. Bisa banget kayaknya jadi alternatif staycation kalau males pulang ke rumah abis nonton konser. Atau karena nonton konsernya mau dua hari berturut-turut misalnya. Kan ngga capek. Hahahahaha.

Masuk lobby, disambut sama hiasan batik-batik lengkap dengan cerita sejarahnya. Untuk sekelas business oriented hotel, lobby dan keseluruhan interiornya cukup cakep.


Masuk kamar, weh kamarnya gede euy! Clean and sleek too. Padahal itu kamar standar sih. Tidur bertiga sama sist dan Vio mah cukup banget! Fasilitas kamar sih ya standar lah. TV lengkap dengan channel-channel TV cable, toiletries lengkap, hairdryer (ini penting banget!), tempat buat air panas plus kopi-teh juga ada. Jadi aman lah ya buat stay di kamar doang pun.


bisa ngapain aja di sini?

Blogger Itu…

Katanya kamus sih orang yang mengelola blog dan update regularly gitu lah. Trus kalo ngga regular, bukan blogger? 😅


Jadi semalem, iseng scroll-scroll blog sendiri sampe ke tulisan pertama. Tahun 2005. Waaaw sudah selama itu ternyata. 11 tahun. Sudah banyak topik dibahas. Mulai dari hura-hura sampe serius. Gaya tulisan juga berubah banyak dari mulai alay banget sampe sekarang ….. masih tetep alay sih. 😌

Blogger-bloger jaman 2008 pasti masih inget sama idola kawula muda jaman itu karena kumisnya yang mempesona, yang jelas-jelas mengeluarkan statement: Blog itu trend sesa(a)t.

Dulu sih banyak yang ngamuk. Bhahahahahahak. 😂😂

Mungkin sekarang banyak dari kita yang jarang nge-blog dan lebih sering di Facebook, Instagram, Twitter bahkan Path. Tapi sejujurnya sih saya tidak bisa menemukan kualitas tulisan atau story telling di social media manapun sekuat di blog. Facebook is one big rant for the most part. And on Instagram, it’s only photos that pop up and though they are lovely, I crave to know what people are thinking, not just what they see or want us to think their life looks like.

Jadi, setelah 11 tahun, masih mau terus nge-blog? Yah, selama masih butuh mengeluarkan isi kepala, saya masih akan nge-blog kayaknya. Karena Twitter, Instagram, Facebook dan Path tidak cukup buat saya untuk mengeluarkan isi kepala.

Mau trend sesaat atau bukan, I will blogging like it is still cool.


Selamat Hari Blogger Nasional. Kalian udah nge-blog hari ini?

Jalan-jalan Belitung: Menjelajah Belitung Timur

Belitung sejak dua tahun ini memang populer jadi tujuan weekend gateway, terutama orang-orang Jakarta yang haus piknik tapi cuma punya jatah cuti sedikit kayak saya. Pertama karena akses mudah, sudah beberapa penerbangan yang buka akses ke sana, dan kedua, ngga jauh dari Jakarta, hanya 1 jam perjalanan. Cocok banget kan buat weekend gateway. Karena bisa berangkat di hari Sabtu dengan penerbangan pertama banget dan sampe Belitung langsung bisa jalan-jalan, kemudian pulang di Minggu sore dengan pesawat terakhir dan bisa bisa jalan-jalan pagi harinya. Tapi sih jarang ada yang ke Belitung cuma 2 hari satu malam gitu, biasanya minimal 3 hari dua malam.

Bandar Udara yang sebentar lagi bakal jadi bandara international.
Minggu lalu, saya menghabiskan weekend di Belitung.

Hari pertama, begitu mendarat dan perut kenyang sarapan Mie Atep yang khas Belitung ini, saya jalan-jalan ke Belitung Timur. Apa aja yang bisa dilihat di daerah sini?

Mie Atep
Menjelajah Belitung Timur!