Escape to Sawarna

Hidup lagi capek-capeknya, itu lah yang memutuskan saya, hubby dan beberapa teman lain, Wenny, Alle, Mbak Wiwik, Suprie dan Nining untuk berangkat melarikan diri dari Jakarta, menuju ke suatu surga bernama Sawarna.:mrgreen:

Rencana pengen berangkat jam 12 malam biar bisa sampe di Sawarna pagi-pagi, ternyata di awal perjalanan agak kacau balau sih. Dimulai dari nungguin supir Elf yang kami sewa yang telat satu jam dari jam yang dijanjikan, begitu dateng ternyata si supir agak-agak freak, sampe ac Elf yang tiba-tiba mati di perjalanan, yang membuat kami terpaksa melipir ke sebuah pom bensin di daerah Cibubur untuk menunggu mobil dan supir pengganti. Kami baru benar-benar melanjutkan perjalanan sekitar jam 5 pagi di hari Sabtu-nya. Gagal sudah rencana melihat sunrise di Sawarna.😆

Tapi setelah semua kekacauan tersebut, perjalanan selanjutnya bisa dibilang superb! Kami memilih lewat jalan Jakarta – Pelabuhan ratu – Desa Sawarna berhubung Suprie – satu-satu diantara kami yang pernah ke Sawarna – taunya lewat jalan itu. Lama perjalanan sekitar 7 jam karena jalannya menanjak dan berlubang-lubang besar. Mesti supir yang benar-benar handal untuk melalui jalan tersebut menuju Sawarna. Tapi pemandangannya CIAMIK! Kami bahkan sempat mampir ke Pantai Pelabuhan Ratu untuk sarapan pagi.😀


Dan, Desa Sawarna itu benar-benar SURGA! Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah hijaunya sawah-sawah! woo hoo… a heaven indeed, no? :mrgreen: Harga penginapan di sini bervariasi sih, tapi rata-rata sekitar 100rb-an. Paling kalo penginapannya agak bagusan dikit jadi 120rb. Di sini bukan dihitung per kamar, melainkan perorang. Jadi ga masalah berapa kamar yang kamu sewa. Dengan harga segitu, kita juga udah dapet makan sebanyak 3 kali. Di Penginapan Clara yang kami sewa, masakannya enak! Bahkan bisa request pengen apa😆 Waktu kami baru sampai, kami langsung disuguhi dengan kelapa muda yang segar dan baru diambil dari pohon!  Asik!:mrgreen:

Photo paling depan by Suprie

Setelah beristirahat sebentar menghilangkan penat perjalanan, sore hari kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Pantai Tanjung Layar dan Pantai Ciantir untuk menikmati sunset. Pantai Ciantir sih ngga jauh dari penginapan, tapi untuk menuju Pantai Tanjung Layar, perlu jalan sekitar 10 menit. Pantai-pantai ini memang tidak bisa dijangkau mobil. Jadi harus jalan kaki. Ada ojek sih kalo males😆 Tapi jalan kaki sebentar ga rugi kok… Pantai Tanjung Layar itu keren mampus!

semua photo, kecuali kiri bawah, kanan atas dan background, by Suprie

Keesokan harinya, tadinya kami berencana berburu sunrise di Pantai Laguna Pari. Tapi ternyata jaraknya 10 km dari penginapan which is capek juga ya kalo jalan kaki.😆 Bisa ditempuh dengan ojek, tapi ternyata untuk menyewa ojek kami harus mengeluarkan kocek sebesar Rp.60.000,- untuk bolak balik Sawarna – Laguna Pari. Mahal yooooo:mrgreen: Batal lah itu rencana berburu sunrise di sana. Berburu sunrise di belakang penginapan aja deh.😆

Ini salah satu hasil berburu sunrise di belakang penginapan.:mrgreen:

Puas berburu sunrise di belakang penginapan, saya dan Suprie memutuskan untuk kembali berburu photo di Pantai Tanjung Layar  sekalian menunggu peserta lain pada bangun.😛 kalo pagi, karang-karang yang sore cuma bisa dilihat dari jauh, bisa didekati karena ombaknya sudah surut. Motret-motret jadi lebih seru…😀

Photo yang ada saya, by Suprie

Setelah puas photo-photo dan beres-beres barang, administrasi de el el, kami meninggalkan Sawarna untuk kembali ke Jakarta. Tapi sebelum kembali, kami berencana mampir dulu ke Pantai Pulo Manuk dan Pantai Bayah. Ya ini, rencana awal sih. Kenyataannya kami cuma mampir ke Pulo Manuk. Pantai Bayah-nya lewat, KARENA KAMI SEMUA KETIDURAN DI ELF!😆

Jadi ceritanya waktu mampir di Pulo Manuk, kami semua mendapat wejangan dari bapak penjaga di situ kalo pulang ke Jakarta lewat Bayah – Rangkasbitung – Jakarta gitu jalannya lebih landai dan sepanjang jalan pemandangan pantai bagus. Jalannya juga lebih bagus ketimbang lewat jalan awal, dengan waktu tempuh relatif sama. Jadi lah kami memutuskan lewat situ dengan harapan pulang dari Pulo Manuk mampir ke Pantai Bayah. Tapi ya gitu deh… Setelah terbuai dengan pemandangan pantai yang Subhanallah indahnya sepanjang jalan menuju Bayah itu, kami pun ketiduran. Lewat deh pantainya…. Bhahahahahahak..😆

Kami pun kembali ke Jakarta dengan perasaan puas. Perjalanan kali ini menyenangkan sekali! Next trip, kemana kita?:mrgreen: *colek-colek team #piknikhore*

45 thoughts on “Escape to Sawarna

  1. wah bener2 menyenangkan yaaa…. jadi pengen ke Sawarna juga nih… hehehehe… tapi di daerah ku ada juga lho pantai yang indah, pantai pangandaran… dah pernah main ke pangandaran mbak chic??

      1. numpang ya mbak….., kalo perlu mobil sewaan dengan tarif 250rb/hari, supir plus pemandu wisata daerah palabuhanratu – sawarna yang asli orang sana bisa hubungi saya : Bimbim 087820552646 (domisili Palabuhanratu) trims ya mbak

    1. tinggal di-klik aja toh yooooo… ntar juga jadi besar gitu gambarnya..
      *keplak-keplak Didut*

      lagian blog-ku ramah benwith, jadi maaf tidak bisa memenuhi keinginanmu😆

      1. Penginapan Clara sih lbh mirip rumah penduduk ketimbang penginapan. Tapi lebih private. Ngga terlalu bagus, tapi bersih. Kamar mandinya juga..
        CP-nya googling aja ya Mas, ada kok😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s