Review: Gastromaquai, Jakarta

Suatu siang yang lengang di Jakarta. Saya janjian makan siang dengan Chika, karena kami kebetulan mendapat tugas untuk review sebuah restoran Spanish bernama Gastromaquia dari Clozette Review. Karena kami berdua ini baik hati dan senang berbagi, kami pun mengajakย Iphan, Goen, dan Titiwย untuk makan siang bersama kami.ย Biar seru.

makan enak di Gastromaquai

Review: Istana Nelayan Resto, Tangerang

Beberapa minggu lalu saya diundang ke sebuah restoran bernama Istana Nelayan. Familiar sama namanya tapi ngga pernah mampir. Lebih karena lokasi sih. Waktu dapat undangannya, tertera alamatnya adalah Serpong. Lebih tepatnya adalah Serpong Town Square. Karena merasa Serpong itu deket yang-sekali-naik-tol-juga-sampe, saya santai aja berangkat dari rumahnya. Pas nyalain waze, ternyata lokasinya Tangerang sodara-sodara. Tangerang kota. Bukan Serpong. Hih! ๐Ÿ™„

makan-makan!

Jalan-jalan Bali: Brown Feather Hotel

Alkisah, ada 4 orang buibuk yang katanya pengen me time. Ngga pake bawa anak. Lalu saya, Chacha dan Nadia tercetus lah ide ke Bali. Sehari doang. Lalu rombongan ketambahan Falla. Trus cari tiket, trus jalan. Niat. Bhahahahahahak. ๐Ÿ˜‚

Begitu lah. ๐Ÿ˜…

staycation di Brown Feather Hotel

Staycation: Grand Mercure Hotel Kemayoran

Akhir-akhir ini kita akrab banget ya sama istilah “staycation” ini. Hasil googling sih menunjukan bahwa staycation mengacu pada gabungan kata stay dan vacation, merujuk ke liburan dalam kota. Jalan-jalan di seputar kota tempat tinggal gitu lah. *kemudian bingung*

Anyway, weekend kemaren, biar ga kalah hits sama yang suka nulis status “staycation” di sosmed, saya, sist dan Vio melakukan apa yang disebut dengan staycation itu, dengan menginap di Grand Mercure Hotel Kemayoran.

Yes, masih Jakarta-Jakarta aja ini. Anak Selatan main ke Utara cuy!

grand-mercure-kemayoran
Pintu masuk lobby hotel

Grand Mercure Kemayoran ini terletak tidak jauh dari JIExpo yang biasa dipake buat konser-konser itu. Bisa banget kayaknya jadi alternatif staycation kalau males pulang ke rumah abis nonton konser. Atau karena nonton konsernya mau dua hari berturut-turut misalnya. Kan ngga capek. Hahahahaha.

Masuk lobby, disambut sama hiasan batik-batik lengkap dengan cerita sejarahnya. Untuk sekelas business oriented hotel, lobby dan keseluruhan interiornya cukup cakep.


Masuk kamar, weh kamarnya gede euy! Clean and sleek too. Padahal itu kamar standar sih. Tidur bertiga sama sist dan Vio mah cukup banget! Fasilitas kamar sih ya standar lah. TV lengkap dengan channel-channel TV cable, toiletries lengkap, hairdryer (ini penting banget!), tempat buat air panas plus kopi-teh juga ada. Jadi aman lah ya buat stay di kamar doang pun.


bisa ngapain aja di sini?

Jalan-jalan di One BelPark

Jadi, di daerah bilangan Selatan Jakarta ada mall baru. Tepatnya di daerah Fatmawati. Namanya One BelPark. Sebenernya ya ngga aneh juga. Mall baru kan hampir tiap tahun ada. Hahahahaha. Saya sendiri sudah beberapa kali mampir di mall ini karena deket dari rumah. ๐Ÿ˜ Tapi saya ngga pernah keliling-keliling mall ini. Soalnya saya lihat masih banyak tenant yang belum buka. Jadi biasanya kalau ke sini saya langsung menuju XXI, nonton, terus pulang. Karena baru, masih rada sepi kan. Lumayan ngga pake ngantri beli ticket. ๐Ÿ˜‚

12383543_500718913465381_698508469_n

Nah, Sabtu kemarin eh diundang buat liat-liat keseluruhan mall ini. Weh sebagai anak Selatan yang kadang ngga punya pilihan lain selain jalan-jalan di mall, ya berangkat! Ditemani oleh bapak Shawn Maruli, Wakil Presiden Direktur HARMAS – pengembang One BelPark ini, saya dan beberapa blogger lainnya keliling-keliling One BelPark.

Menurut Pak Shawn, One BelParkย sebuah pusat gaya hidup dengan konsep urban street style serta pusat pertemuan budaya pop urban, merupakan tempat di mana kaum urban muda dapat bebas mengekspresikan diri. One BelPark sendiri maksudnya One Beautiful Park. Gitu. ๐Ÿ˜

ada apa aja di One BelPark?