Sido Muncul & Eceng Gondok

Bukan. Itu bukan judul film atau judul dongeng legenda daerah. Apalagi bahan baku baru buat jamu.

Jadi, minggu lalu saya dan beberapa blogger dan influencer lainnya diundang oleh Sido Muncul untuk melihat salah satu program CSR mereka di Semarang, tempat di mana pabrik Sido Muncul berada, yaitu pemanfaatan eceng gondok yang ada di danau Rawa Pening, Ambarawa. Rawa Pening yang merupakan danau seluasย 2.670 hektar, saat ini mengalami pendangkalan di mana permukaan danaunya hampir semua tertutup eceng gondok. Dari yang tadinya danau tersebut sedalam sekitar 15 meter, sekarang tinggal 2-3 meter saja. Padahal sudah ada upaya pembersihan dan pelatihan pemanfaatan eceng gondok, tapi karena pertumbuhan eceng gondok sendiri tergolong cepat, 1 batang eceng gondok dapat berkembang biak menjadi 1 meter persegi dalam waktu 23 hari saja, kegiatan-kegiatan tersebut belum mampu mengurangi tekanan populasi tumbuhan ini. Tanaman eceng gondok ini mengganggu populasi lain di danau Rawa Pening, terutama karena harus rebutan oksigen.

gini ini bagian yang udah dangkal gara-gara eceng gondok

kayak apa kegiatan CSR-nya?

Jalan-jalan Bandung: Kota Baru Parahyangan

Jadi, weekend minggu lalu saya dan beberapa temen blogger lainnya jalan-jalan ke Bandung. Bandung Barat lebih tepatnya. Ke sebuah kompleks kota satelit bernama Kota Baru Parahyangan. Kalau berdasarkan yang tertulis di websitenya Kota Baru Parahyangan ini merupakan proyek berskala kota pertama di area Bandung Raya yang akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan.

KBP sendiri terdiri dari beberapa kompleks perumahan sesuai dengan targetingnya masing-masing, dalam sistem tatar satu pintu dengan sistem keamanan 24 jam, dikelola oleh Town Management guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para penghuninya. Jadi ngga cemas kalo mau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong gitu deh.

Kemarin saya dan teman-teman diajak menengok beberapa rumah contoh. Yang pertama kami datangi adalah rumah contoh Nagatirta Wanoja di Tatar Naganingrum. Rumah berarsitektur modern minimalis ini seluas 278/305M2, menawarkan konsep rumah keluarga yang 4 kamar tidur plus 1 kamar ART dengan pembagian ruangan yang bagus. Boleh juga ini dicontek kalo pas mau bikin rumah.

Rumah contoh kedua yang kami kunjungi adalah Subang Tirta Asri di Koridor Bandoeng Tempo Doeloe. Dilihat dari nama kompleksnya, rumah ini berarstitektur rumah Bandung jaman dulu. Ya kayak yang bisa dilihat di jalan Cipaganti deh. Persis kayak gitu. Masuk ke sini, perasaan langsung adem. Salah satu ciri khas rumah jaman dulu yang saya suka banget, yaitu ceiling tinggi, ada di rumah ini. Aaaaaaaak. ๐Ÿ˜ Pas masuk ke dalam, tambah jatuh cinta sama rumah ini. Ruang tengahnya, ruang duduknya, ruang makannya, dapurnya, semuanya cakep! Udah gitu, ruang belakangnya pake pintu kaca gede yang pemandangannya danau. Ya Allah, cakep banget! Pengen banget saya rumah model begini. Asli! Anuh, harganya IDR 5,8M aja sih. Ya kali ada yang mau beliin. Ehe. ๐Ÿ˜Œ

Tipe-tipe lain sih bisa dilihat di website ya. Cakep-cakep konsepnya. Tiap kompleks perumahan juga dilengkapi taman yang bisa dikunjungi buat piknik atau tempat main anak-anak. Karena mengusung konsep Budaya, Sejarah dan Pendidikan, taman-tamannya juga dilengkapi informasi-informasi edukatif seputar tanaman-tanaman yang ada di situ. Menarik ya.

Jadi selain kompleks perumahan, apalagi yang ada di sini?

fasilitas lainnya

Review: Gastromaquai, Jakarta

Suatu siang yang lengang di Jakarta. Saya janjian makan siang denganย Chika, karena kami kebetulan mendapat tugas untuk review sebuah restoran Spanish bernama Gastromaquia dariย Clozetteย Review. Karena kami berdua ini baik hati dan senang berbagi, kami pun mengajakย Iphan,ย Goen, danย Titiwย untuk makan siang bersama kami.ย Biar seru.

img_3652

nongkrong di Gastromaquai!

Review: Istana Nelayan Resto, Tangerang

Beberapa minggu lalu saya diundang ke sebuah restoran bernama Istana Nelayan. Familiar sama namanya tapi ngga pernah mampir. Lebih karena lokasi sih. Waktu dapat undangannya, tertera alamatnya adalah Serpong. Lebih tepatnya adalah Serpong Town Square. Karena merasa Serpong itu deket yang-sekali-naik-tol-juga-sampe, saya santai aja berangkat dari rumahnya. Pas nyalain waze, ternyata lokasinya Tangerang sodara-sodara. Tangerang kota. Bukan Serpong. Hih! ๐Ÿ™„

makan-makan!

Jalan-jalan Bali: Brown Feather Hotel

Alkisah, ada 4 orang buibuk yang katanya pengen me time. Ngga pake bawa anak. Lalu saya, Chacha dan Nadia tercetus lah ide ke Bali. Sehari doang. Lalu rombongan ketambahan Falla. Trus cari tiket, trus jalan. Niat. Bhahahahahahak. ๐Ÿ˜‚

Begitu lah. ๐Ÿ˜…

staycation di Brown Feather Hotel