Jalan-jalan Bandung: Kota Baru Parahyangan

Jadi, weekend minggu lalu saya dan beberapa temen blogger lainnya jalan-jalan ke Bandung. Bandung Barat lebih tepatnya. Ke sebuah kompleks kota satelit bernama Kota Baru Parahyangan. Kalau berdasarkan yang tertulis di websitenya Kota Baru Parahyangan ini merupakan proyek berskala kota pertama di area Bandung Raya yang akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan.

KBP sendiri terdiri dari beberapa kompleks perumahan sesuai dengan targetingnya masing-masing, dalam sistem tatar satu pintu dengan sistem keamanan 24 jam, dikelola oleh Town Management guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para penghuninya. Jadi ngga cemas kalo mau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong gitu deh.

Kemarin saya dan teman-teman diajak menengok beberapa rumah contoh. Yang pertama kami datangi adalah rumah contoh Nagatirta Wanoja di Tatar Naganingrum. Rumah berarsitektur modern minimalis ini seluas 278/305M2, menawarkan konsep rumah keluarga yang 4 kamar tidur plus 1 kamar ART dengan pembagian ruangan yang bagus. Boleh juga ini dicontek kalo pas mau bikin rumah.

Rumah contoh kedua yang kami kunjungi adalah Subang Tirta Asri di Koridor Bandoeng Tempo Doeloe. Dilihat dari nama kompleksnya, rumah ini berarstitektur rumah Bandung jaman dulu. Ya kayak yang bisa dilihat di jalan Cipaganti deh. Persis kayak gitu. Masuk ke sini, perasaan langsung adem. Salah satu ciri khas rumah jaman dulu yang saya suka banget, yaitu ceiling tinggi, ada di rumah ini. Aaaaaaaak. 😍 Pas masuk ke dalam, tambah jatuh cinta sama rumah ini. Ruang tengahnya, ruang duduknya, ruang makannya, dapurnya, semuanya cakep! Udah gitu, ruang belakangnya pake pintu kaca gede yang pemandangannya danau. Ya Allah, cakep banget! Pengen banget saya rumah model begini. Asli! Anuh, harganya IDR 5,8M aja sih. Ya kali ada yang mau beliin. Ehe. 😌

Tipe-tipe lain sih bisa dilihat di website ya. Cakep-cakep konsepnya. Tiap kompleks perumahan juga dilengkapi taman yang bisa dikunjungi buat piknik atau tempat main anak-anak. Karena mengusung konsep Budaya, Sejarah dan Pendidikan, taman-tamannya juga dilengkapi informasi-informasi edukatif seputar tanaman-tanaman yang ada di situ. Menarik ya.

Jadi selain kompleks perumahan, apalagi yang ada di sini?

fasilitas lainnya

Staycation: Grand Mercure Hotel Kemayoran

Akhir-akhir ini kita akrab banget ya sama istilah “staycation” ini. Hasil googling sih menunjukan bahwa staycation mengacu pada gabungan kata stay dan vacation, merujuk ke liburan dalam kota. Jalan-jalan di seputar kota tempat tinggal gitu lah. *kemudian bingung*

Anyway, weekend kemaren, biar ga kalah hits sama yang suka nulis status “staycation” di sosmed, saya, sist dan Vio melakukan apa yang disebut dengan staycation itu, dengan menginap di Grand Mercure Hotel Kemayoran.

Yes, masih Jakarta-Jakarta aja ini. Anak Selatan main ke Utara cuy!

grand-mercure-kemayoran
Pintu masuk lobby hotel

Grand Mercure Kemayoran ini terletak tidak jauh dari JIExpo yang biasa dipake buat konser-konser itu. Bisa banget kayaknya jadi alternatif staycation kalau males pulang ke rumah abis nonton konser. Atau karena nonton konsernya mau dua hari berturut-turut misalnya. Kan ngga capek. Hahahahaha.

Masuk lobby, disambut sama hiasan batik-batik lengkap dengan cerita sejarahnya. Untuk sekelas business oriented hotel, lobby dan keseluruhan interiornya cukup cakep.


Masuk kamar, weh kamarnya gede euy! Clean and sleek too. Padahal itu kamar standar sih. Tidur bertiga sama sist dan Vio mah cukup banget! Fasilitas kamar sih ya standar lah. TV lengkap dengan channel-channel TV cable, toiletries lengkap, hairdryer (ini penting banget!), tempat buat air panas plus kopi-teh juga ada. Jadi aman lah ya buat stay di kamar doang pun.


bisa ngapain aja di sini?

Jalan-jalan Belitung: Menjelajah Belitung Timur

Belitung sejak dua tahun ini memang populer jadi tujuan weekend gateway, terutama orang-orang Jakarta yang haus piknik tapi cuma punya jatah cuti sedikit kayak saya. Pertama karena akses mudah, sudah beberapa penerbangan yang buka akses ke sana, dan kedua, ngga jauh dari Jakarta, hanya 1 jam perjalanan. Cocok banget kan buat weekend gateway. Karena bisa berangkat di hari Sabtu dengan penerbangan pertama banget dan sampe Belitung langsung bisa jalan-jalan, kemudian pulang di Minggu sore dengan pesawat terakhir dan bisa bisa jalan-jalan pagi harinya. Tapi sih jarang ada yang ke Belitung cuma 2 hari satu malam gitu, biasanya minimal 3 hari dua malam.

Bandar Udara yang sebentar lagi bakal jadi bandara international.
Minggu lalu, saya menghabiskan weekend di Belitung.

Hari pertama, begitu mendarat dan perut kenyang sarapan Mie Atep yang khas Belitung ini, saya jalan-jalan ke Belitung Timur. Apa aja yang bisa dilihat di daerah sini?

Mie Atep
Menjelajah Belitung Timur!

Jalan-jalan Thailand: Pattaya in 24 Hours

Thailand Trip minggu lalu sebenernya punya itinerary Bangkok dan Pattaya. Cuma Bangkok mah kayaknya udah banyak aja gitu yang nulis, sementara saya jarang banget nemu tulisan soal Pattaya. Hahahaha. Kayaknya karena nanggung trus jarang pada ke sana. Dan karena katanya biasa aja. Mending di Bangkok aja gitu kali ya. Jadi yang Bangkok kapan-kapan aja deh ditulisnya.😁

img_9611
Tapi ya karena udah di Pattaya masak ngga ada yang bisa di-eksplore sih. Ya pasti ada lah. Kalau mau gampang, datang ke daerah agak pinggir kota Pattaya. Tepatnya di Sukhumvit Road. Ya kira-kira 30 – 45 menit dari kota deh. Di sini berhamburan tempat wisata mulai dari taman sampe theme park. Mulai dari yang gratis sampe yang mahal.

Kalo baru pertama kali ke Pattaya enaknya ke mana dulu?

tempat wajib kunjung di Pattaya!