Pakai Flannel, Siapa Takut?

Masih gara-gara nonton Foo Fighters kemaren dan gara-gara ngomongin 90’s grunge style yang sempet happening dengan kemeja flannel gara-gara Nirvana, saya jadi penasaran pengen pake-pake flannel lagi.

main-main dengan flannel

Advertisements

Foo Fighters: These Days

Yang follow saya di social media pasti udah tau lah ya kalau saya weekend kemarin di Singapore buat menonton konser Foo Fighters. Awalnya masih ragu-ragu mau berangkat atau ngga. Beli tiketnya juga maju mundur antara iya dan ngga gitu. Alhamdullilah bias nonton juga akhirnya! Hahahahaha. 😂

Foo Fighters! Gyaaaa!

Jalan-jalan Jepang: The Famous Omu Rice in Kyoto

Pernah liat video di mana ada Chef dengan ekspresi lucu dan ramah lagi makan Omu Rice ini beredar di timeline Facebook kalian kan ya beberapa waktu yang lalu? Lupa itu video viral dari mana. Yang jelas video yang sama yang membuat kami bertekad mau makan di sini ketika di Kyoto. Hahahaha. Cetek.

19642774_1439639612799246_240305949175721164_n
Chef Yukimura Motokichi
Anyway, itu adalah the famous Omu Rice dari restaurant bernama The Youshokuya Kichi Kichi dan Chef bernama Yukimura Motokichi. Iya, Chef yang ekspresinya lucu itu. 😀 Omu Rice basically adalah nasi goreng pake telur dadar kalau di Indonesia sih. Biasa aja sebenernya. Jadi apa yang bikin di Omu Rice Kichi Kichi ini ngetop banget? Selain enak dengan omelette yang fluffy banget, ya karena sang Chef yang ekspresif itu. Yang tiap masak bikin pertunjukan dan mengajak para pengunjungnya untuk menyemangati dia masak dengan menirukan setiap perintah dia ngomong apa. Hahahahaha. Begitu deh kira-kira.

dinner Omu Rice!

Jalan-jalan Jepang: Berburu Ninja di Iga

Jadi pas kita nyusun itinerary, ada yang usul “liat ninja dong!”. Wah iya, masak udah jauh-jauh ke Jepang ngga ketemu ninja sih. Hahahahaha. Pergi lah kita ke Iga, sebuah kota di prefektur Mie di mana terdapat Museum Ninja. Tepatnya Ninja Museum of Iga-Ryu. Sekitar 2 jam perjalanan dari Osaka menuju Iga ini.

Screen Shot 2017-05-19 at 9.55.12 PM
di depan tempat Ninja Show

rendezvous with ninja!

Jalan-jalan Jepang: Ghibli Museum

Screen Shot 2017-05-03 at 3.07.51 PM

Saya lupa tepatnya perkenalan saya dengan Ghibli ini. Sudah lama sekali. Awalnya tentu saja Tonari no Totoro alias My Neighbor Totoro. Film Ghibli pertama yang saya tonton. Pada waktu itu saya mendapati diri saya terhipnotis gambar-gambar di TV saya. Saya merasa ada di dunia yang seharusnya di mana kita hidup dan tinggal, bukan dunia yang kita tempati. Sebuah film tanpa penjahat, tanpa adegan perkelahian, tanpa orang dewasa yang jahat, tanpa pertengkaran antara anak-anak,  tanpa monster menakutkan dan tanpa kegelapan sebelum fajar. Sebuah dunia yang, …. eeeeng apa ya…, jinak(?). Sebuah dunia di mana kita bisa bertemu dengan makhluk aneh yang menjulang di hutan, dan kita bisa meringkuk di perutnya kemudian tidur siang. Ya kira-kira begitu kesan pertama saya menonton My Neighbor Totoro.

Perkenalan kedua dengan Ghibli adalah Hotaru no Haka alias Grave of the Fireflies, yang sukses bikin saya nangis-nangis di depan TV sampe ngga nafsu makan dua hari saking ngga habis pikir kenapa orang-orang bisa begitu kejam gara-gara perang. Bhahahahahak. Ya gitu lah kira-kira. Karena setelah itu saya kemudian rajin berburu film-film Ghibli lainnya, besutan Hayao Miyazaki dan Isao Takahata. Tapi film-film Takahata ini entah kenapa lebih dark dibanding buatan Miyazaki.  Ya contohnya di Grave of the Fireflies itu. Tapi dua-duanya oke sih.

main ke Museum Ghibli!