To Salim or not to Salim

Well yeah. That’s a question.


Bagi yang punya anak dan pernah jadi anak-anak, pasti paham banget kan ya salim itu apa. πŸ˜‚ Kebiasaan salim aka cium tangan ini memang budaya yang mengakar banget di Indonesia. Semacam kebiasaan menghormati kalau ketemu sanak saudara yang lebih tua dengan salim. Kalo ngga salim dibilang ngga sopan atau kurang ajar. πŸ˜… Jadi udah biasa aja denger kalimat “hei ada ua anuh, tante itu, om ini.. ayo salim dulu”.

Kalian yang punya anak, apakah kalian mengajarkan anak kalian kebiasaan “salim” ini?

ada apa dengan salim?

Advertisements

The Future is in Your Hand, they said.

arrival-1

Ini gara-gara nonton film Arrival kemarin. Tenang, saya ngga mau bikin review film atau bahas arti di balik film tersebut atau bikin spoiler. Ngga. Udah banyak kok bikin. Ngapain saya ikut-ikutan.

Trus ini ngapain? Ya biasa lah, kalo abis nonton film terus ada quote yang nempel terus di kepala tuh rasanya gatel kalo ngga dimuntahin di blog. Hahahahaha. 😁

Apa quotenya? Ini:

Louise Banks: If you could see your life from start to finish, would you change things?
Ian Donnelly: Maybe I would say what I felt more often. I don’t know.

emang ada apa sih?

Time of Your Life

I used to think time was a thief. But you give before you take. Time is a gift. Every minute. Every second. – Alice Through The Looking Glass

Waktu adalah misteri paling besar yang ada di dunia ini. Kita ngga pernah tau berapa banyak waktu yang kita punya untuk segala sesuatu.Β Sering kaliΒ kita berpikir bahwa kita memiliki semua waktu di dunia, tapi waktu tidak pernah berhenti bergerak. Tanpa kita sadar, kita bahkan sudah kehilangan banyak hal.Β Yes, Time is a thief, and villain. But Time is also a gift. And we should enjoy every minute of it. Every second.Β 

Continue reading “Time of Your Life”

Can’t You See It?


Ada satu hal yang menarik perhatian saya dalam hal berinteraksi dengan teman-teman. Mau itu di dunia sosmed atau di dunia nyata. Cara kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh satu sama lain.

Gara-gara rame-rame 4 November yang lalu itu, saya menemukan diri saya sering kali “tenggelam” dalam dialog-dialog konstan dengan beberapa rekan atau menyimak dengan seksama status-status sosmed mereka (beserta percakapan-percakapan di situ), berusaha untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana mereka melihat sesuatu.

Sometimes I’m intrigued to know how they are relating to what I’m actively saying.Β  I can be discussing nothing of any importance and still feel the urge to inquire as to how my thoughts are being received.Β It often has a semblance of complete misinterpretation and I am left feeling un-interestingly introverted and often times fervently vulnerable.

Ya begitu lah. Kadang orang kan cuma mau baca apa yang mereka percaya dan denger apa yang mereka mau denger. Sisanya? Not important. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Well yes, I’m silently judging you. Can’t help it! 😝