can't get this out of my head, Jalan-jalan, keren!, Kumpul-kumpul

Jalan-jalan Jepang: Kobe City, dari Gunung ke Steak

kobe-818395_1280
Kobe Port

Diingetin Timehop kalau tepat setahun yang lalu saya lagi jalan-jalan ke Kobe bareng Goenrock, dengan cita-cita makan steak daging Kobe yang tersohor (dan mahal) itu. Karena… kapan lagi kan yaaaaa. πŸ˜‚ Kobe prefekturΒ merupakan sebuah kota di Teluk Osaka di central Jepang. Kota ini dikenal dengan the signature marbledΒ  meat dan pemandangan pegunungan yang membingkai pelabuhan.Β Tapi ya masalahnya kemaren ke Jepang itu pas akhir musim dingin di mana angin dan cuaca lagi jahanam. Suhu 11 derajat celcius tapi feelnya 3 derajat celcius. Niat berangkat pagi-pagi, tetep aja berangkat kesiangan. Osaka ke Kobe sendiri deket sih, cuma sekitar setengah jam-an gitu. Tapi ya ngapain kan ke Kobe cuma mau makan steak doang. Sekalian piknik lah.

piknik ke Kobe!

Brainstroming ajah!, can't get this out of my head, Curhat Colongan, just a thought

Tentang Bersyukur itu….

Jadi, tulisan awal tahun sebelum ini, saya menulis bahwa 2017 saya was a roller coaster ride. Up and down-nya terlalu cepat. Tahun 2018 saya pengen slow down. Naik tangga satu-satu. Kalau pun harus ride, ya ferris wheel aja deh, jangan roller coaster. πŸ˜‚

Ga lama saya posting tulisan awal tahun itu, saya bikin list of gratitude di IG story saya. List per bulan untuk hal-hal yang patut saya syukuri, paling ngga satu setiap bulan. To my surprise, setelah saya ingat-ingat dan saya bikin list, ternyata banyak. Dan ada saja hal-hal yang perlu disyukuri setiap bulannya. Hal-hal kecil yang kadang kita liat setengah mata tertutup dan merasa itu memang sudah seharusnya seperti itu. Ini wow sekali! 😱

Dari pada cuma di IG story, saya pengen membagikan #gratitudelist2017 saya di sini. Supaya tercatat juga. Dengan sedikit modifikasi dari versi IG, here it is my gratitude list:

January: Start new year 2017 with the beloveds in Bandung.

February: Menyusun rencana jangka pendek soal kerjaan (dan ternyata dikabulkan Tuhan beberapa bulan kemudian hahahahaha πŸ˜…).

Maret: Traveling to Japan with bunch of lovelies buddies. ❀️

April: Nonton Coldplay Head Full of Dream concert di Singapore. Coldplay, finally! ❀️

Mei: Starting corporate life all over again. Ini rencana jangka pendek yang saya sempat bikin di bulan Februari. Mau kerja (kantoran) lagi, abis pulang dari Jepang aja biar ga ribet kudu cuti. Eh beneran dikasih kerjaan begitu pulang dari Jepang. Ini nih yang bikin saya percaya dengan kalimat “be careful to what you wishing for“, karena Tuhan kadang sebercanda itu. πŸ˜…

Juni: Vio’s birthday. Masih ketemu bulan Ramadhan buat bersih-bersih diri. Alhamdullilah.

Juli: Idul Fitri. Mudik ke Palembang ketemu Nyokap. Sempet piknik sama Nyokap juga ke Kampung Arab ditemenin Mbak Ira. Jarang-jarang terjadi ini. Akhir bulan sempat piknik me time buibuk ke Jogja with these lovelies ladies: Chacha, Disty dan Onye.

Agustus: Nonton Foo Fighters concerts di Singapore dan for free! The perks of being a blogger.

September: Got my permanent employee status. Ehe. 😌 Lalu menantang diri out of comfort zone dengan traveling 6 hours by bus dan tidur di barak di Ujung Kulon, dan mengajak Vio. Ternyata kami survive. It was fun.

Oktober: My birthday once again, Alhamdullilah. Terus jadi relawan Kelompok Inspirasi Jelajah Pulau ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. What an experience!

November: Balik ke Singapore dan gratis lagi karena mau nulis tentang hotel baru di sana. Again, the perks of being a blogger.

Desember: Traveling ke Khao Yai, Thailand, gara-gara beberapa bulan yang lalu baca artikel soal Khao Yai dan langsung masuk ke travel bucket list saya. Eh bisa juga ke sana akhirnya. 😁

See? Kalau mau diingat-ingat banyak banget moment yang patut banget kita syukuri. Cuma kadang kita lupa. Terlalu fokus sama yang bikin sakit hati dan sedih dan galau. Hahahaha. Syudah lah. 2018 mari fokus ke yang bikin senang aja. Ya ngga?

Kalian punya gratitude list apa tahun kemarin?

can't get this out of my head, just a thought

To Salim or not to Salim

Well yeah. That’s a question.


Bagi yang punya anak dan pernah jadi anak-anak, pasti paham banget kan ya salim itu apa. πŸ˜‚ Kebiasaan salim aka cium tangan ini memang budaya yang mengakar banget di Indonesia. Semacam kebiasaan menghormati kalau ketemu sanak saudara yang lebih tua dengan salim. Kalo ngga salim dibilang ngga sopan atau kurang ajar. πŸ˜… Jadi udah biasa aja denger kalimat “hei ada ua anuh, tante itu, om ini.. ayo salim dulu”.

Kalian yang punya anak, apakah kalian mengajarkan anak kalian kebiasaan “salim” ini?

ada apa dengan salim?

can't get this out of my head, Curhat Colongan, ngga jelas

The Future is in Your Hand, they said.

arrival-1

Ini gara-gara nonton film Arrival kemarin. Tenang, saya ngga mau bikin review film atau bahas arti di balik film tersebut atau bikin spoiler. Ngga. Udah banyak kok bikin. Ngapain saya ikut-ikutan.

Trus ini ngapain? Ya biasa lah, kalo abis nonton film terus ada quote yang nempel terus di kepala tuh rasanya gatel kalo ngga dimuntahin di blog. Hahahahaha. 😁

Apa quotenya? Ini:

Louise Banks: If you could see your life from start to finish, would you change things?
Ian Donnelly: Maybe I would say what I felt more often. I don’t know.

emang ada apa sih?