Jalan-jalan Jepang: Museum of The Little Prince in Hakone

Masih soal edisi Jepang, tempat ini adalah my biggest bucket list. Intinya, yang lain ngga jadi ngga apa-apa deh, tapi gue harus di sini! Berangkat sendiri juga ngga apa-apa deh. Ya kurang lebih begitu. Ya yang kenal saya banget, pasti tau lah betapa cintanya saya sama Le Petit Prince ini dan kenapa saya harus harus harus banget ke sini. Ngga perlu diceritain lagi kan ya kenapa. It was written here, there and everywhere.

Lokasi Museum of The Little Prince ini ada Hakone. Jauh dari Tokyo. Sekitar 2 jam dengan beberapa kali ganti kereta. Keretanya pun khusus bernama Odakyu, sebuah perusahaan swasta khusus untuk kereta arah ke Hakone. Ada dua jenis Odakyu line, yang express biasa dan romance car. Harganya agak beda. Bedanya apa? Silahkan check di sini.

Meet the Prince of my dream!

Jalan-jalan Japan: The Wizarding World of Harry Potter

Ngga. Ini bukan amusement park sendiri.  Adanya di Universal Studio Osaka, Japan. Kenapa yang disebut cuma Harry Potter? Karena ini bucket list banget. Tujuan ke USJ cuma pengen ke Harry Potter. Hahahahaha. 😌

Hari kedua di Osaka, saya dan Tebe memang berencana ke USJ dengan membeli tiket sebelumnyaΒ di Jakarta. Sebenernya bisa beli di lokasi tapi kami males ngantri. Lalu ketambahan Dwika, Nuri dan Goenrock yang akhirnya memutuskan untuk ikut ke USJ. Benar saja, begitu kami sampai di USJ, antrian pembelian tiket udah ular naga panjangnya. Untung udah beli tiket duluan, jadi saya dan Tebe melenggang masuk. Jangan salah, untuk masuk pun kami masih perlu antri lagi lumayan panjang. Hahahaha. Tapi antrian ini bergerak cepat sih. 15 menit kemudian saya dan Tebe sudah masuk ke dalam.

Karena niat kami ke USJ adalah mengunjungi wahana Harry Potter dan merasa males melihat antrian segitu panjangnya tadi di luar, kami memutuskan untuk menambah tiket kami dengan satu tiket lagi bernama Express Pass. Apa gunanya tiket ini? Motong antrian lah. Ngga semua sih, di beberapa wahana saja. Saya dan Tebe kemaren milih yang Express 4, untuk motong antrian di 4 wahana termasuk di Harry Potter. Kenapa bela-belain? Ya karena kalo ngga pake Express Pass ini, satu wahana antriannya bisa sampe 3 jam. Yoih. Kalian ngga salah baca. Satu wahana itu ngantrinya bisa sampe 3 jam. Males kan? πŸ˜‚ Untuk jenis-jenis dan harga Express Pass, bisa baca di websitenya USJ ya.

main ke USJ!

Jalan-jalan Japan: Persiapan Ke Jepang

Yang follow saya di sosmed pasti tahu kalau saya baru pulang dari Jepang dua minggu yang lalu. Dan sampe hari ini masih gagal move on. Masih pengen ke Jepang lagi, Ya Allah. *kemudian amin yang kenceng*

Begitu saya nyampe Jakarta lagi, saya banyak dapet message, email, DM apa lah nanya-nanya soal Jepang, mulai dari itinerary sampe soal makan. Duh, makan aja pake nanya. Bhahahahahahak. πŸ˜‚

Ya udahlah, dari pada saya jawab satu-satu, tulis di blog aja. Kalo ada yang nanya lagi kan tinggal nyodorin link blog. *ihik*

Jadi apa tips & tricks traveling ke Jepang sebelum berangkat?

Persiapan jalan-jalan ke Jepang!

Jalan-jalan Bandung: Kota Baru Parahyangan

Jadi, weekend minggu lalu saya dan beberapa temen blogger lainnya jalan-jalan ke Bandung. Bandung Barat lebih tepatnya. Ke sebuah kompleks kota satelit bernama Kota Baru Parahyangan. Kalau berdasarkan yang tertulis di websitenya Kota Baru Parahyangan ini merupakan proyek berskala kota pertama di area Bandung Raya yang akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan.

KBP sendiri terdiri dari beberapa kompleks perumahan sesuai dengan targetingnya masing-masing, dalam sistem tatar satu pintu dengan sistem keamanan 24 jam, dikelola oleh Town Management guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para penghuninya. Jadi ngga cemas kalo mau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong gitu deh.

Kemarin saya dan teman-teman diajak menengok beberapa rumah contoh. Yang pertama kami datangi adalah rumah contoh Nagatirta Wanoja di Tatar Naganingrum. Rumah berarsitektur modern minimalis ini seluas 278/305M2, menawarkan konsep rumah keluarga yang 4 kamar tidur plus 1 kamar ART dengan pembagian ruangan yang bagus. Boleh juga ini dicontek kalo pas mau bikin rumah.

Rumah contoh kedua yang kami kunjungi adalah Subang Tirta Asri di Koridor Bandoeng Tempo Doeloe. Dilihat dari nama kompleksnya, rumah ini berarstitektur rumah Bandung jaman dulu. Ya kayak yang bisa dilihat di jalan Cipaganti deh. Persis kayak gitu. Masuk ke sini, perasaan langsung adem. Salah satu ciri khas rumah jaman dulu yang saya suka banget, yaitu ceiling tinggi, ada di rumah ini. Aaaaaaaak. 😍 Pas masuk ke dalam, tambah jatuh cinta sama rumah ini. Ruang tengahnya, ruang duduknya, ruang makannya, dapurnya, semuanya cakep! Udah gitu, ruang belakangnya pake pintu kaca gede yang pemandangannya danau. Ya Allah, cakep banget! Pengen banget saya rumah model begini. Asli! Anuh, harganya IDR 5,8M aja sih. Ya kali ada yang mau beliin. Ehe. 😌

Tipe-tipe lain sih bisa dilihat di website ya. Cakep-cakep konsepnya. Tiap kompleks perumahan juga dilengkapi taman yang bisa dikunjungi buat piknik atau tempat main anak-anak. Karena mengusung konsep Budaya, Sejarah dan Pendidikan, taman-tamannya juga dilengkapi informasi-informasi edukatif seputar tanaman-tanaman yang ada di situ. Menarik ya.

Jadi selain kompleks perumahan, apalagi yang ada di sini?

fasilitas lainnya

Staycation: Grand Mercure Hotel Kemayoran

Akhir-akhir ini kita akrab banget ya sama istilah “staycation” ini. Hasil googling sih menunjukan bahwa staycation mengacu pada gabungan kata stay dan vacation, merujuk ke liburan dalam kota. Jalan-jalan di seputar kota tempat tinggal gitu lah. *kemudian bingung*

Anyway, weekend kemaren, biar ga kalah hits sama yang suka nulis status “staycation” di sosmed, saya, sist dan Vio melakukan apa yang disebut dengan staycation itu, dengan menginap di Grand Mercure Hotel Kemayoran.

Yes, masih Jakarta-Jakarta aja ini. Anak Selatan main ke Utara cuy!

grand-mercure-kemayoran
Pintu masuk lobby hotel

Grand Mercure Kemayoran ini terletak tidak jauh dari JIExpo yang biasa dipake buat konser-konser itu. Bisa banget kayaknya jadi alternatif staycation kalau males pulang ke rumah abis nonton konser. Atau karena nonton konsernya mau dua hari berturut-turut misalnya. Kan ngga capek. Hahahahaha.

Masuk lobby, disambut sama hiasan batik-batik lengkap dengan cerita sejarahnya. Untuk sekelas business oriented hotel, lobby dan keseluruhan interiornya cukup cakep.


Masuk kamar, weh kamarnya gede euy! Clean and sleek too. Padahal itu kamar standar sih. Tidur bertiga sama sist dan Vio mah cukup banget! Fasilitas kamar sih ya standar lah. TV lengkap dengan channel-channel TV cable, toiletries lengkap, hairdryer (ini penting banget!), tempat buat air panas plus kopi-teh juga ada. Jadi aman lah ya buat stay di kamar doang pun.


bisa ngapain aja di sini?