Paris Journey: (Hopefully) Midnight in Paris

Kalian yang mengalami masa abege di tahun 90-an sebagian pasti mengenal sebuah manga berjudul The Rose of Versailles. Cerita fiksi tentang revolusi Perancis dan Lady Antoinette. Jangan tanya saya kenapa mangga Jepang kok malah cerita sejarah Perancis. Yang jelas manga itu yang bikin saya suka ngebayang-bayangin gimana rasanya tinggal istana yang gede banget dan punya taman pribadi sendiri, dan gaun-gaun cantik selemari. :mrgreen:

Biarpun ceritanya fiksi, istana Versailles dan Lady Antoinette itu ngga fiksi sama sekali. Makanya ke situ lah rombongan #XL1Tariff berkunjung di hari terakhir di Paris. Château de Versailles atau Palace of Versailles ini terletak di suburban Paris, sekitar hampir 1 jam naik Metro dari Paris. Yang seru, kereta menuju ke Versailles ini interior dalemnya lucu, dibikin kayak istana. :lol: Dan pemandangan sepanjang jalannya ciamik! Perkebunan, rumah-rumah cantik dengan dinding batu khas Eropa plus tanaman-tanaman cantik. Aaaaaaaa serius jadi pengen ngerasain tinggal di sana! :mrgreen:

di kereta menuju Versailles

di kereta menuju Versailles

mewujudkan mimpi masa abege di Versailles!

Review: Asus VivoBook S200

Hmmmm.. mau cerita soal Asus VivoBook lagi ah, mumpung lagi sering diutak-atik. :P

Jadi ya, udah hampir sebulan pake Asus VivoBook S200 ini, saya benar-benar terkesan sama portabilitasnya yang tinggi untuk ukuran sebuah ultrabook. Belum ditambah layar sentuhnya yang responsive banget. Kinerjanya juga oke karena didukung Intel Core i3-3217U 1,8 GHz, memori 4GB DD3, dan hard disk 500GB. So far sih ngga ada masalah dengan kebutuhan saya yang emang cuma buat nulis-nulis artikel, bikin-bikin presentasi dan sesekali main game yang ringan-ringan macam Angry Birds itu… :mrgreen: Dengan aspek rasio 16:9 dan resolusi 1366 x 768 pixel, ditambah kartu grafisnya (VGA) menggunakan chip Intel HD Graphics 4000, cukup untuk mendukung layar LED-nya menampilkan gambar, video, dan gerakan game dengan smooth. Untuk hiburan, Asus VivoBook S200 dilengkapi dengan performa audio SonicMaster yang suaranya cakep banget.

Angry BIrds

main Angry Bidrs di Chrome!

Pixar For The Birds

ada yang inget ini film apa?

bisa apa lagi?

Paris Journey: Paris, For Real..

Masih inget soal kompetisi XL Rame yang saya postingan di tulisan ini? Ya, saya ngga sempet ikutan gara-gara ke Kamboja. Agak nyesel ih. Lalu datang tawaran dari XL Rame di pertengahan bulan November, buat nemenin para pemenang kompetisi ini jalan-jalan. EH WHAT? JALAN-JALAN? :shock: Ngga tanggung-tanggung, saya ditawarin buat nemenin para pemenang yang menang ke Paris! Widih! Siapa yang ngga mau coba? :lol: Tawaran yang singkat, padat dan jelas sekaligus bikin deg-degan. Dan dimulailah segala keribetan ngumpulin data buat bikin visa yang serba dadakan. Kenapa bikin deg-degan? Karena kepastian soal approval visa tersebut ga datang-datang sampe menjelang hari H keberangkatan pada tanggal 10 Desember 2012. Saya udah pasrah aja ngga jadi berangkat, sampai sebuah email datang di hari Minggu tanggal 9 Desember jam 10 malam! JADI BERANGKAT CUY! *joget*

Siap berangkat ke Paris!

Jadi lah, tanggal 10 Desember 2012 tersebut saya, berserta Gamal dan Febrian, ditambah perwakilan dari XL dan agent yang ngurusin keberangkatan kami, menemani tiga pemenang kontes XL Rame ini jalan-jalan ke Paris. Mereka yang beruntung bisa menang itu adalah Ica, Rere dan Lia. Berangkat naik Etihad Airways, dengan satu kali transit di Abu Dhabi. Perjalanan selama 18 jam tersebut ngga membuat kami merasa lelah ternyata. Begitu sampe Paris di hari Selasa pagi harinya, kami udah ga sabar pengen langsung jalan-jalan! :lol:  Hari pertama ini sebenernya kegiatan kami kosong. Bebas mau kemana aja. Setelah mencoba sarapan ala Prancis di sebuah cafe lucu di deket hotel (BTW, semua cafe kecil di Paris ini lucu-lucu sangaaaaat…), kami memutuskan ke Champs-Elysees hari itu juga! Bhahahahahak.

around the hotel

Ngapain di sana? Windows shopping di butik-butik mahal sok kebanyakan duit :mrgreen: , photo-photo di setiap sudut (penting!) terutama di Grand Palais karena lokasi ini justru langsung kami temukan begitu keluar dari stasiun Metro,  nongkrong-nongkrong, ke Arc de Triomphe (berhubung deket banget sama Champs-Elysees), nge-tag toko-toko lucu mana yang bakal dimasukin kalo besok-besok ke sana lagi. Begitu lah sampe capek. :lol:  Ngga banyak sih yang kami lakukan. Berhubung badan juga masih menyesuaikan diri dengan suhu dingin-nya Paris bulan Desember, dan masih jet lag tentu saja. Pulang ke hotel jam 7 malem aja berasa ngantuk banget! Ya secara di Jakarta udah jam 12 malem sih… :lol:

Champs-ElyseesGrand Palais & Arc de Triomphe

lanjut hari kedua!

Mainan Baru Awal Tahun: Asus VivoBook S200

Jadi, udah tahun baru gitu. 2013. Apa rasanya? Pengen punya yang baru-baru juga ngga? *halah* :mrgreen:

Kalo saya sih dari kapan tau itu sejak bermunculan segala rupa laptop touch screen, saya pengen nyoba. Dan pengen punya. Biasalah.. sok geek padahal gaptek. :lol: Baru terwujud awal tahun baru ini. Alhamdullilah ya… :D

Ini dia mainan baru saya.. Asus VivoBook S200 :D

Ilir Timur II-20121228-00110

apakah itu VivoBook?

It’s a New Year, After All..

IMG_2756

So many things happens. On and off, up and down, lost and found. My life in 2012 was feel like riding a roller-coaster. But there’s always a blessing in disguise. I’m not saying that 2012 was the best year, but there’s a lot of things to be blessed this year. Awesome opportunities, great journey, amazing experience. Well, this 2012 may not have been an easy ride for some of us but we made it, so here is to another journey in 2013. Be safe, hang on tight and enjoy with it 365 opportunities to be happy, make mistakes, belly laugh, do something exciting, and tell people you love them. Make it count!

Like the morning sun rises mark a new day, let’s have a new opportunities, journey and experience.

Happy New Year, peeps!

Phnom Penh Journey: Wisata Mengerikan

Hari terakhir di Kamboja dalam rangkaian BlogFest Asia kemarin saya habiskan ke Phnom Penh. Berhubung tiket pulang pergi saya memang Jakarta – Phnom Penh – Jakarta, jadilah di hari terakhir BlogFest Asia, saya dan nonadita bergegas ke Phnom Penh yang suprisingly ternyata rata-rata peserta BlogFest Asia juga menuju ke sana. :lol: Dari Siem Reap ke Phnom Penh bisa ditempuh dengan bus selama 6 jam. Bisa by boat sih. Katanya lebih cepat. Tapi kok rasanya ngga sreg mau naik boat. :lol: Bus dari Siem Reap ke Phnom Penh (begitu juga sebaliknya) ada banyak pilihan, salah duanya adalah Mekong Express (yang saya dan Dita naikin dari Phnom Penh ke Siem Reap) seharga $12 dan Giant Ibis (yang saya dan Dita dan peserta BlogFest lainnya naiki dari Siem Reap ke Phnom Penh) seharga $13. Meskipun cuma beda $1 dan sama-sama deluxe bus, Mekong Express dan Giant Ibis itu beda jauh fasilitasnya. Giant Ibis jauh lebih nyaman sih, termasuk entertainment di bus-nya. Di Mekong Express, kami disuguhi karaoke lagu-lagu lokal Kamboja yang eh-sumpah-deh-ngga-ngerti-sama-sekali-eike-sih. :lol: Sementara di Giant Ibis, kami disuguhi film-film blockbuster hollywood. Plus ada wifi-nya di Giant Ibis ini, ya biarpun bapuk juga sih jaringannya. :mrgreen:

Phnom Penh Post Office

Phnom Penh sendiri, sebagai ibukota dari Kamboja, selain wisata dalam kota, ngga banyak sih yang bisa dikunjungin di sini. Obyek wisata utama di kota ini, justru sebenernya horrible place buat saya. Yang sudah pernah nonton film The Killing Fields atau pernah baca-baca sejarah Kamboja dan Pol Pot, pasti tau cerita mengerikan sekitar tahun 70-an di Kamboja di mana Pol Pot menjadikan Kamboja sebagai kuburan massal warga Kamboja yang berusaha menentang Pol Pot. Yes, ke tempat-tempat ini lah saya, Nonadita, Andrew dan Trang berkunjung selama menghabiskan waktu di Phnom Penh, dengan menyewa tuk-tuk seharga $13 untuk pulang-pergi.

seperti apakah wisata di Phnom Penh?

Eyes and Eargasm at Sting Back To Bass Concert

Pernah punya dua mimpi yang jadi kenyataan dalam waktu yang berdekatan? Well, kayaknya itu yang terjadi kepada saya minggu kemarin. Satu minggu yang rasanya ajaib. Bisa ke Paris gratis, pulang-pulang nonton konser Sting! God really did bless me! :D Soal ke Paris, akan ada cerita tersendiri di blog ini. Mari sekarang kita ngomongin Sting.

P1000609

Sting alias Gordon Matthew Thomas Sumner, sudah jadi musisi favorite saya sejak saya beranjak gede di tahun 90-an. Sejak lagu All This Time di tahun 91, dan trio super sexy di lagu All for Love bareng Bryan Adams dan Rod Stewart buat soundtrack film The Three Musketeers. Sejak itu saya mulai berburu lagu-lagu lama Sting dari tahun 80-an, dan bermimpi suatu hari nonton konsernya. Saya gagal nonton konser Sting di Singapore beberapa tahun yang lalu. Makanya sejak pengumuman resmi di website Sting.com beberapa bulan yang lalu tentang konser Sting di tanggal 15 Desember 2012, saya bertekad HARUS nonton! :lol:

Sting Back To Bass Concert! Finally!