Soal Konsumsi Gula itu…

Jadi kapan tau saya terlibat dipercakapan dengan @buibuksocmed dan @tanyadok mengenai masalah konsumsi gula yang ternyata sangat berlebihan dalam keseharian kita. Obrolan ini bikin saya terkaget-kaget sendiri karena saya merasa bahwa selama ini saya sudah sangat berusaha mengurangi konsumsi gula sehari-hari saya.Misalnya dengan mengurangi konsumsi nasi putih atau menghindari minuman kemasan dan lebih banyak minum air putih. Lha kok ya masih berlebihan juga ternyata. Sad.

Menyimak dari tweet @tanyadok,  anjuran konsumsi gula harian dari Menteri Kesehatan adalah 50gr atau setara dengan 4 sendok makan. WHO sendiri menganjurkan untuk membatasi konsumsi gula harian sebanyak 25 gr atau setara dengan 2 sendok makan untuk manfaat kesehatan tambahan. Waw! Sedikit yes?

soal konsumsi gula sehari-hari

Can’t You See It?


Ada satu hal yang menarik perhatian saya dalam hal berinteraksi dengan teman-teman. Mau itu di dunia sosmed atau di dunia nyata. Cara kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh satu sama lain.

Gara-gara rame-rame 4 November yang lalu itu, saya menemukan diri saya sering kali “tenggelam” dalam dialog-dialog konstan dengan beberapa rekan atau menyimak dengan seksama status-status sosmed mereka (beserta percakapan-percakapan di situ), berusaha untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana mereka melihat sesuatu.

Sometimes I’m intrigued to know how they are relating to what I’m actively saying.  I can be discussing nothing of any importance and still feel the urge to inquire as to how my thoughts are being received. It often has a semblance of complete misinterpretation and I am left feeling un-interestingly introverted and often times fervently vulnerable.

Ya begitu lah. Kadang orang kan cuma mau baca apa yang mereka percaya dan denger apa yang mereka mau denger. Sisanya? Not important. 😂😂😂

Well yes, I’m silently judging you. Can’t help it! 😝 

The Secret Life of Walter Mitty

Walter Mitty

Iya, saya lagi teringat-ingat terus sama film ini sejak nonton awal bulan lalu. Ngga cuma saya sih, banyak dari teman-teman saya yang juga “tersihir” dengan film ini. Ntah karena jalan ceritanya, pesan filosofis-nya, atau karena jatuh cinta sama Iceland, yang ternyata keren banget tempatnya! 😆 Saya sendiri, suka semua! Jalan cerita, Iceland, semua quote-quote yang ada di film ini. Saya cinta semua! And I just can’t get this movie out of my mind!

Tenang.. saya ngga bakal review film ini. Udah banyak di sana sini. Dan asumsi saya, yang baca blog ini semua udah pada nonton kan ya film itu? Hihihihi :mrgreen:

jadi mau nulis apa sih?

Soal Tulang dan Penampilan Cantik

Sebagai perempuan yang bekerja di ibu kota Jakarta ini, saya kan dituntut untuk mengaktualisasikan diri seoptimal mungkin baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai pekerja profesional. *haelah bahasanya* 😛 Konsekuensinya, terciptalah tuntutan dan tekanan sosial bagi perempuan untuk selalu tampil prima, fit, dinamis, dan menawan sesuai tren fashion dan gaya hidup masa kini, di sepanjang waktu kegiatan sehari-hari yang panjang, biar sesuai dengan tampilan perempuan modern yang sukses ala majalah Cosmopolitan itu. 😆

Cuma, gara-gara baca artikel soal kesehatan tulang, saya menyadari ada dua musuh utama yang dihadapi para perempuan modern: pertama, memakai high-heels setiap hari dan kedua, bawa-bawa tas berat yang isinya macem-macem. 😆

*kemudian ngaca*

SavedPicture-20141895339.jpg
high heels saya sehari-hari

soal kesehatan tulang dan penampilan cantik

That’s Extra Beautiful..

Cantik itu apa sih? Pernah dibahas sih di-blog ini, beberapa tahun yang lalu… 😆

blogger-blogger cantik :D
blogger-blogger cantik 😀

Jadi, katanya sih orang-orang sih, beauty is in the eyes of the beholder. Tergantung siapa yang liat. Katanya lhoooo… Katanya orang-orang juga, cantik itu dari hati bukan cuma fisik. Ya ini lagi-lagi katanya lhoooooo… :mrgreen: Kenyataannya sih, pada prakteknya, kebanyakannya… tetep aja kalo mau bilang cantik apa ngga yang diliat mah awalnya wajah dulu. Iya, wajah! Tuh! *tunjuk muka yang lagi pada baca*  Iya kan? KAN? :mrgreen:

Makanya ya, kenapa cewek-cewek tuh suka pada ribet kalo urusan ngerawat kulit wajah. Yang kulit bernoda lah, kulit kering lah, kulit kusam lah, jerawatan lah… Makanya iklan-iklan produk kecantikan masih ada dan masih akan tetep ada. Trus lagi, mending ada gitu produk yang bisa buat semua masalah yang saya sebut di atas itu. Ngga ada. Makanya kadang beli produknya juga macem-macem. Ngga bisa tuh pake satu merek trus langsung cocok. Ada yang nama pelembap, masker, scrub, oil-control, blemish skin, whitening, facial, dan sejumlah tipe perawatan lainnya makin lah bikin alesan belanja tambah banyak. 😆

Ya gimana ya…. Mau bilang punya kepribadian cantik dan menarik lebih penting, kan tetep aja biar bisa dilirik “kepribadiannya” itu, yang diliat pertama pasti wajah dulu. Huuuuu… 😆 Kalo wajah udah ngga menarik, rasanya agak jauh mau liat kepribadiannya juga. Bisa sih, tapi prosesnya lama… *ya ini teori sotoy, but who’s with me?* :mrgreen:

ada apa lagi dengan cantik?