can't get this out of my head, Jalan-jalan, keren!, Kumpul-kumpul

Jalan-jalan Jepang: Kobe City, dari Gunung ke Steak

kobe-818395_1280
Kobe Port

Diingetin Timehop kalau tepat setahun yang lalu saya lagi jalan-jalan ke Kobe bareng Goenrock, dengan cita-cita makan steak daging Kobe yang tersohor (dan mahal) itu. Karena… kapan lagi kan yaaaaa. ūüėā Kobe prefektur¬†merupakan sebuah kota di Teluk Osaka di central Jepang. Kota ini dikenal dengan the signature marbled¬† meat dan pemandangan pegunungan yang membingkai pelabuhan.¬†Tapi ya masalahnya kemaren ke Jepang itu pas akhir musim dingin di mana angin dan cuaca lagi jahanam. Suhu 11 derajat celcius tapi feelnya 3 derajat celcius. Niat berangkat pagi-pagi, tetep aja berangkat kesiangan. Osaka ke Kobe sendiri deket sih, cuma sekitar setengah jam-an gitu. Tapi ya ngapain kan ke Kobe cuma mau makan steak doang. Sekalian piknik lah.

piknik ke Kobe!

Jalan-jalan, keren!, Kumpul-kumpul

Jalan-jalan Jepang: The Famous Omu Rice in Kyoto

Pernah liat video di mana ada Chef dengan ekspresi lucu dan ramah lagi makan Omu Rice ini beredar di timeline Facebook kalian kan ya beberapa waktu yang lalu? Lupa itu video viral dari mana. Yang jelas video yang sama yang membuat kami bertekad mau makan di sini ketika di Kyoto. Hahahaha. Cetek.

19642774_1439639612799246_240305949175721164_n
Chef Yukimura Motokichi

Anyway, itu adalah the famous Omu Rice dari restaurant bernama The Youshokuya Kichi Kichi dan Chef bernama Yukimura Motokichi. Iya, Chef yang ekspresinya lucu itu. ūüėÄ Omu Rice basically adalah nasi goreng pake telur dadar kalau di Indonesia sih. Biasa aja sebenernya. Jadi apa yang bikin di Omu Rice Kichi Kichi ini ngetop banget? Selain enak dengan omelette yang fluffy banget, ya karena sang Chef yang ekspresif itu. Yang tiap masak bikin pertunjukan dan mengajak para pengunjungnya untuk menyemangati dia masak dengan menirukan setiap perintah dia ngomong apa. Hahahahaha. Begitu deh kira-kira.

dinner Omu Rice!

Jalan-jalan, keren!

Jalan-jalan Jepang: Berburu Ninja di Iga

Jadi pas kita nyusun itinerary, ada yang usul “liat ninja dong!”. Wah iya, masak udah jauh-jauh ke Jepang ngga ketemu ninja sih. Hahahahaha. Pergi lah kita ke Iga, sebuah kota di prefektur Mie di mana terdapat Museum Ninja. Tepatnya Ninja Museum of Iga-Ryu. Sekitar 2 jam perjalanan dari Osaka menuju Iga ini.

Screen Shot 2017-05-19 at 9.55.12 PM
di depan tempat Ninja Show

rendezvous with ninja!

Jalan-jalan, keren!, Kumpul-kumpul

Jalan-jalan Jepang: Ghibli Museum

Screen Shot 2017-05-03 at 3.07.51 PM

Saya lupa tepatnya perkenalan saya dengan Ghibli ini. Sudah lama sekali. Awalnya tentu saja Tonari no Totoro alias¬†My Neighbor Totoro. Film Ghibli pertama yang saya tonton. Pada waktu itu saya mendapati diri saya terhipnotis gambar-gambar di TV saya. Saya merasa ada di dunia yang seharusnya di mana kita hidup dan tinggal, bukan dunia yang kita tempati.¬†Sebuah film tanpa penjahat, tanpa adegan perkelahian, tanpa orang dewasa yang jahat, tanpa pertengkaran antara anak-anak, ¬†tanpa¬†monster menakutkan dan tanpa¬†kegelapan sebelum fajar. Sebuah dunia yang,¬†…. eeeeng apa ya…, jinak(?). Sebuah dunia di mana kita bisa bertemu dengan makhluk aneh yang menjulang di hutan, dan kita bisa meringkuk di perutnya kemudian tidur siang. Ya kira-kira begitu kesan pertama saya menonton My Neighbor Totoro.

Perkenalan kedua dengan Ghibli adalah Hotaru no Haka alias Grave of the Fireflies, yang sukses bikin saya nangis-nangis di depan TV sampe ngga nafsu makan dua hari saking ngga habis pikir kenapa orang-orang bisa begitu kejam gara-gara perang. Bhahahahahak. Ya gitu lah kira-kira. Karena setelah itu saya kemudian rajin berburu film-film Ghibli lainnya, besutan Hayao Miyazaki dan Isao Takahata. Tapi film-film Takahata ini entah kenapa lebih dark dibanding buatan Miyazaki.  Ya contohnya di Grave of the Fireflies itu. Tapi dua-duanya oke sih.

main ke Museum Ghibli!

Jalan-jalan, keren!, Kumpul-kumpul

Jalan-jalan Jepang: Museum of The Little Prince in Hakone

Masih soal edisi Jepang, tempat ini adalah my biggest bucket list. Intinya, yang lain ngga jadi ngga apa-apa deh, tapi gue harus di sini! Berangkat sendiri juga ngga apa-apa deh. Ya kurang lebih begitu. Ya yang kenal saya banget, pasti tau lah betapa cintanya saya sama Le Petit Prince ini dan kenapa saya harus harus harus banget ke sini. Ngga perlu diceritain lagi kan ya kenapa. It was written here, there and everywhere.

Lokasi Museum of The Little Prince ini ada Hakone. Jauh dari Tokyo. Sekitar 2 jam dengan beberapa kali ganti kereta. Keretanya pun khusus bernama Odakyu, sebuah perusahaan swasta khusus untuk kereta arah ke Hakone. Ada dua jenis Odakyu line, yang express biasa dan romance car. Harganya agak beda. Bedanya apa? Silahkan check di sini.

Meet the Prince of my dream!