Brainstroming ajah!, can't get this out of my head, just a thought, ngga jelas

Can’t You See It?


Ada satu hal yang menarik perhatian saya dalam hal berinteraksi dengan teman-teman. Mau itu di dunia sosmed atau di dunia nyata. Cara kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh satu sama lain.

Gara-gara rame-rame 4 November yang lalu itu, saya menemukan diri saya sering kali “tenggelam” dalam dialog-dialog konstan dengan beberapa rekan atau menyimak dengan seksama status-status sosmed mereka (beserta percakapan-percakapan di situ), berusaha untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana mereka melihat sesuatu.

Sometimes I’m intrigued to know how they are relating to what I’m actively saying.  I can be discussing nothing of any importance and still feel the urge to inquire as to how my thoughts are being received. It often has a semblance of complete misinterpretation and I am left feeling un-interestingly introverted and often times fervently vulnerable.

Ya begitu lah. Kadang orang kan cuma mau baca apa yang mereka percaya dan denger apa yang mereka mau denger. Sisanya? Not important. 😂😂😂

Well yes, I’m silently judging you. Can’t help it! 😝 

just a thought, ngga jelas

Blogger Itu…

Katanya kamus sih orang yang mengelola blog dan update regularly gitu lah. Trus kalo ngga regular, bukan blogger? 😅


Jadi semalem, iseng scroll-scroll blog sendiri sampe ke tulisan pertama. Tahun 2005. Waaaw sudah selama itu ternyata. 11 tahun. Sudah banyak topik dibahas. Mulai dari hura-hura sampe serius. Gaya tulisan juga berubah banyak dari mulai alay banget sampe sekarang ….. masih tetep alay sih. 😌

Blogger-bloger jaman 2008 pasti masih inget sama idola kawula muda jaman itu karena kumisnya yang mempesona, yang jelas-jelas mengeluarkan statement: Blog itu trend sesa(a)t.

Dulu sih banyak yang ngamuk. Bhahahahahahak. 😂😂

Mungkin sekarang banyak dari kita yang jarang nge-blog dan lebih sering di Facebook, Instagram, Twitter bahkan Path. Tapi sejujurnya sih saya tidak bisa menemukan kualitas tulisan atau story telling di social media manapun sekuat di blog. Facebook is one big rant for the most part. And on Instagram, it’s only photos that pop up and though they are lovely, I crave to know what people are thinking, not just what they see or want us to think their life looks like.

Jadi, setelah 11 tahun, masih mau terus nge-blog? Yah, selama masih butuh mengeluarkan isi kepala, saya masih akan nge-blog kayaknya. Karena Twitter, Instagram, Facebook dan Path tidak cukup buat saya untuk mengeluarkan isi kepala.

Mau trend sesaat atau bukan, I will blogging like it is still cool.


Selamat Hari Blogger Nasional. Kalian udah nge-blog hari ini?

can't get this out of my head, just a thought, ngga jelas

Once Upon a Time

Rapunzel: I’ve been looking out of a window for eighteen years, dreaming about what I might feel like when those lights rise in the sky. What if it’s not everything I dreamed it would be?
Flynn Rider: It will be.
Rapunzel: And what if it is? What do I do then?
Flynn Rider: Well, that’s the good part I guess. You get to go find a new dream.

Ok. This would be a little bit cheesy. But, well, I can’t stand not to write it down here. So bear with me. Haha.

Yes, the conversation is from Tangled, yang ntah kenapa di Indonesia masuk dengan judul Rapunzel. That was my favorite scene and my favorite quotes from that movie. That scene got me like “gosh here goes my child hood dreams!”, trus menatap layar tanpa kedip melihat sekian ribu lantern terbang-terbang ke langit.

Yes, today is my birthday. And after a few hundred thousand days I’ve been through, there’s so many many days that I want to give up my dream but still making dream the next day. Pursuing dreams and how you wish it were a smooth ride, no? Sometime the twists and curves that I’ve been encountered left me full of negative thoughts and doubting my ability.

Tapi seseorang pernah berkata kepada saya, kita harus sadar bahwa kita adalah pilot dari mimpi-mimpi kita, jadi kita harus bertanggung jawab atas mimpi-mimpi kita dan terbang ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi.

I was fail. Over and over. Well, everyone does.

Was I scared? Sure.
Did I care? Nope.

Here is the cheesy part, but Disney teach me how not to stop dreaming. Haha. Karena dengan mempunyai mimpi, kita memberikan diri kita “harapan”. Dan “tujuan”. Berhenti bermimpi, well, sama saja dengan bilang “ya ngga ada yang bisa mengubah takdir sih”. Tapi kan kita ngga tau takdir itu kayak apa. Kalau ngga tau, trus kenapa bisa bilang “ngga bisa mengubah takdir”?

Right?

Itu kalau gagal.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kalau kita merasa sudah meraih mimpi-mimpi kita? Terus sekarang mesti ngapain?

Nah itu, persis kayak pertanyaan Rapunzel di atas. And that’s a good part after making a dream come true. Find a new dream.

Yes, today is my birthday. And after a few hundred thousand days I’ve been through, there were so many many days that I’ve been catching my dreams. Several dreams came true. What would I do next? Finding a new dream for sure.

And today, YOU were my new dream.

Berbagi, Jalan-jalan, Kumpul-kumpul, ngga jelas

Jalan-jalan di One BelPark

Jadi, di daerah bilangan Selatan Jakarta ada mall baru. Tepatnya di daerah Fatmawati. Namanya One BelPark. Sebenernya ya ngga aneh juga. Mall baru kan hampir tiap tahun ada. Hahahahaha. Saya sendiri sudah beberapa kali mampir di mall ini karena deket dari rumah. 😁 Tapi saya ngga pernah keliling-keliling mall ini. Soalnya saya lihat masih banyak tenant yang belum buka. Jadi biasanya kalau ke sini saya langsung menuju XXI, nonton, terus pulang. Karena baru, masih rada sepi kan. Lumayan ngga pake ngantri beli ticket. 😂

12383543_500718913465381_698508469_n

Nah, Sabtu kemarin eh diundang buat liat-liat keseluruhan mall ini. Weh sebagai anak Selatan yang kadang ngga punya pilihan lain selain jalan-jalan di mall, ya berangkat! Ditemani oleh bapak Shawn Maruli, Wakil Presiden Direktur HARMAS – pengembang One BelPark ini, saya dan beberapa blogger lainnya keliling-keliling One BelPark.

Menurut Pak Shawn, One BelPark sebuah pusat gaya hidup dengan konsep urban street style serta pusat pertemuan budaya pop urban, merupakan tempat di mana kaum urban muda dapat bebas mengekspresikan diri. One BelPark sendiri maksudnya One Beautiful Park. Gitu. 😁

ada apa aja di One BelPark?

ngga jelas

Review: Honeywell Aircooler, Penyejuk Praktis Buat Udara Higienis

Kalau ada yang bilang Jakarta itu gerah (panas), ya itu emang general truth sih. Biar pun udah tinggal di Jakarta bertahun-tahun, yang namanya ngerasain gerah dan panas ya tetep aja ngga nyaman. Hahahahaha. 😁

Inget jaman ke Kamboja, seorang teman dari Australia terheran-heran melihat saya kipas-kipas kegerahan dan nyari ruangan ber-AC. “But you came from a tropical country, Chichi!” he said. Dia pikir kalau udah biasa gerah mah, ya ga bakal kipas-kipas kepanasan gitu? Gerah mah gerah aja. Hih! 😂

Nah, habit orang sini kalau sudah gerah karena udara panas kan kalo ngga pake AC, ya kipas angin kan. Saya sendiri punya dua-duanya di apartemen saya. Masalahnya udara terik Jakarta dan gerah yang kadang-kadang bisa seharian dirasain, nyalain AC seharian itu bikin listrik boros, nyalain kipas angin seharian itu bikin masuk angin. Kadang juga kipas angin doang ngga cukup buat mengusir gerah.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya dapat kiriman barang yang namanya Honeywell air cooler.  Sebagai anak milenial yang dikit-dikit googling, hasil yang saya baca sih katanya pake air cooler ini merupakan yang lagi ngetrend untuk mengatasi gerah di negara-negara beriklim kering dan panas. Wah! Layak dicoba! 😄

nyobain air cooler!