Jalan-jalan Jepang: Museum of The Little Prince in Hakone

Masih soal edisi Jepang, tempat ini adalah my biggest bucket list. Intinya, yang lain ngga jadi ngga apa-apa deh, tapi gue harus di sini! Berangkat sendiri juga ngga apa-apa deh. Ya kurang lebih begitu. Ya yang kenal saya banget, pasti tau lah betapa cintanya saya sama Le Petit Prince ini dan kenapa saya harus harus harus banget ke sini. Ngga perlu diceritain lagi kan ya kenapa. It was written here, there and everywhere.

Lokasi Museum of The Little Prince ini ada Hakone. Jauh dari Tokyo. Sekitar 2 jam dengan beberapa kali ganti kereta. Keretanya pun khusus bernama Odakyu, sebuah perusahaan swasta khusus untuk kereta arah ke Hakone. Ada dua jenis Odakyu line, yang express biasa dan romance car. Harganya agak beda. Bedanya apa? Silahkan check di sini.

Meet the Prince of my dream!

Advertisements

Travelog Netherlands: In Windmill We Trust

Kalo ke Belanda ngga liat windmill alias kincir angin rasanya ngga afdol kan ya? Hihihihi.

Ada dua pilihan kalo mau liat kincir angin di Belanda. Bisa ke Zaanse SchansΒ  atau Kinderdijk. Masing-masing punya plus minus sih. Kalo Kinderdijk desanya alami dan memang UNESCO-listed site. Jadi dari awalnya banyak kincir angin di situ. Tapi lokasinya jauh. Sekitar 1 setengah jam-an dari Amsterdam by train or bus, dengan pake acara pindah kereta atau di bus di Rotterdam atau di Utrecht. Tapi kalo kamu stay di Den Haag, Kinderdijk lebih gampang dicapainya. Sementara Zaanse Schans merupakan desa buatan sekitar abad 17. Jadi ngga alami. Tapi jarak tempuh dari Amsterdam lebih dekat. Sekitar 40 menit by bus dan kamu bisa stop persis di depannya Zaanse Schans Museum atau sekitar 17 menit by train tapi agak jalan kaki dikit sekitar 15 menit ke lokasi. Masuk Kinderdijk bayar tiket Euro 7.50 untuk dewasa dan Euro 5.50 untuk anak-anak umur 6-12 tahun. Masuk Zaanse Schans gratis sih.

Kincir Angin!

Travelog Netherlands: The Hague

The Hague or Den Haag, the seat of government of Netherlands where you can find all the government building in here along with the Supreme Court and Council of State.

somewhere in Den Haag

Bersama Yen, legal counsel colleague from Vietnam, dan ditemanin Jemmy, long lost old friend that happens study and Β work in Den Haag but live in Amersfoort, jalan-jalan lah kami ke sana. Well, Den Haag ini menyenangkan sekali kotanya. Ngga terlalu rame, bangunannya cantik-cantik (mungkin karena banyak bangunan pemerintahan) dan yang paling penting beberapa jalan di Den Haag menggunakan nama-nama Indonesia! Ada Riau, Aceh, Sumatera, Cut Nyak Dien, Sutan Sjahrir sampe ke Munir! Kalo sejarahnya kenapa Munir bisa jadi nama jalan di Den Haag udah pada tau lah ya. Kalo yang lain, saya masih belum nemu referensi lengkap kapan tepatnya nama-nama itu jadi nama jalan di Den Haag dan kenapa. Enlighten me, anyone.. anytwo?

denhaagroad

Anyway, ngapain aja di Den Haag?

Den Haag!