
hidup ini…

…that you don't know what you've got 'til its gone


Ah ya, sudah bulan Juli hari ini. Ngga berasa sudah setengah tahun aja berlalu sepanjang tahun ini. Ada yang resolusi tahunan sudah tercapai? ![]()
Lagi berusaha flash back apa saja pencapaian saya setengah tahun ini, tiba-tiba hari ini saya seperti tertohok sesuatu karena melihat mbak-mbak pembersih kamar mandi tadi di toilet.
Sebenernya saya berjuta-juta kali bertemu mereka-mereka yang seprofesi ini. Di kantor, di mall, di bandara, di rumah sakit… Nah si mbak yang saya temui di toilet kantor tadi sedang mengepel lantai toilet ketika saya masuk. Dalam hati saya, saya merasa tidak enak karena saya akan membuat toilet yang sedang di pel si mbak kembali kotor. Saya hendak mengambil wudhu – dan jelas akan membuat lantai kembali becek – , dan saya juga terpaksa menginjak kembali lantai yang sudah di pel tersebut dengan sepatu saya yang nampaknya ga bersih-bersih amat.
Beberapa waktu yang lalu si bos menyuruh saya melakukan perjalanan dinas. Tsaaaaah.. perjalanan dinaaaas!!!
Biasa memang, hanya saja saya sudah lama tidak melakukannya. Sejak saya hamil dan melahirkan tahun lalu ntah kenapa si bos agak segan menyuruh saya melakukan perjalanan dinas. Perjalanan dinas terakhir saya adalah Desember 2007 ketika menghadiri World Conference on Climate Change di Bali. Setelah itu perjalanan saya hanya seputar Jakarta… hihihihi ![]()
RUPS pagi itu, ntah angin apa yang membawa si bos memasukan nama saya ke dalam anggaran dasar perusahaan. Dan pagi – subuh lebih tepatnya – berikutnya, saya telah berada di dalam sebuah pesawat yang membawa saya menuju kota Makasar untuk menghadiri sebuah meeting di salah satu Bank di kota itu. Perjalanan dinas kali ini kembali mengingatkan saya bahwa iPod, buku bacaan yang terlihat serius, dan berkas-berkas pekerjaan masih merupakan senjata yang cukup ampuh – ketika harus pergi sendiri – untuk mengusir om-om gendut riwil sok tau yang dengan ngototnya menuduh saya masih mahasiswa dan tidak percaya bahwa saya menuju makasar untuk meeting. ![]()
Pernah nonton The Borrowers? Itu looh cerita soal mahluk kecil-kecil yang tinggal di rumah kita dan suka meminjam-minjam beberapa barang tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Dan mereka juga sangat menjaga eksistensinya dari penglihatan “human beans” alias manusia biasa. Kalo baca buku dongengnya atau nonton filmnya sih, lucu banget! ![]()

Lalu kenapa saya ngomongin soal The Borrowers? Oke.. here’s come the story..
Disclaimer: Posting panjang dan banyak photo loooh.. harap berhati-hati hohohoho ![]()

Yes.. hari Rabu tanggal 8 April 2009 kemaren saya memang nonton Jamiroquai Yes It’s True Live in Concert di Sentul City Convention Center. Agak lucu mengingat sejarah panjang saya bisa nonton konser ini. Pertama kali dengar Jamiroquai mau konser di Indonesia adalah beberapa hari menjelang Java Jazz Festival kemaren. Wooow!
Saya langsung melonjak kegirangan. Gimana ngga.. I’m the big fan of Jamiroquai since 1992 ketika pertama kali mereka tampil dengan single When You Gonna Learn. Sempet ikut fans clubnya waktu masih SMA… (hanjritoooz!
fans cluuub.. mwahahahahahaq
), dan makin jatuh cinta dengan gaya petakilannya di video clip Virtual Insanity di tahun 1996. Jadi.. jadi.. nonton Jamiroquai live is like a dream come true!!!! Tapi waktu itu masih sempat meragu akan kepastikan jadinya konser mengingat konser akan dilaksanakan pada tanggal 8 April 2009 which is hanya sehari menjelang Pemilu legislatif. Waduh!!! Saya pun mengendurkan niat menonton konser itu, tapi tetap terus memantau situs konser Jamiqouai. Dua minggu menjelang konser, masih belum ada tanda-tanda konser akan jadi. Sama sekali tidak ada iklan, gembar-gembor… bahkan ticket box pun hanya ada di Simprug di kantor Java Festival Production. Menjelang awal bulan April, tiba-tiba di situs itu terpasang photo Jay Kay bersama Direktur JFP dengan tulisan 100% jadi manggung!!! Woo hoo!!
Saya kembali melonjak-lonjak kegirangan. Sejak hari itu langsung terpasang nama-nama ticket box tempat di mana bisa membeli tiket. Tapi niyat saya kembali kendur demi melihat harga-harga tiketnya. Gilak! Mahal banget!! Bahkan penyedia Kartu Kredit saya pun hanya memberi diskon 15% untuk setiap tiket yang dibeli. Masih termasuk mahal untuk ukuran saya. beuh!! ![]()
Ketika menimbang-nimbang untuk membeli tiket atau tidak, tiba-tiba Tata memberitahu saya bahwa ada diskon khusus untuk pelajar dan mahasiswa untuk membeli tiket. Ga tangung-tanggung, diskonnya 60%!! Saya segera mencari pinjaman kartu mahasiswa.. hihihihi.. Dengan membajak Irma, teman sekantor saya yang masih punya kartu mahasiswa, saya pun bela-belain menuju Simprug untuk membeli tiket. Meskipun pulangnya nyasar jauh banget!!! mwahahahahahahahahaq!!! ![]()
Sekerat Cerita Penanda
It's a good time to have a random chit-chat
milly bagi2 cerita
A Blog of Disty Julian
not a food blog
Just another WordPress.com site
my life and journeys
Perjalanan memberi kita kesempatan untuk mulai dari awal lagi... dan menjadi kepribadian baru" Semakin gelap malam... semakin dekat dengan fajar...
Travel Stories