Brainstroming ajah!, Curhat Colongan, Dodolz, just a thought, ngga jelas

hidup ini…

Snapshot 2009-07-29 16-20-05

Hal-hal itu buruk terjadi sebenarnya adalah untuk mengingatkan kita agar menghargai hal-hal baik ketika hal-hal baik tersebut datang.

oh well saya mendengar beberapa hal mengenai kebencian dan ketidakpuasan dan keluhan ini dan itu dan semua itu membuat saya pengen mentung-mentung orang-orang itu dan teriak di kuping mereka;  hey life is short, enjoy it now! Sure, I’m not always in a happy mood. Kadang-kadang, dibutuhkan kerja keras ketika akhirnya saya sampai di ambang batas kesabaran saya, tapi serius, hal-hal yang biasanya kita keluhkan tidak akan serta merta menghilang ketika kita melihat ke gambaran yang lebih besar.

Kita harus tetap ingat bahwa suatu hari nanti “pertunjukan” kita ini bakal berakhir, jadi kenapa tidak kita tinggalkan saja semua yang sudah terjadi di masa lalu dan menikmati apa yang kita telah dapatkan sekarang.

That’s what we called : Life.
Curhat Colongan, iseng!, lagi mellow, ngga jelas

Perfectly Unperfect?

alone_by_hidden_target

Kadang-kadang, meskipun kita berubah, orang lain disekitar kita tidak ikut berubah.. lalu kita menyadari bahwa kita terpaksa terus hidup kembali di dalam neraka yang sebenarnya kita tahu pasti harus kita hancurkan.

Kesalahan terbesar mungkin merupakan kesalahan yang paling sulit untuk disembunyikan. Saya terus bertanya, tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban …

When will I ever escape this?

As hard as I try, I will never escape it.

I play games with myself, dan berusaha percaya bahwa pada akhirnya, apapun hasilnya, saya lah pemenangnya. Karena saya percaya kalau saya masih tetap berada di dalam kontrol, bahkan ketika saya sadar bahwa sebetulnya saya tengah berilusi. It’s comforting.

Yes, denial is a comfort.

But who’s to say it’s not true anyway? Rasa itu membawa saya ketempat di mana saya semestinya berada. Bahkan ketika rasa itu hanya sesaat, I’m there. I get a place, untuk melupakan kecemasan saya dan take care of myself, untuk menutup diri dari dunia luar sana dan menjadi pusat dari dunia yang saya ciptakan sendiri. Dan ketika perjalanan di sana terlalu cepat dan saya kehilangan keseimbangan, hanya saya lah satu-satunya orang yang bisa mengatakan kapan waktunya untuk bangun dan memulai kembali. Bukan orang lain.