Membosan

Jadi gini…
tadi sempat terlintas pertanyaan di benak saya…
Kalo masalah itu bisa ada penyelesaiannya dan bisa dipecahkan, berarti kita ngga perlu cemas khawatir akan masalah. Tapi kalo masalah itu ternyata ngga ada jawabannya, berarti ya ngga ada gunanya juga untuk cemas dan khawatir.
Eh?
…………………………………………………………………..
Nevermind! screw this people..
saya hanya meracau.
ya ya… saya sedang membosan.
sangat.
Apakah Kamu “High Maintenance”?

“Jangan dia, high maintenance tuh… bangkrut nanti kamu”. Begitu nasihat seorang teman kepada teman pria (X) ketika makan siang bareng tadi di sebuah food court. Nasihat itu meluncur ketika si teman (A) memergoki si teman pria ini sedang curi-curi pandang ke arah seorang sekretaris anak perusahaan (B) – yang sedang makan di sebuah meja di sudut seberang bersama beberapa sekretaris lainnya – yang emang secara penampilan oke banget.
Nasihat tersebut berlanjut dengan kata-kata kira-kira seperti ini: “tuh liat merek baju yang dia pakai, belum make up nya, belum tatanan rambut… udah gitu lo liat dong gadgetnya, masak cuma sekretaris doang bisa nenteng-nenteng Blackberry dan iPhone sekaligus. Padahal gajinya berapa sih? Tuh tanya Chic yang nyimpen data semua gaji karyawan”.
Eh? Tiba-tiba saya serasa keselek bakwan malang yang saya pesan tadi. Kok saya dibawa-bawa sih… ![]()
high maintenance?
Vio potong rambut!
Jadi… hari Sabtu minggu lalu itu adalah pengalaman pertama Vio ke salon.. hihihihi. Rambut Vio sudah gondrong banget. Lucu sih sebenernya. Tapi kasihan karena Vio merasa risih. Bentar-bentar garuk-garuk kuping. Belum kalo kepalanya basah keringat sehabis lari-lari. Karena Vio termasuk anak yang aktif, mau ngga mau ya kepalanya sering basah.
Biar pun lucu, akhirnya saya memutuskan untuk memotong rambut Vio. Berhubung saya ngga terampil memotong rambut – dulu pernah waktu eSDe nyoba motong poni sendiri, walhasil jadi kayak orang-orangan sawah – dibawalah Vio ke sebuah salon khusus anak-anak di Senayan City. Salonnya lucu, penuh dengan mainan anak-anak. Tempat duduknya pun kayak mainan-mainan di sarana bermain. Ada mobil-mobilan, motor-motoran, kuda-kudaan. Di depan masing-masing tempat duduk itu ada televisi, mungkin maksudnya biar si anak anteng nonton tivi. ![]()
what a wonderful Indonesia

Ya ya… maaf kalo saya ikut-ikutan menulis soal batik. Tapi saya suka sekali hari ini di mana setiap orang yang saya temui memakai batik dengan berbagai corak dan warna. Mulai dari berangkat kerja, sampe gedung kantor, pas makan siang.. setiap tempat dipenuhi dengan orang-orang berbatik. Aduuuh sumpah saya suka sekali melihatnya. Entah kenapa ada rasa bangga terselip di situ. Sampe-sampe kalo bertemu dengan orang-orang yang tidak memakai batik, rasanya itu orang seperti salah kostum… hihihihihi