Apakah Kamu “High Maintenance”?

hm

Jangan dia, high maintenance tuh… bangkrut nanti kamu”. Begitu nasihat seorang teman kepada teman pria (X) ketika makan siang bareng tadi di sebuah food court. Nasihat itu meluncur ketika si teman (A) memergoki si teman pria ini sedang curi-curi pandang ke arah seorang sekretaris anak perusahaan (B) – yang sedang makan di sebuah meja di sudut seberang bersama beberapa sekretaris lainnya – yang emang secara penampilan oke banget.

Nasihat tersebut berlanjut dengan kata-kata kira-kira seperti ini: “tuh liat merek baju yang dia pakai, belum make up nya, belum tatanan rambut… udah gitu lo liat dong gadgetnya, masak cuma sekretaris doang bisa nenteng-nenteng Blackberry dan iPhone sekaligus. Padahal gajinya berapa sih? Tuh tanya Chic yang nyimpen data semua gaji karyawan”.

Eh? Tiba-tiba saya serasa keselek bakwan malang yang saya pesan tadi. Kok saya dibawa-bawa sih…  
Sementara si teman X ini hanya senyum-senyum mesem sambil menikmati makan siangnya. Saya yang sedang asik menghirup kuah bakwan malang pesanan saya tadi, mau ga mau jadi ikut melirik ke arah si B yang lagi diomongin itu. Ya ya, secara fisik dan penampilan si B ini emang oke banget. Baju jelas merek terkenal yang ga murah-murah amat.  Tas & sepatu, jangan ditanya deh. Belum gadget-gadgetnya itu. Perlu saya sebut juga merek mobilnya? Hihihihihi

Ah ya, saya terlibat lagi dipercakapan macam ini. Serasa déjà vu. Kapan tau itu, si X ini pernah melirik-lirik juga pada manajer kantor sebelah (si C) yang masih single dan penampilan oke. Di food court yang sama. Dinasehatin hal yang sama dengan teman yang lainnya. Waktu itu saya sampe buka survey kecil-kecilan lewat status facebook dan plurk mengenai cewek High Maintenance ini, dan rata-rata menjawab, “ya kalo si perempuannya emang mampu kenapa ga? Jadi high maintenance ngga dosa kok”.

Lah ya saya jadi inget. Kemaren si X melirik si C kok ya dinasehatin yang sama juga. Padahal si C ini Manajer HRD, di perusahaan pertambangan batu bara besar di Indonesia. Kurang mampu apa coba. Saya yakin tanpa harus punya pacar atau suami tajir pun si C ini bisa banget membiayai dirinya sendiri untuk ber – high maintenance – ria… hihihihihi

Saya jadi melirik penampilan saya sendiri. Jangan-jangan saya ini juga sering di-cap high maintenance? Katanya kalo mampu jadi high maintenance itu ga salah, kok tiap kali melihat perempuan yang terlihat “wah” masih alergi juga sih. Padahal kan mampuuuuuuuuuuu… haqhaqhaqhaqhaq

High maintenance? Hmmmmmmm.. situh sirik aja kali!!

65 thoughts on “Apakah Kamu “High Maintenance”?

  1. Wanita yang sudah high maintenance kan ndak butuh uang lagi. Wanita butuh cinta yang tidak bisa dibayar dengan uang *sok ngrusuhi*

  2. emang minder aja kali si cowok2 itu.. :p high maintenance itu malah bagus.. cewe cantik, bersih, wangi, gaya, karirnya bagus. i’ll fall with that kind of girl..😀

  3. he he.. ‘maintenance’ buat cewek2 harusnya emang penting yaa.. biar always cantik, menarik dan lbh menghargai diri..😆
    nah kalo misalnya jatoh2nya jadi ‘high’ karena memang kebutuhan dan mampu, ya kenapa engga..? ya kan Chi..😀 he he.. stujaaa!
    jd buat cowok2 yg ga pede sama cewek high maintenance… umm.. no comment deh..:mrgreen:

  4. Kutipan dari Friends :

    Chandler: I’m sorry. You’re not easy-going, but you’re passionate, and that’s good. And when you get upset about the little things, I think that I’m pretty good about making you feel better about that. And that’s good too. So, they can say that you’re high maintenance, but it’s okay, because I like…maintaining you.

  5. Tapi beneran kok ada yg gitu…Gue sih blm pernah ngalamin sendiri, tapi kata temen gue, ada juga yg butuh minimal penghasilan sekian buat “masuk” dalam kehidupan dia…secara ya itu tadi, dia high maintenance…

    Walopun gue yakin ga semua wanita seperti itu….

  6. Nggak selalu yang terlihat oke, high maintenance lho.
    Ada cewek yang selalu tampil cantik, rambutnya bagus dan bajunya oke…kalau sepatu dan tas kan memang lebih awet.
    Ternyata, tahu nggak, baju tadi belinya juga ga mahal amat…dan dibelakang kantor saya (dulu, sebelum pensiun), ada Plasa (Benhil), yang ada beberapa toko yang jual baju kantor bagus-bagus dan murah…malah kalau dagangan datang, encik suka nelpon kasih tahu. Juga ada salon, yang ternyata buka jam 5.30 pagi..jadi yang mau rambut nya di blow, tinggal pergi ke salon tsb sebelum ke kantor…atau ke kantor dulu, absen baru ke salon…hehehe….

    Tapi aku pilih santai aja kok Chic…penampilan oke memang butuh waktu yang lebih untuk persiapan…

    1. ma kasih Bu Enny..:mrgreen:

      ya maksudku emang gitu Bu, saya sih santai aja.. urusan amat sama orang gitu…
      cuma sebel aja, katanya kalo emang mampu ga apa-apa, tapi giliran liat cewek “wah” sedikit aja langsung pada alergi.. Ga konsisten!😆

    1. wew malh lupa kasi komeng, doh..!!! itu kan g tau aja ya lelaki nya padahal peralatan perang prempuan g slalu harus kudu wajib muahal.

      lha wong belanja aja liat yang ada merek “SALE” nya😀
      *ngomongin didi sendiri*

  7. High maintenance ato ngga itu tergantung cowo nya aja, kalo cowo nya bisa mengendalikan semuanya bisa kok…. kalo aku sih ngga suka bedak yang terlalu tebal, baju yang terlalu mahal untuk material yang sama, mahal karena merk, dsb…..

  8. hahaha..bener2.
    mungkin aku belum ngerasain dunia kerja kali ya.

    tp klo emang mampu dan hasil dari dia sendiri,knapa enggak?
    sah2 sajaaa…

  9. cuma strategi A aja buat promosiin diri
    kalo bahasa yang lebih terus terangnya :
    “Dari pada die, mending lu pilih gue aja neh, lebih handal, mesin bandel, dan mudah perawatannya”😀

  10. seneng deh liat cwek merek merekan gtu *oppss bisa salah kaprah ni kalo salah bunyi bacanya*. yang pasti selama dia mampu kenapa enggak . ya ngga ya nggak (ngangguk2)

  11. hahahahhahahahhaha……..
    high maintenance,…….
    tergantung persepsi org yg ngasii persepsi (halaaaaaah phaan segh…..hahahhah)
    saran bwt si X back to re self
    mw keju……ato singkong??? (hwahahahhaha malah mirip lagu jaduL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s