Berbagi, tukar pikiran

Kebutuhan dan Hak Perempuan Bekerja

Selasa tanggal 10 Mei 2011 yang lalu, di Obrolan Langsat alias Obsat, ternyata dibahas mengenai kebutuhan dan hak para perempuan yang bekerja. Hari gini sih perempuan yang memiliki dua peran: bekerja dan menjadi ibu sudah sangat lazim ditemukan. Sebuah tema yang menarik, sayangnya saya waktu itu tidak sempat hadir karena harus menjadi pembawa acara di deklarasi komunitas Asean Blogger – Indonesia (cerita soal ini nanti saya bahas di postingan lain, kalo ga lupa :mrgreen: ).

Berhubung saya ngga sempat hadir ke situ, dan merasa tema ini sangat menarik. Saya jadi pengen ikut ngebahas ah… 😀

apa saja hak dan kebutuhan perempuan bekerja?

tukar pikiran

Mari Bicara Soal Asuransi

Apa yang terlintas dibenak kamu ketika mendengar kata Asuransi? Semacam kata-kata yang malesin banget buat dibahas? Paling sebel kalo ditelfon sama agen yang kadang-kadang maksanya kebangetan? Atau merasa aman karena sudah ditanggung semua sama kantor, jadi ya gitu deeeeh kalo ngomongin asuransi… :mrgreen:

Ya ya.. sebenernya yang di atas itu terjadi pada saya. 😛 Ntah kenapa saya paling anti ngomongin asuransi. Paling males lagi kalo ditelfonin sama agen-agen. Belum lagi kalo udah dibilang “ga tertarik” eh si agen masih aja nyerocos panjang lebar. Pernah sih akhirnya hape saya geletakin aja gitu di meja gara-gara sebel sama agen asuransi yang ngga bisa dibilang “ngga”. 😆 😛

Well, selain karena saya dan anak saya memang sudah full payment ditanggung kantor masalah asuransi kesehatan dan jiwa, ditambah trauma masa lalu orang tua saya terhadap asuransi yang mendadak tutup alias bangkrut pada saat jatuh tempo klaim seharusnya keluar, membuat saya semakin sebal berurusan dengan asuransi. Jadi ya karena segala jenis penyakit saya udah ditanggung kantor termasuk kehamilan, maka asuransi yang saya punya hanyalah asuransi terhadap property-property saya, yaitu rumah dan kendaraan.

ngomongin asuransi yuks!