Yes. Balikpapan salah satu kota di Kalimantan Timur situ. Pertama kali saya menginjakan kaki di kota itu. Hahahahaha. ๐ Business trip sebenernya. Cuma dua hari. Tapi saya sempatkan mengunjungi beberapa tempat mumpung di sana dan saya punya beberapa jam sebelum penerbangan saya kembali ke Jakarta.
Jadi apa saja yang bisa dilihat dan dinikmati di Balikpapan?
Yes, masih lanjutan #brikpiknik kemarin, hari kedua kami berangkat ke Bromo demi sunrise paling cantik sedunia itu. ๐ Berangkat jam 12 malam dari hotel di Batu yang ngga pernah kami tiduri itu karena kudu upload konten paling keren selama ke Batu Secret Zoo dan Museum Angkut, kami pun memutuskan untuk tidur di bus aja! Hahahahahaha. ๐
Jarak perjalanan dari Batu ke Bromo kurang lebih 3 jam, untuk sampe ke mobil jeep yang akan membawa kami ke bukit Penanjakan. Dari ganti jeep sampai ke bukit Penanjakan kurang lebih satu jam. Ya lumayan kan buat tidur.
Tadinya mau ke bukit Penanjakan 1, tapi jalanan sudah macet banget waktu itu. Jadilah kami cuma sampe bukit Penanjakan 2. Langsung berjuang menembus lautan jeep dan manusia yang juga mau menikmati sunrise hari itu di ย Penanjakan 2. Untungnya kami dapat tempat strategis di puncak banget, meskipun naiknya penuh perjuangan. ๐ Bonus, langitnya kece berat!
Kalau ada yang mengikuti akun-akun sosial media saya, pasti sudah pada tau kalo weekend minggu lalu saya dan beberapa teman jalan-jalan ke Malang dan Bromo dengan tema #brikpiknik.
TENTANG BRIKPIKNIK
Apa itu #brikpiknik? ย Jalan-jalan bawa miniatur kami masing-masing dalam bentuk brik. ๐ Berawal dari Om Ded, sang ketua kelas kami yang hobby banget ngerakit-rakit brik dan bikin video stop motion dari brik. Saya sendiri pernah terlibat di salah satu video dengan tajuk #brikmudik di bulan puasa kemarin.
Seru? Jelas sekali. Buktinya begitu semua photo piknik muncul di kanal-kanal sosmed, semua sirik pengen ikutan! ๐ #brikpiknik kali ini terbagi menjadi beberapa kelas. Nah, Malang – Bromo ini adalah kelas A. Ini dia teman-teman sekelas saya! ๐
ada yang kalian kenal? ๐
Kebetulan di kelas ini, saya menjadi ketua regu B yang kita kasih nama Geng #Modus. Terdiri dari saya, Ratri, Leni, Alin dan Nino yang paling ganteng sendiri. Hehehehehehe. ๐
Oke, sekian dulu perkenalan #brikpiknik. Langsung ke cerita jalan-jalan ah. Ngapain aja kami di sana?
Kalo ke Belanda ngga liat windmill alias kincir angin rasanya ngga afdol kan ya? Hihihihi.
Ada dua pilihan kalo mau liat kincir angin di Belanda. Bisa ke Zaanse Schansย atau Kinderdijk. Masing-masing punya plus minus sih. Kalo Kinderdijk desanya alami dan memang UNESCO-listed site. Jadi dari awalnya banyak kincir angin di situ. Tapi lokasinya jauh. Sekitar 1 setengah jam-an dari Amsterdam by train or bus, dengan pake acara pindah kereta atau di bus di Rotterdam atau di Utrecht. Tapi kalo kamu stay di Den Haag, Kinderdijk lebih gampang dicapainya. Sementara Zaanse Schans merupakan desa buatan sekitar abad 17. Jadi ngga alami. Tapi jarak tempuh dari Amsterdam lebih dekat. Sekitar 40 menit by bus dan kamu bisa stop persis di depannya Zaanse Schans Museum atau sekitar 17 menit by train tapi agak jalan kaki dikit sekitar 15 menit ke lokasi. Masuk Kinderdijk bayar tiket Euro 7.50 untuk dewasa dan Euro 5.50 untuk anak-anak umur 6-12 tahun. Masuk Zaanse Schans gratis sih.
The Hague or Den Haag, the seat of government of Netherlands where you can find all the government building in here along with the Supreme Court and Council of State.
somewhere in Den Haag
Bersama Yen, legal counsel colleague from Vietnam, dan ditemanin Jemmy, long lost old friend that happens study and ย work in Den Haag but live in Amersfoort, jalan-jalan lah kami ke sana. Well, Den Haag ini menyenangkan sekali kotanya. Ngga terlalu rame, bangunannya cantik-cantik (mungkin karena banyak bangunan pemerintahan) dan yang paling penting beberapa jalan di Den Haag menggunakan nama-nama Indonesia! Ada Riau, Aceh, Sumatera, Cut Nyak Dien, Sutan Sjahrir sampe ke Munir! Kalo sejarahnya kenapa Munir bisa jadi nama jalan di Den Haag udah pada tau lah ya. Kalo yang lain, saya masih belum nemu referensi lengkap kapan tepatnya nama-nama itu jadi nama jalan di Den Haag dan kenapa. Enlighten me, anyone.. anytwo?