Travelog Netherlands: The Hague

The Hague or Den Haag, the seat of government of Netherlands where you can find all the government building in here along with the Supreme Court and Council of State.

somewhere in Den Haag

Bersama Yen, legal counsel colleague from Vietnam, dan ditemanin Jemmy, long lost old friend that happens study and  work in Den Haag but live in Amersfoort, jalan-jalan lah kami ke sana. Well, Den Haag ini menyenangkan sekali kotanya. Ngga terlalu rame, bangunannya cantik-cantik (mungkin karena banyak bangunan pemerintahan) dan yang paling penting beberapa jalan di Den Haag menggunakan nama-nama Indonesia! Ada Riau, Aceh, Sumatera, Cut Nyak Dien, Sutan Sjahrir sampe ke Munir! Kalo sejarahnya kenapa Munir bisa jadi nama jalan di Den Haag udah pada tau lah ya. Kalo yang lain, saya masih belum nemu referensi lengkap kapan tepatnya nama-nama itu jadi nama jalan di Den Haag dan kenapa. Enlighten me, anyone.. anytwo?

denhaagroad

Anyway, ngapain aja di Den Haag?

First stop is Madurodam.

Madurodam adalah sebuah kota miniatur Belanda dengan bangunan-bangunan khas daerah masing-masing yang terletak di daerah Scheveningen. Tempatnya menyenangkan sekali. Berasa raksasa Gulliver di negeri liliput. Heheheheheh. Buat yang pengen tau dan dapet insight soal sejarah Belanda sekaligus melihat bangunan-bangunan khas di kota-kota di Belanda, kamu wajib ke sini. Tempatnya ngga terlalu gede kok. Satu setengah jam cukup lah buat keliling-keliling di sini sekaligus bikin photo-photo seru!

Tempat kedua yang kami datangin di Den Haag adalah the Peace Palace atau Vredespaleis atau disebut juga sebagai the International Court of Justice. Bangunan ini merupakan icon kota Den Haag. Tempat yang selalu gue tulis jaman masih suka nge-draft bikin perjanjian bilateral antar negara. Hahahahahaha.



Ngga bisa masuk sih, karena sebenernya tempat ini adalah kantor. So it is not open for public. Bisa sih, tapi arrange group guided tour gitu maksimal 20 orang dan kita bisa melihat-lihat beberapa ruang pengadilannya. Tour ini harganya Euro 9.50 dan ngga setiap weekend ada. Tapi visitor centre yang bisa dikunjungi kalo ingin mempelajari sejarah gedung ini. Kalo tertarik ikut tour-nya, informasi kapan tour akan diadakan tersedia di websitenya.

The wishing tree of peace infront of Visitor Center

Saya sih cuma ngintip-ngintip dari pager aja udah happy. Akhirnya liat bentuk aslinya bok setelah sekian lama cuma bisa nulis namanya doang. Hahahahaha.

Dari sini kami keliling-keliling di pusat kota. Melihat-lihat kompleks gedung parlemennya alias gedung MPR/DPR-nya Belanda. Kayak gini bangunannya. Keren?

Ngga kayak di Jakarta, masuk ke sini ngga pake dicegat satpam ditanyain mau ke mana ketemu siapa di lantai berapa dan kudu ninggalin KTP. Ngga. Ngga ada satpam malah. Bisa bebas duduk-duduk dan photo-photo di depannya. Kalo di Jakarta mah duduk-duduk di depan gedung MPR/DPR malah di kira demo trus diusir petugas. Bhihihihik. Dan kalo pagi, menurut Jemmy, kita bisa lihat anggota-anggota parlemen itu datang ke kantor lengkap dengan office suit-nya naik sepeda. Yes! Naik sepeda. Ngga usah disebutin lah ya anggota MPR/DPR kita naik apa ke kantor?


Bangunan terakhir yang kami kunjungi di Den Haag adalah Paleis Noordeinde alias istana raja. Istana ini masih dipake sebagai tempat kerja raja. Kalo ada raja atau ratu atau prince/princess-nya lagi di situ, bendera di atas bangunan ini akan dinaikan. Sebagai pertanda kalo lagi ada yang bekerja. Kadang-kadang mereka suka iseng keluar balkon trus dadah-dadah. Dih!

Istana-nya ngga terbuka untuk umum, tapi kita bisa mengunjungi tamannya alias Palace Garden. Sayang karena kami sudah kesorean banget waktu sampe sana, jadi tamannya sudah tutup. Lagian udah hujan gerimis juga sih waktu itu.

Anyway, masih banyak yang belum diliat di Den Haag ini. Definitely gonna come back someday!

11 thoughts on “Travelog Netherlands: The Hague

  1. Amsterdam lebih bising dan sedikit lebih kotor, memang. Depan Paleis Noordeinde itu ada taman lucu dengan monumen dan batu besar buat tempat duduk. Dulu aku sering ke situ bawa buku, cookies, dan kopi… gelundungan baca buku kalau hari lagi cerah. Kota yang menyenangkan😀 Balik lagi Chi, kunjungin juga Breda, Leiden dan Maastricht. You’ll love it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s