Travelog: Balikpapan

Yes. Balikpapan salah satu kota di Kalimantan Timur situ. Pertama kali saya menginjakan kaki di kota itu. Hahahahaha. 😁 Business trip sebenernya. Cuma dua hari. Tapi saya sempatkan mengunjungi beberapa tempat mumpung di sana dan saya punya beberapa jam sebelum penerbangan saya kembali ke Jakarta.

Jadi apa saja yang bisa dilihat dan dinikmati di Balikpapan?

PANTAI MELAWAI

Tempat nongkrong sore-nya kawula muda Balikpapan nampaknya, meanwhile di Jakarta daerah Melawai sudah kehilangan pamor sebagai tempat nongkrong sejak tahun 90an akhir. Hahahahaha. πŸ˜‚ Ya beda juga kali!Β Lokasinya di pinggir jalan di pusat kota sehingga mudah untuk ditemukan yang membuat pantai ini ramai dikunjungi orang, khususnya orang yang kayak saya yang datang ke Balikpapan buat kerja dan bukan piknik tapi pengen menikmati sunset. πŸ˜‚

Sayangnya kemaren ngga dapet sunset yang terlalu bagus sih. Begitu agak turun ke bawah ketutupan ntah awan atau asap. Boo hoo! *penonton kecewa* 😐

Kalau sore, sepanjang pantai ini dipenuhin samaΒ banyak pedagang yang menjajakan makanan mulai dari makanan ringan, minuman hingga makanan berat. Yang paling penting dicobain adalah pisang gapit, pisang yang dimasak di atas wajan datar dan setelah matang disiram dengan saus gula merah yang manis. ENAK!

penampakan pisang gapit

KEPITING DANDITO

Bukan. Itu bukan jenis baru spesies kepiting. Dandito merupakan restoran yang menyajikan makanan jenis kepiting, dengan jenis bermacam-macam, mulai dari kepiting jantan, telur dan soka, dan dengan saus macam-macam. Dari awal saya menginjakan kaki di Balikapan, semua orang menyarankan saya untuk pergi ke restoran ini. Untungnya ada Zia dan istri yang berbaik hati menemani dan mentraktir saya makan di sini malam itu. Hahahahahaha. Terima kasih kaliaaaaan. *cium-cium gemes Al*

Kalau kalian berkunjung ke kota ini, mampir ke restoran Dandito ini semacam wajib hukumnya. Kepiting saus Dandito-nya rasanya juara sodara-sodara! ENDEUS! πŸ˜‹ Ngetik ini aja, saya sambil ngeces-ngeces membayang rasa saus kepitingnya itu. Udah gitu porsinya pun juara! Aduh. Jadi pengen lagi.

Β 

PENANGKARAN BUAYA TERITIP

Salah satu alternatif wisata di Balikpapan yang tidak jauh dari pusat kota adalaha penangkaran buaya Teritip ini. Sekitar 30 menit atau sekitar 28 KM dari pusat kota. Ditemani seorang rekan kantor Balikpapan, saya berkunjung ke sini kemaren sebelum menuju bandara. πŸ˜‚
Bisa ngapain di sini? Liat buaya-buaya yang pasti. Buaya yang idupnya di air, bukan cuma di darat. #eh πŸ˜‚ Katanya sih ada sekitar 1400-an ekor buaya di sini. Wiiih! Sayangnya pasΒ berkunjung ke sana kemarin, ngga ada petugas yang bisa saya tanya-tanya mengenai apa saja yang ada di situ. Jadi ya saya keliling aja sendiri dan mendapati kenyataan bahwa pintu yang menghalangi kadang-kadang buaya ini semua hanya terbuat dari kayu yang tidak kokoh dan banyak yang bolong. Bayangkan kalo suatu saat buaya-buaya meloloskan diri keluar. Hiiiiii. 😝


PANTAI LAMARU

Pantai ini terletak tidak jauh dari Penangkaran Buaya Teritip. Jadi ya saya ke pantai ini sekalian lewat. Pantainya bersih, begitu kesan pertama saya. Karena saya ke situ bukan di weekend, jadi tempat ini sepi. Tetapi katanya kalau weekend tempat ini ramai dengan wisata air. Ada banana boat, paralayang dan lain sebagainya. Plus orang-orang yang piknik karena di depan pantai ini ada hutan pinus yang bersih dan rindang, buat yang ngga suka panas-panasan di pantai. Hehehehe. 😁


Saya ngga tau apakah pantai ini punya sunset atau sunrise, tapi yang pasti tempat bisa jadi sanctuary buat mencari ide kalo lagi bosen. Asal suasananya persis kayak pas saya datang kemaren. Sepi dan pengunjungnya cuma saya dan temen kantor saya. Hahahaha. 😌

Kalian udah pernah ke Balikpapan? Ada rekomendasi tempat piknik lainnya?

19 thoughts on “Travelog: Balikpapan

  1. loh. aku ke balikpapan sepuluh tahun lalu juga perginya persis ke tempat yang kamu kunjungi ituπŸ˜† melawai, buaya, lamaru, tapi kepitingnya waktu itu aku ke kepiting kenari. oh iya satu lagi.. ke kebun sayur nyari oleh-olehπŸ˜€

    1. kemaren diajakin ke kebun sayur, aku ngga mau. Abis katanya adanya batu akik, kan males. Bhahahahak.

      Berarti 10 tahun, masih gitu-gitu aja ini kota ya?

      Kemaren sempet nanya kepiting kenari, tapi kata Zia udah ngga enak. Pas lewat sih sepi banget resto-nya. Hihihihi.

      1. iya ya masih gitu-gitu aja. melawai juga masih begitu. pisang gapitnya ya gitu juga (ya pisang emang mau gimana lagi)πŸ˜„ dulu belom ada dandito makchic, cuma ada kepiting kenari yg masih ngehits hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s