So, it’s a new year, yeah? Ga ada bedanya… Seperti kata Desti dipostingan tahun baru-nya itu, tahun baru tak ubahnya seperti perpindahan dari menit ke tujuh ke menit delapan. Tidak istimewa, apalagi spesial.
Category: Curhat Colongan
Antara Gaul dan Sombong
Haduuuuh… lama ngga apdet! Sehabis long weekend kemarin, seminggu ini saya sibuk pelatihan. Jadi lah, pekerjaan kantor saya kerjakan sepulang pelatihan. Akhirnya, waktu saya tersita. Boro-boro bisa blogwalking. Lah nengok blog sendiri ngga… Hari ini saya membuka google reader, angka yang tertera mendekati seribu! *pingsan* Jadi maafkan kalo belum bisa mampir ke blog kaliyan… huhuhuhu… ![]()
Dear Papa
Membosan

Jadi gini…
tadi sempat terlintas pertanyaan di benak saya…
Kalo masalah itu bisa ada penyelesaiannya dan bisa dipecahkan, berarti kita ngga perlu cemas khawatir akan masalah. Tapi kalo masalah itu ternyata ngga ada jawabannya, berarti ya ngga ada gunanya juga untuk cemas dan khawatir.
Eh?
…………………………………………………………………..
Nevermind! screw this people..
saya hanya meracau.
ya ya… saya sedang membosan.
sangat.
Saya Mudiiiiiik….

Mudik. Ntah sudah berapa lama saya kenal kata-kata itu. Sekitar tahun 90-an rasanya. Karena orang tua saya berasal dari Jawa Barat dan kami tinggal di Palembang. Mudik selalu menjadi hal yang paling saya tunggu-tunggu bila bulan puasa tiba. Nini. Sepupu-sepupu. Mancing ikan di empang almarhum Aki. Menyusuri jalanan kota Banjar. Tasikmalaya. Bakso. Pangandaran. Sunset. Kegiatan-kegiatan yang tidak pernah luput dari catatan to-do-list saya selama libur Lebaran di Banjar. Yang paling penting, angpaw dari Ua-ua, Mamang-mamang dan Bibi-bibi saya… hihihihi…
Hal tersebut berlangsung sampai sekitar tahun 1997. Tahun terakhir saya mudik ke Banjar sekeluarga. Nini sudah tidak ada tahun itu, dan saya sudah tinggal di Jogja sementara orang tau saya masih di Palembang.


