Curhat Colongan, Dodolz, ngga jelas

Tentang Menulis Sesuatu

Bingung mulai dari mana…

Sejujur-jujurnya siiih ngga punya ide mau nulis apa. Cuma saya ngga tahan menelantarkan blog ini lama-lama. Gatal rasanya menulis sesuatu disini. Hanya saja, menjadi “pengangguran terselubung” macam saya sekarang ini bikin otak jadi buntu and tumpul. Susah banget diajak menelaah sesuatu. Parah…

Belum lagi, baru mulai menulis satu kata, sebuah teriakan kecil keluar dari sosok lucu itu terdengar dari sudut kamar. Jadilah saya berhenti menulis dan memulai ritual yang lain. Begitu selesai, semua kata-kata yang tadi ada di kepala sudah bubar jalan. Mentok. Belum lagi kalo akhirnya saya ikut tertidur disampingnya (maklum laaaah jadwal tidur masih belum bisa teratur…). Jadilah draft tulisan tadi tinggal draft tanpa pernah selesai. Kadang-kadang malah berakhir di trash bin…

Continue reading “Tentang Menulis Sesuatu”

Brainstroming ajah!, keren!

Ikutan Yuks…

Gara-gara kemaren marah waktu Borobudur ngga masuk dalam nominasi 7 Keajaiban Dunia Baru, saya bertekad menominasikan Borodobur di situs penyelenggara itu untuk pemilihan tahun depan. Sejak saat itu, saya selalu dapet e-mail konfirmasi dari pihak penyelenggara apabila ada hal-hal baru di situs itu.

Nah tadi pagi, saya dapet email lagi dari panitia penyelenggara. Masih soal 7 Keajaiban, cuma kali ini berbeda dengan kriteria sebelumnya yaitu keajaiban yang dibuat secara sengaja oleh manusia dalam bentuk bangunan, kali ini panitia mengajak dunia untuk memilih 7 keajaiban baru milik dunia yang bukan dari buatan manusia, alias Nature.
Continue reading “Ikutan Yuks…”

Dodolz, Satir

Balada Tukang Cukur

Disclaimer: Sumpah ngga ngerti! ini cerita sebenernya lucu apa miris ya???

Ada seorang tukang cukur tua yang baik hati disebuah kota di United States. Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut, dia bermaksud membayar tetapi tukang cukur menjawab :

Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan“.

Si penjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu.

Continue reading “Balada Tukang Cukur”