Brainstroming ajah!, Dodolz, just a thought, ngga jelas, Satir

Apakah Kamu “High Maintenance”?

hm

Jangan dia, high maintenance tuh… bangkrut nanti kamu”. Begitu nasihat seorang teman kepada teman pria (X) ketika makan siang bareng tadi di sebuah food court. Nasihat itu meluncur ketika si teman (A) memergoki si teman pria ini sedang curi-curi pandang ke arah seorang sekretaris anak perusahaan (B) – yang sedang makan di sebuah meja di sudut seberang bersama beberapa sekretaris lainnya – yang emang secara penampilan oke banget.

Nasihat tersebut berlanjut dengan kata-kata kira-kira seperti ini: “tuh liat merek baju yang dia pakai, belum make up nya, belum tatanan rambut… udah gitu lo liat dong gadgetnya, masak cuma sekretaris doang bisa nenteng-nenteng Blackberry dan iPhone sekaligus. Padahal gajinya berapa sih? Tuh tanya Chic yang nyimpen data semua gaji karyawan”.

Eh? Tiba-tiba saya serasa keselek bakwan malang yang saya pesan tadi. Kok saya dibawa-bawa sih…  
high maintenance?

can't get this out of my head, Dodolz, ngga jelas

Vio potong rambut!

Jadi… hari Sabtu minggu lalu itu adalah pengalaman pertama Vio ke salon.. hihihihi. :mrgreen: Rambut Vio sudah gondrong banget. Lucu sih sebenernya. Tapi kasihan karena Vio merasa risih. Bentar-bentar garuk-garuk kuping. Belum kalo kepalanya basah keringat sehabis lari-lari. Karena Vio termasuk anak yang aktif, mau ngga mau ya kepalanya sering basah.

Biar pun lucu, akhirnya saya memutuskan untuk memotong rambut Vio. Berhubung saya ngga terampil memotong rambut – dulu pernah waktu eSDe nyoba motong poni sendiri, walhasil jadi kayak orang-orangan sawah – dibawalah Vio ke sebuah salon khusus anak-anak di Senayan City. Salonnya lucu, penuh dengan mainan anak-anak. Tempat duduknya pun kayak mainan-mainan di sarana bermain. Ada mobil-mobilan, motor-motoran, kuda-kudaan. Di depan masing-masing tempat duduk itu ada televisi, mungkin maksudnya biar si anak anteng nonton tivi.

kayak apa Vio potong rambut?

Dodolz, iseng!, ngga jelas

Tetap Cantik Saat Macet

woman-driving-car-adjusting-mirror-applying-make-up-and-talking-on-cell-phone-with-multiple-arms-giclee-print-c12351517.jpeg

Gara-gara postingan ini, tiba-tiba saja email saya kebanjiran pertanyaan “gimana caranya dandan di mobil? apa ngga bahaya? ajarin doooooong…“. Hadududududududu…

Ya ya, saya paham betul bahwa rata-rata perempuan pekerja di Jakarta ini sebagian besar adalah komuter yang mesti sudah berangkat dari rumah sebelum matahari terbit untuk bisa sampe di kantor tepat waktu. Telat beberapa menit saja, jalanan sudah macet parah. Dan saya juga sangat paham bahwa tidak setiap hari bisa bangun tepat waktu dan punya waktu yang lama buat dandan. Kadang-kadang juga jalanan yang macet parah itu malah bikin dandanan rapi jali jadi kusut dan berantakan lagi pas sudah sampe kantor.

To be frankly, dandan paling sering yang saya lakukan ketika menyetir hanyalah memakai bedak dan lipgloss. Hanya sekedar untuk touch-up, bukan dandan lengkap. Karena sebenarnya, dandan di mobil adalah satu hal yang sama berbahayanya dengan penggunaan handphone atau blackberry ketika menyetir. Jadi mengaplikasi make-up lengkap saat menyetir itu adalah sangat tidak disarankan. hihihihihi

Tapi nih, tapiiiii.. Kalo emang kepepet lagi pas telat banget, saya bisa kasih tips dandan lengkap selagi nyetir. Tapi ingaaaaaat, hal tersebut hanya bisa dilakukan pada saat mobil benar-benar dalam keadaan stuck dan berhenti. Dan juga butuh keahlian tingkat tinggi! Jadi, sering-sering lah berlatih.

tips dandan sambil nyetir ala Chic 😀

can't get this out of my head, Dodolz

Gempa Kemarin Itu…

Kemarin adalah pengalaman yang paling mengerikan yang pernah sayah alami sepanjang hidup saya. *lebay*

Eh beneran looooh. Betuuuul… sudah dua kali gedung-gedung di sebelah kantor saya kena bom. Pertama tahun 2004, kedua beberapa bulan yang lalu. Hanya saja kedua-dua nya saya tidak merasakan langsung. Bom 2004 terjadi pada saat saya sedang menuju sidang di MA. Bom terakhir di tempat sama, saya sedang melintas di jalan. Belum tiba di lokasi. Jadi saya tidak merasakan suasana mengerikan tersebut langsung. Hanya bekas kejadian yang saya lihat.

cerita soal gempa