
Di dunia ini ngga ada hal yang gratis. Ntah kapan saya mulai percaya kata-kata itu. Bahkan untuk bisa “hidup” pun saya merasa selalu ada harga yang harus saya bayar.
…that you don't know what you've got 'til its gone

Di dunia ini ngga ada hal yang gratis. Ntah kapan saya mulai percaya kata-kata itu. Bahkan untuk bisa “hidup” pun saya merasa selalu ada harga yang harus saya bayar.
Oke, saya memang suka nonton film kartun. Dari dulu. Karena film kartun semacam obat untuk otak saya yang lelah sepanjang hari dipakai bekerja. Oh ngga.. Ini bukan semacam penasbihan kalo saya punya otak dan otak saya itu saya pakai. Bukan macam orang tua yang itu. Ini penegasan dari kata-kata “laughter is the best medicine” dari orang-orang yang “katanya” bijak. Dan saya meng-amini. Makanya saya suka nonton film kartun.
Mereka berjalan beberapa meter di depan saya, tampaknya saling berpegangan tangan. Percakapan mereka sungguh menarik, dan saya bisa mendengar semua yang mereka katakan meskipun saya tidak benar-benar niat untuk mendengarkan percakapan mereka. I’m not spying on them as well… cuma kebetulan berjalan ke arah yang sama saja.
Mereka berhenti di depan sebuah toko es krim. Ntah kenapa saya tidak bisa melarang otak saya untuk berpikir “tawarin pacar mu sesuatu dari situ, be a gentleman!”. Aduh otak saya sungguh nakal! ![]()
Tapi toh ternyata si laki-laki memang memutuskan mengajak perempuannya masuk ke dalam toko itu. Saya tersenyum dan bertepuk tangan diam-diam di balik kantong cardigan saya. Saya tidak lagi bisa mendengarkan apa yang mereka perbincangan ketika saya melintasi toko es krim yang sama kecuali satu kata “mau coklat atau vanilla?“.
kredit photo : (kiri) saya sendiri, (kanan) suprie
Girls Night Out. Itu lah yang terjadi Sabtu tanggal 4 Desember kemarin itu. Ketika para lelaki memilih menonton sepak bola Indonesia versus Laos, kami para wanita memilih menonton seorang lelaki ganteng lainnya di Epicentrum Walk malam itu.. *halah lebay!* Jadilah saya, Simbok Venus, Tika, Chika, Dita, Sharon dan Farah berbondong-bondong mendatangi acara Guiness Arthur’s Day malam itu demi sang Lelaki ganteng tersebut… hihihihi
Setelah aksi tunggu menunggu dan ketawa-ketawa heboh di Kopi Luwak, kami akhirnya memutuskan masuk ke dalam venue.
Ada apa di Guiness Arthur’s Day ini? Selain Lifehouse, tercatat ada 3 band lainnya yang manggung di situ, yaitu Pure Saturday, Superman is Dead (SID) dan River Maya.
Tiba-tiba ada yang nanya kayak gini kemaren ke saya, do you follow your heart or head, Chic? Duh! Kok ya pertanyaannya nyusahin ya. Bikin mikir gitu lah… Mana banyak kerjaan lagi! hahahahahaha… Rese! ![]()
Well, pertanyaan itu bikin saya jadi pengen bikin renungan ulang tahun lagi. Silahkan bosan. Tapi kalo belum bosan, ya silahkan loh dilanjutkan bacanya… *ga niat* ![]()
Sekerat Cerita Penanda
It's a good time to have a random chit-chat
milly bagi2 cerita
A Blog of Disty Julian
not a food blog
Just another WordPress.com site
my life and journeys
Perjalanan memberi kita kesempatan untuk mulai dari awal lagi... dan menjadi kepribadian baru" Semakin gelap malam... semakin dekat dengan fajar...
Travel Stories