Kisah Spaghetti

SavedPicture-201432613372.jpg

Berawal dari sebuah telfon masuk di hari Kamis siang. Dari bagian administrasi sekolahan Vio.

Kakak Administrasi (KA): Selama siang Bunda Vio, mau ngingetin aja kalo besok giliran Bunda yang masak buat anak-anak makan di sekolah.

Saya (S): Oh iya, Kak. Mesti masak apa ya saya?

KA: Masak spaghetti aja, Bun. Kata Vio, spaghetti buatan Bunda enak. *lah si Vio bisa aja pamernya. Hih!*

S: Oh, iya deh. Mesti masak buat berapa orang ya, Kak?

KA: buat 85 orang, Bun. Ya tambah penjaga sekolah jadi 87 deh.

S: Oh, oke.

Setiap hari Jumat, ada jadwal Ibu-ibu di sekolahan Vio masak bekal untuk satu sekolahan. Digilir setiap Jumat. Setelah 3 tahun sekolah di sana, baru Jumat kemaren sih giliran saya. Sebenernya sudah baca kalo saya dapet giliran masak di newsletter bulanan sekolah, cuma ga ngeh tanggal berapa. Oh well, blame me on that. Suka lupa nyatet jadwal emang. 😐

soal spaghetti yang bikin heboh kemaren

Advertisements

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Disclaimer : awas spoiler! 😈

Yes, buat yang mungkin bertanya-tanya soal judul yang di atas itu, itu adalah judul film buatan Deddy Mizwar yang baru, yang saya tonton Jumat kemarin bareng hubby dan  dua orang penjaga Bicara Film, Jeung Tika dan Si Ewink. Saya memang sangat tertarik dengan film-film buatan Deddy Mizwar yang biasanya sarat pesan dan sangat satire seperti Kiamat Sudah Dekat dan Naga Bonar jadi Dua.

kali ini beneran mau cerita soal filmnya :mrgreen:

Wanted: Playground

Sebulan yang lalu, saya pernah mengeluh di plurk tentang sekolah berkualitas nan mahal buat Vio. Beberapa komen, apa sih bayi baru 20 bulan kok mau disekolahin.  Gyahahahahaha…  Jadi ya booo, saya itu nyari sekolah buat Vio sebenernya bukan sekolah seperti yang anda-anda bayangkan semua. Ini sekolah main kok.

butuh tempat bermain