Kumpul-kumpul

Simple Plan that Simple

20120126-192203.jpg

Iya, ini cerita soal nonton konser Simple Plan yang bertajuk Get Your Heart On! di Istora Senayan minggu lalu. Berawal dari tawaran KapanLagi.com untuk live tweet konser tersebut dan saya iya kan, jadi lah saya, Chika, Alle, Icit, Umen dan Ifan – yang juga dapat tiket dari KapanLagi.com – rame-rame mendatangi istora.

Seperti nama band ini, rencana kami untuk menonton konser ini juga begitu awalnya. Mulai dari parkir di (f)X karena takut ga bisa parkir di istora, kumpul di Ya Kun Faya, trus jalan ke Istora, nonton konser, balik lagi ke (f)X, trus pulang deh.

Simple banget kan? 😆

Maka itu lah, saya dan Chika dengan pede jaya parkir di (f)X, nunggu peserta lengkap trus jalan ke Istora. Begitu sampe Istora, JENG JENG.. parkirannya sepi! Bhahahahahak.. Sementara mobil sudah dengan manisnya terparkir di (f)X. Mau balik lagi udah males. Ya sudahlah, jalan terus.

Continue reading “Simple Plan that Simple”

Berbagi

The + Project : Livable City

Apa yang ada dibenak kamu apabila saya menyebut Livable City alias Kota Layak Huni? Lingkungan dan udara yang bersih? Fasilitas transportasi umum yang layak? Fasiltas pendidikan yang memadai? Fasilitas kesehatan yang terjangkau? Terdengar seperti sebuah kota yang bukan Jakarta, pastinya.. 😆 Ngga usah pake penelitian canggih, secara kasat mata semua warga bisa melihat kalo kualitas udara dan air di Jakarta ini sungguh lah tidak sehat. Udara tercemar polusi karbondioksida dan air tanah yang berwarna hitam, bau dan tercemar bakteri e-coli, gimana juga mau sehat?

kota yang layak huni itu…

Berbagi, Jalan-jalan, keren!

Escape to Sawarna

Hidup lagi capek-capeknya, itu lah yang memutuskan saya, hubby dan beberapa teman lain, Wenny, Alle, Mbak Wiwik, Suprie dan Nining untuk berangkat melarikan diri dari Jakarta, menuju ke suatu surga bernama Sawarna. :mrgreen:

Rencana pengen berangkat jam 12 malam biar bisa sampe di Sawarna pagi-pagi, ternyata di awal perjalanan agak kacau balau sih. Dimulai dari nungguin supir Elf yang kami sewa yang telat satu jam dari jam yang dijanjikan, begitu dateng ternyata si supir agak-agak freak, sampe ac Elf yang tiba-tiba mati di perjalanan, yang membuat kami terpaksa melipir ke sebuah pom bensin di daerah Cibubur untuk menunggu mobil dan supir pengganti. Kami baru benar-benar melanjutkan perjalanan sekitar jam 5 pagi di hari Sabtu-nya. Gagal sudah rencana melihat sunrise di Sawarna. 😆

Tapi setelah semua kekacauan tersebut, perjalanan selanjutnya bisa dibilang superb! Kami memilih lewat jalan Jakarta – Pelabuhan ratu – Desa Sawarna berhubung Suprie – satu-satu diantara kami yang pernah ke Sawarna – taunya lewat jalan itu. Lama perjalanan sekitar 7 jam karena jalannya menanjak dan berlubang-lubang besar. Mesti supir yang benar-benar handal untuk melalui jalan tersebut menuju Sawarna. Tapi pemandangannya CIAMIK! Kami bahkan sempat mampir ke Pantai Pelabuhan Ratu untuk sarapan pagi. 😀

kayak apa Sawarna?

iseng!

Launch, and Let Go..

20120109-154312.jpg

Katanya, cuma ada dua hal yang pasti terjadi dalam hidup ini : kelahiran dan kematian. Yang berarti juga kedatangan dan kehilangan. Dua hal yang saling bertentangan sekaligus bertautan. Karena kedatangan satu bisa sekaligus kehilangan satu hal lainnya.

Kedatangan, selalunya diiringi dengan kegembiraan. Tetapi dalam setiap kehilangan, kita harus belajar melepaskan, dan merelakan. Seperti anak kecil yang merelakan layangannya terbang ditiup angin. Berat, tapi siapa yang bisa menebak kemana arah angin bertiup? 🙂

Who’s to say where the wind will take you?
Who’s to say what it is will break you?
I don’t know which way the wind will blow
Who’s to know when the time has come around?
Don’t wanna see you cry
I know that this is not goodbye

Kite – U2