Dari keseluruhan rangkaian acara Jakarta Fashion Week 2010/2011, saya berkesempatan menyaksikan pagelaran Mazda Young Vibrant Designer (thanks to fashoinesedaily) yang menggandeng tiga designer muda berkarakter kuat, untuk menterjemahkan personality brand baru Mazda yaitu stylish, spirited, dan insightful ke dalam rancangan mereka. Mereka adalah Anastasia Hoeng dengan rancangan yang mewakili Stylish, Zacky Gaficky (iyaaaa.. Zacky yang ini looooh….) mewakili karakter Spirited, dan Steven Huang untuk Insightful.
Category: ngga jelas
Percaya Takhyul atau Mitos?
Percaya mitos atau takhyul? Saya mendefinisikan “mitos atau takhayul” sebagai keyakinan irasional pada beberapa tindakan atau peristiwa. Iya ga sih?
Berdasarkan wikipedia, superstition (atau takhyul) is a credulous belief or notion, not based on reason or knowledge. The word is often used pejoratively to refer to folk beliefs deemed irrational, which is appropriate since irrational means “not based on reason”. Sebagai warga yang tinggal di Indonesia, rasanya masih banyak daerah di mana “orang tua-orang tua” memberikan larangan-larangan dan peringatan-peringatan berdasarkan mitos. Ya ga jauh-jauh deh, Nini saya sering banget dulu memberikan “wejangan-wejangan berupa mitos”. Pamali, istilahnya. Eh, saya ngga perlu lagi menjelaskan saya berasal dari mana kan? Nini dan Pamali sudah cukup mewakili ga? hihihihihi… ![]()
That’s what friends are for :)
Katanya sih, katanya orang-orang gituuuu… smile is the best medicine. Kalo punya temen-temen gila kayak percakapan kami di atas, apakah saya masih harus punya alasan untuk tidak selalu tersenyum… bahkan sampe tertawa terbahak-bahak? ![]()
Hey gals! Thanks for the more-than-20years-friendship we have, and thank you for making my day. I do love you all! ![]()
——-
sila meng-klik gambar untuk melihatnya lebih jelas..
Just Another Day
She has had a decent morning so far. It’s work day. She has made her list and ready to take on the day. It’s beautiful out and she can’t wait to feel the brisk air when she opens the door…
So, she drove her car, arrive the office, buy a cup a coffee at the mini-market next door, have a little chat with a friend there, back to the office, open the laptop and start working.
…….
…….
…….
It’s 4.21 PM in the evening now… The coffee run cold, and still raining outside.. She wonder where did the morning go.
Me vs Mr. Peeves
“Saya benci kalo kamu lagi kayak gitu.”
“Kayak apa?”
“Berleha-leha.”
“Gimana caranya kamu tahu kalo saya sedang berleha-leha? Mungkin aja saya lagi berpikir.”
“Kamu ga lagi mikir. Kamu lagi ngelamun.”
“Saya kira kamu tadi bilang saya lagi berleha-leha.”
“Iya di dalem pikiranmu. Sama aja sih.”
“Ah rese. Jadi kamu pengen saya ngapain sih?”
“Sana… benerin halaman…”
“Aduh, saya bete kalo kamu gitu…“
“Apa? Emangnya saya kenapa?”
“Itu, kerja kayak orang gila dan berharap saya melakukan hal yang sama.“
“Ya kamu ga usah ikut melakukan hal yang sama.. cuma… berhenti menatap!”
“Saya ngga tau caranya.”
“Maksudnya?”
“Saya ngga tau caranya berhenti menatap. Kayaknya saya harus berhenti berpikir. Eh tunggu! Saya kan lagi ga berpikir. Saya sedang berleha-leha.”
“Ngelamun.”
“Ya apalah…”
“Mungkin kalo kamu “berpikir” sambil bergerak, atau fokus sama kerjaan di depan mu itu, atau…. …. Apa?”
“Kamu guru terburuk yang pernah saya punya.”
“Eh? Apa?!”
“Udah denger kan apa yang saya bilang.”
“Kok bisa kamu ngomong begitu?”
“Karena kamu ngga mengajarkan saya apa-apa, kamu cuma mengatakan apa yang harus saya lakukan. Kamu mengatakan kalo apa yang saya kerjakan salah, dan seberapa benar kalo misalnya kerjaan itu kamu yang ngerjain sendiri.”
“Saya ngga begitu.”
“Lalu, darimana coba perasaan itu muncul? Perasaan bahwa saya ini terlalu rendah untuk pernah menjadi sukses di mata kamu.”
“… bukan di mata saya. … Marahnya kamu itu bukan kepada saya.”
“….. Saya tahu. …… cuma kadang-kadang susah untuk membedakannya.”
…………. “Saya tahu”
…….
“Kamu tahu apa yang sebenarnya yang paling ngeselin saya dari semua ini?”
“Apa?”
“Bahwa saya ngga ngerti kenapa saya mendebat kamu, diri saya sendiri, atau
beberapa khayalan lain yang ada di dalam diri saya. Satu hal yang saya tahu, yang tidak pernah berubah, adalah bahwa halaman itu terlihat seperti kapal pecah sampe saya bekerja kayak orang gila di situ. Kamu tahu itu kan?“
…….



