Republik Kuliner
Bandung, 25 Desember 2008
Category: Kumpul-kumpul
setelah pesta itu usai…
ah ya… saya ngga akan cerita banyak soal Pesta Blogger 2008 yang baru lewat itu. Rasanya kalo saya cerita juga disini sekarang udah rada basbang… hohohoho. Sudah banyak yang cerita-cerita di blog lain. Bisa baca-baca disana, lebih lengkap. ![]()
Jadi? ya seperti biasaaaa.. mo pamer-pamer photo narsis aja.. hihihihi.. Yang pasti, I have a really-realy great time there. Tambah temen baru, tambah pengetahuan baru… biar pun saya ngga dapet door prize sama sekali… hiks! *ngarep laptop padahal…
lirik Epat yang dapet door prize sampe dua… cih!
*
eh iya, sekedar masukan untuk panitia tahun depan… mungkin bisa jadi pertimbangan penataan ruangan yang memadai. Yang kemaren sih oke, cuma kok ya jarak panggung sama peserta jauh bener. Diskusi yang dilangsungkan ngga menyentuh peserta di tribun atas. Malah pada asik sendiri photo-photo… hahahahaha..
Ini dia saya di PB2008 kemaren, hasil photo dari kamera sendiri dan hasil comot sana sini dari kamera orang. Buat para fakir benwit, waspadalah! ![]()
Nguplek di Senayan
Posting tertinggal soal weekend kemaren. Dari hari Jumat sampe Minggu saya nguplek di daerah Senayan.
Hari Jumat 7 November 2008 saya menghadiri undangan launching buku “Hidup Tak Bisa Menunggu” dari Krisdayanti dan Para pemenang kisah inspiratif Sunsilk. Acara yang dipersembahkan oleh Sunsilk dan Unilever ini diadakan di 3 Degrees Club FX Senayan. Saya bertemu beberapa blogger disana. Ada Chika, Aditya Sani, Ndorokakung, Ridu, Bena dan beberapa blogger lain yang saya lupa namanya… *maap* Cerita mengenai buku nya sendiri akan saya bahas dipostingan selanjutnya.
Selesai acara, saya dan chika mendapat undangan dinner bareng para pemenang kisah inspiratif tersebut dan tentu saja bersama KD di Tesate Plasa Senayan. Karena masih lama, saya dan chika tetep nongkrong di Pan-O FX.
Berikut skrinsut keadaan disana.
Postingan lanjutan ini, akan banyak banget photo. Jadi para fakir benwit, waspadalah!
coffee et cetera
Kopdar lagih? ![]()
Hooh… hari minggu tanggal 2 November kemaren. Kali ini di Cibujang alias Cibubur Junction.
Kenapa kali ini disebut kopdar? karena ada dua orang yang saya belum bertemu sebelumnya, yaitu @ichanx, yang baru balik dari Kalimantan (for good kali ini), dan @galeskha aka. Yohanes.
Selebihnya ya member lama yang mungkin sudah sangat sering kalian lihat photonya di blog ini… hehehehehehe…
ada @JoEyJuVe, @goenrock, @nazieb, @kepikcantik aka. dilla, @venusvenus aka. simbok venus, @belutz (ma kasih bolu merantinya Maaaas..) , @h3x4 aka. Suprie dan precil-precilnya Simbok serta Vio tentunya.
Berikut, gambar-gambar keceriaan di sana hari minggu kemaren itu. Para fakir benwit, waspadalah! ![]()
Ps: Mbok, cibujang itu ternyata jauh yaaaaa….
Ndeso di Jakarta
Tadi malam, untuk ketiga kalinya saya nongkrong di Wetiga. Pada saat peresmian yang dibarengi potong tumpeng peringatan hari blogger nasional Jumat 24 Oktober 2008 kemaren, hari Sabtunya setelah ngumpul bareng di Citos bersama beberapa blogger, dan semalam tentunya *eh, waktu peresmian itu diitung nongkrong ga ya?
*
Wetiga? Apa itu?
Ini penjelasan di websitenya. Sampeyan bisa klik dan baca sendiri disitu. Yang pasti, wetiga menawarkan tempat ngumpul dengan nuansa yang berbeda untuk kalian yang sudah sangat bosan dengan mall. ![]()
Pernah denger kata angkringan? Yang pernah merasa tinggal atau masih tinggal di seputaran Yogyakarta dan Jawa Tengah pasti tau. Angkringan adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telor puyuh, kripik dan lain-lain. Minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Angkringan juga terkenal sebagai tempat yang egaliter karena bervariasinya pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Mereka menikmati makanan sambil bebas ngobrol hingga larut malam – meskipun tak saling kenal – tentang berbagai hal atau kadang berdiskusi tentang topik-topik yang serius. Harganya yang murah dan tempatnya yang santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk mengusir lapar atau sekedar melepas lelah.
ki-ka: 


