Brainstroming ajah!, Curhat Colongan, just a thought

Grazie

Kebiasaan bercakap-cakap melalui text-talking dan internet-speaking secara tidak sadar sering kali membuat kehilangan rasa untuk mengucapkan kata ‘Terima Kasih’ dan  ‘sama-sama atau terima kasih kembali’ secara verbal. Atau bahkan, saking seringnya diucapkan, kata-kata itu seperti kehilangan makna kesungguhnya dan hanya merupakan basa basi belaka. Padahal mengucapkan kata-kata tersebut tentulah sudah diajarkan sedari kita masih balita.

To recall the last time I thanked someone is like asking me to recall the last time I breathed. I do my best to thank anyone anyday, even if what they do is simply their job. Saya berterima kasih kepada tukang parkir kantor saya karena membantu saya memarkir mobil, kepada OB saya karena membawakan minuman, kepada petugas yang membantu saya menaruh belanjaan saya ke mobil, kepada waitress yang membawakan makan siang saya, kepada cleaning services yang sedang membersihkan ruangan saya, kepada seseorang yang telah menahan pintu lift agar saya bisa ikut naik tanpa menunggu lift berikutnya.. I want to let people know that they matter and what they do matters, and that I at least am grateful.

ada apa dengan ‘terima kasih’?

Brainstroming ajah!, just a thought

Bete Bete Aaah…

Bono : Kenapa sih, kayaknya lagi pada bete? Belum sempet keramas ya?

Gwen : Apa hubungannya?

Bono : Yaaaaa.. ngga tau, cewek-cewek kan sering ngomong, lagi bete nih, belum sempet keramas, rambutnya berminyak! Cewek-cewek kan gitu, rambut berminyak.. bete, lupa pake minyak wangi.. bete, jerawatan dikit.. bete, wc ngga ada tissuenya… bete, lagi M.. bete. Dikit-dikit bete!

————-

Ada yang masih ingat dialog di atas dari film apa? :mrgreen:

kira-kira mau ngomongin apa? :mrgreen:

Brainstroming ajah!, Curhat Colongan, just a thought, ngga jelas, Satir

Begitulah…

Tadi pas buka browser, si Google pake gambar itu. Suka deh…

Jadi inget kalo hari ini hari bumi. Saya memang belum bisa berbuat banyak untuk bumi ini, selain berusaha untuk tidak buang sampah sembarangan, membawa kantong belanjaan sendiri demi mengurangi sampah plastik walaupun belum sukses-sukses banget karena beberapa kali saya sempet lupa bawa, mengurangi pemakaian tissue dan mengganti dengan saputangan, bawa botol minuman sendiri demi menghindari beli air mineral, ikutan earth hour… Ngga banyak-banyak banget. Tapi saya yakin lah kalo itu berguna. Setidaknya saya berusaha ramah sama bumi ini. Memang efeknya ngga keliatan sekarang, karena yang menikmati ya anak cucu saya kelak. Dan demi mereka itu lah apa yang saya lakukan sekarang.

Trus saya jadi inget film 2012 dan Avatar. Mother Nature alias bumi kita ini punya caranya sendiri dalam memperbaiki diri. Mumpung sekarang si Bumi masih baik terhadap kita, ngga ada salahnya kan ya kita juga ikut menjaga kelangsungan hidupnya…

Selamat Hari Bumi.

cerita soal hal lainnya…

Brainstroming ajah!, just a thought, keren!, movie freaks, Satir

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Disclaimer : awas spoiler! 😈

Yes, buat yang mungkin bertanya-tanya soal judul yang di atas itu, itu adalah judul film buatan Deddy Mizwar yang baru, yang saya tonton Jumat kemarin bareng hubby dan  dua orang penjaga Bicara Film, Jeung Tika dan Si Ewink. Saya memang sangat tertarik dengan film-film buatan Deddy Mizwar yang biasanya sarat pesan dan sangat satire seperti Kiamat Sudah Dekat dan Naga Bonar jadi Dua.

kali ini beneran mau cerita soal filmnya :mrgreen: