Brainstroming ajah!

Soal Tulang dan Penampilan Cantik

Sebagai perempuan yang bekerja di ibu kota Jakarta ini, saya kan dituntut untuk mengaktualisasikan diri seoptimal mungkin baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai pekerja profesional. *haelah bahasanya* πŸ˜› Konsekuensinya, terciptalah tuntutan dan tekanan sosial bagi perempuan untuk selalu tampil prima, fit, dinamis, dan menawan sesuai tren fashion dan gaya hidup masa kini, di sepanjang waktu kegiatan sehari-hari yang panjang, biar sesuai dengan tampilan perempuan modern yang sukses ala majalah Cosmopolitan itu. πŸ˜†

Cuma, gara-gara baca artikel soal kesehatan tulang, saya menyadari ada dua musuh utama yang dihadapi para perempuan modern: pertama, memakai high-heels setiap hari dan kedua, bawa-bawa tas berat yang isinya macem-macem. πŸ˜†

*kemudian ngaca*

SavedPicture-20141895339.jpg
high heels saya sehari-hari

soal kesehatan tulang dan penampilan cantik

Brainstroming ajah!, just a thought

Bete Bete Aaah…

Bono : Kenapa sih, kayaknya lagi pada bete? Belum sempet keramas ya?

Gwen : Apa hubungannya?

Bono : Yaaaaa.. ngga tau, cewek-cewek kan sering ngomong, lagi bete nih, belum sempet keramas, rambutnya berminyak! Cewek-cewek kan gitu, rambut berminyak.. bete, lupa pake minyak wangi.. bete, jerawatan dikit.. bete, wc ngga ada tissuenya… bete, lagi M.. bete. Dikit-dikit bete!

————-

Ada yang masih ingat dialog di atas dari film apa? :mrgreen:

kira-kira mau ngomongin apa? :mrgreen:

Brainstroming ajah!, just a thought, Satir

Hari Ibu untuk Wanita Pekerja

Katanya hari ini adalah Hari Ibu Nasional. Padahal sejarah Hari Ibu di Indonesia justru berawal dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Presiden Soekarno, melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini. Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Menilik sejarah tersebut rasanya hari ini lebih pantas di sebut sebagai Hari Perempuan, walaupun belum menjadi Ibu.

Ah ya, whatever… Toh peringatan Hari Ibu yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini tidak serta merta mengurangi tingkat diskriminasi terhadap perempuan pekerja seperti saya.

diskriminasi seperti apa?