Brainstroming ajah!, Curhat Colongan

Ketika Kau Ada Disini

Prolog:
Postingan ini terinspirasi dari pertemanan saya dengan kalian semua, yang selalu mampu membuat saya tertawa-tawa cekikikan sendirian disela-sela kepenatan pekerjaan saya… karena komen-komen di blog, perang-perangan di plurk, cela-celaan di facebook, seru-seruan kopdar, bincang-bincang di YM, sampe ke sms dan telfon. Dan tentunya saja semua persahabatan dengan sahabat-sahabat lama saya yang sudah terbina sejak dahulu. Sungguh menyenangkan mengenal kalian semua..

Vide:
Dulu kita sahabat, berteman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat
berharap jadi kupu-kupu
(Kepompong – Sindentosca)

Continue reading “Ketika Kau Ada Disini”

Curhat Colongan, Dodolz, ngga jelas

menjadi upik abu

Merayakan atau ngga, kehebohan sebelum dan sesudah lebaran memang mempengaruhi “kesenangan hidup banyak orang”. Apalagi kalo bukan gara-gara pembantu ikut pulang mudik… hihihihihi.. Iya nggaaaa?

Pembantu saya, sudah mudik sejak H-3. Sebenernya sih biasa aja ngurusin rumah itu. Cuma ngurusin rumah dengan seorang anak bayi yang baru berumur empat bulan itu yang bikin repot. Hari pertama pembantu mudik, si hubby puasa dengan tanpa sahur gara-gara saya ketiduran, dan baru bangun pas adzan subuh. itu gara-gara Vio ngga mau tidur sampe jam dua pagi. hari kedua sudah lebih oke, tapi tetep aja repot. Baru mau mulai nyapu, vio rewel. Baru yolokin seterikaan, Vio nangis meraung-raung. Beuuuuuh…

Continue reading “menjadi upik abu”

Curhat Colongan, iseng!, lagi mellow, ngga jelas

Pergi

Let’s take a trip to the moon
Come on, let’s go for the moon

Pagi itu… mata ini rasa berat sekali terbuka. Tetapi rengekan dari sebelah kanan saya tidur membuat saya memaksakan diri untuk bangun. Saya sedang tidak ingin bangun secepat ini. Terlalu takut untuk memulai hari, bertanya akan ada apa hari ini.

It’s a ride on an astro plane
It’s a trip down a one-way lane

Rengekan itu semakin keras dan saya tidak tega mendengarkan. Tapi, demi Tuhan mata ini berat sekali terbuka. Saya benar-benar tidak ingin bangun dulu… Continue reading “Pergi”

Curhat Colongan, lagi mellow

Jujurlah Padakuuuuuuu…

Sepertinya lebih mudah menciptakan dusta daripada mengatakan kebenaran. Kita semua pernah melakukannya, tapi sekaligus kita masih meminta kejujuran yang tidak selalu bisa kita berikan.

Tetapi kenapa ya begitu sulit untuk mengatakan apa yang ada dalam benak? Apakah kebohongan itu dilakukan untuk kesopanan, mencoba untuk tidak menyakiti? Atau mencoba menghindari hal yang memalukan?

Continue reading “Jujurlah Padakuuuuuuu…”