iseng!, Kumpul-kumpul, ngga jelas

sem[b]arangan

Disclaimer: postingan panjang dan penuh photo. Fakir benwit harap berhati-hati.

Weekend minggu kemaren, seperti yang sudah ternyata di sini, saya dan beberapa rekan blogger dari Jakarta – hubby dan vio tentu saja, Chika, Niken, Ina, Dilla, Imam dan Ichanx pergi ke Semarang untuk menghadiri resepsi pernikahan Fany dan Yudis. Kami berangkat hari jumat malam menggunakan Sriwijaya Air. Sesampai di Semarang, surprise kami dijemput langsung oleh kedua mempelai yang telah melangsungkan akad nikah Jumat paginya *peluk-peluk Fany dan Yudis*

jalan-jalan di Semarang…

ngga jelas

Fany & Yudhis

Fany dan Yudhis. Saya belum lama mengenal mereka berdua. Bermula dari bertukar-tukar komen di awal tahun 2007. Saya lupa kapan tepatnya bertemu Yudhis pertama kali. Yang saya ingat bahwasanya Yudhis itu pendiam, berbeda dengan isi-isi di dalam blognya mau pun komen-komennya di blog saya. Tak lama setelah itu saya pun mendengar kabar bahwa Yudhis jadian dengan Fany. Saya belum mengenal Fany tapi sering mendengar namanya dari beberapa teman blogger. Hanya saja saya nubie saat itu. Tidak berani menyapa Fany yang sudah senior.. hahahahahahaha

tentang Fany dan Yudhis

Dodolz, iseng!, Kumpul-kumpul, ngga jelas

Perjalanan

Beberapa waktu yang lalu si bos menyuruh saya melakukan perjalanan dinas. Tsaaaaah.. perjalanan dinaaaas!!!  Biasa memang, hanya saja saya sudah lama tidak melakukannya. Sejak saya hamil dan melahirkan tahun lalu ntah kenapa si bos agak segan menyuruh saya melakukan perjalanan dinas. Perjalanan dinas terakhir saya adalah Desember 2007 ketika menghadiri World Conference on Climate Change di Bali. Setelah itu perjalanan saya hanya seputar Jakarta… hihihihi

RUPS pagi itu, ntah angin apa yang membawa si bos memasukan nama saya ke dalam anggaran dasar perusahaan. Dan pagi  – subuh lebih tepatnya – berikutnya, saya telah berada di dalam sebuah pesawat yang membawa saya menuju kota Makasar untuk menghadiri sebuah meeting di salah satu Bank di kota itu. Perjalanan dinas kali ini kembali mengingatkan saya bahwa iPod, buku bacaan yang terlihat serius, dan berkas-berkas pekerjaan masih merupakan senjata yang cukup ampuh – ketika harus pergi sendiri – untuk mengusir om-om gendut riwil sok tau yang dengan ngototnya menuduh saya masih mahasiswa dan tidak percaya bahwa saya menuju makasar untuk meeting.

perjalanan kali ini