Beauty Diary: Leyeh-leyeh di WaxTime

Saya bukan cewek salon. Itu dulu disclaimernya. Hahahaha. 😂

Saya punya kapster langganan, yang sudah motong rambut saya dari tahun 2004. Dia ini suka pindah-pindah salon. Jadi, kalo ada yang nanya saya biasa ke salon mana, saya ngga bisa jawab. Karena salon yang saya datangi ya tergantung di mana kapster langganan saya berada. 😁 Saya juga ngga pernah nongkrong di salon lama-lama kayak cewek-cewek kebanyakan. Kebutuhan saya ke salon itu cuma potong rambut. 3-6 bulan sekali. Sisanya? Creambath, hampir ngga pernah. Kalaupun iya, ngga ada dua tahun sekali rasanya. Bahkan saya ngga inget kapan terakhir saya ke salon untuk creambath. 😌 Facial? Apalagi. Sekali-kalinya facial sebulan yang lalu, itu pun karena endorse-an. Manicure-Pedicure? Belum pernah saya lakukan seumur hidup saya. Asli. 😌

Ya udah lah. 😂

Tapi kali ini saya mau cerita soalnya salon. Salon waxing tepatnya. Walaupun saya jarang creambath, baru sekali facial dan ngga pernah medi-pedi, ntah kenapa waxing ini rasanya wajib. Soalnya rasanya bersih. Ini juga kegiatan yang cuma 3-4 bulan sekali sih sebenernya. In total, setahun mungkin paling banyak 3 kali pergi ke salon waxing. 😆

Jadi, beberapa minggu yang lalu saya berkunjung ke sebuah surga kecil di daerah Kebayoran Baru. Belakang Pasar Santa lebih tepatnya. Ke sebuah salon bernama WaxTime.

tampak depan Rumah Cisanggiri, tempat di mana WaxTime berada

Tempatnya kecil. Ada di lantai 2 sebuah bangunan yang dari luar mirip rumah banget. WaxTime nyempil di belakang sebuah butik batik di lantai 2. Biar pun kecil, WaxTime ini rapi sekali. Dan yang paling penting, bersih dan nyaman. Tempatnya juga menyenangkan.

salah satu sudut WaxTime
ruang perawatannya
sisi depan, alias tempat resepsionis

Ngapain aja di sana? Waxing lah yang jelas. Ehe. Sebenernya ngga cuma waxing sih. Banyak hal yang lain yang bisa dilakukan di sini. Kemaren saya datang dua hari berturut-turut untuk waxing dan eyelashes extension. Mau traveling, jadi pasang eyelashes extension biar ngga ribet dandan. Bhahahahahak.

Harganya? Di Jakarta yang serba matre ini, WaxTime cukup affordable kok. Untuk kegiatan 3 bulan sekali, masih bisa banget masuk budget. Tempatnya juga asik buat ketemuan karena di lantai bawahnya ada restoran dan cafe.

Ngga punya waktu dateng ke lokasi? Tenang. WaxTime menyediakan layanan WaxTime On the Go, alias kalian bisa waxing dan massage di rumah. Harganya agak sedikit beda, karena ngitung ongkos jalan. Tapi kalian ngga akan kena additional transport fee lagi. Asik ngga tuh? 😁

Bilang-bilang ya kalau mau ke sana. Siapa tau dapet diskon. Hahahaha.

Saya, Andin dan Urry setelah waxing dan medi-pedi di WaxTime

Yuks?

Advertisements

9 thoughts on “Beauty Diary: Leyeh-leyeh di WaxTime

  1. Aku seminggu lalu ke sana tapi buat sulam alis, trus itu depannya kan toko batik gitu. Dressnya lucu lucu mbaaaa.. penjualnya juga jago ngerayu, aku sampe jadi beli 2 baju :)))

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s