Siem Reap Journey: Angkor Archaeological Park

Berada di negara asing, sudah pasti yang namanya jalan-jalan dan mengeksplore setiap sudut kota adalah kegiatan wajib dilakukan. Blogger gituh!๐Ÿ˜› Itu lah yang kemaren saya lakukan selama berada di Siem Reap, Kamboja dalam rangka BlogFest Asia kemarin. Untunglah panitia BlogFest sangat aware akan kebutuhan jalan-jalan dan kumpul-kumpul para blogger ini. Mulai dari pemilihan lokasi hotel tempat kami diinapkan sampe disediakan waktu khusus buat jalan-jalan, sangat membuat saya senang menghadiri BlogFest ini kemarin.๐Ÿ˜†

Hari kedua BlogFest Asia diisi dengan jalan-jalan memang. Ada beberapa pilihan. Kompleks Angkor Wat, Fisher Village dan City Tour. Pilihan yang cukup sulit mengingat ngga bisa dapet semua. Saya dan Nonadita, dan beberapa blogger negara lain, setelah menimbang ini kali pertama kami ke Siem Reap, kemudian memutuskan untuk pergi ke kompleks candi Angkor. Tempat wajib kunjung kalo ke kota ini.๐Ÿ˜›

Jadi kami, menggunakan beberapa tuk-tuk, menuju ke Angkor pagi itu. Memakan waktu sekitar setengah jam dari lokasi BlogFest Asia berlangsung. Tuk-tuk disediakan gratis oleh panitia. Anyway, tuk-tuk ini merupakan kendaraan umum yang paling umum untuk digunakan di Siem Reap. Ada sih taksi, tapi agak susah nyarinya. Mesti order. Paling gampang, banyak, dan cepet ya tuk-tuk. Bentuknya mirip delman, tapi digerakan dengan motor, bukan kuda.

Kounila, pretending as Tuk Tuk Driver๐Ÿ˜†

Dan kami pun siap memulai petualangan ke Komplek Angkor.

Ya kalo mau ngomongin candi, kita punya banyak sebenernya di Indonesia.๐Ÿ˜† Lalu apa istimewanya Angkor Archaeological Park ini? Dari namanya jelas sih. Ini kompleks yang terdiri dari banyak candi. Langsung ngebayangin Prambanan ngga?:mrgreen: Ya bisa sih… Masalahnyaย Angkor Archaeological Park ini luasnya sekitar 1000 km2 (menurut wikipedia)! Lebih mirip di sebut kota candi kali ya ketimbang kompleks.๐Ÿ˜† Ngga cukup waktu seharian buat keliling kompleks ini, dan ngga bisa jalan kaki!๐Ÿ˜† Makanya, tiket masuknya pun ada dua jenis. Tiket untuk 1 hari seharga USD 20 atau tiket untuk 3 hari seharga USD 60. Ya kali, ga puas main ke Angkor ini. Tiket masuknya unik. Sebelum dikasih tiket, kita diphoto dulu, dan muka kita akan tercetak di dalam tiket masuk kita. Tiap kali masuk ke candi yang berbeda, tinggal nunjukin tiket aja..๐Ÿ˜€

ticket to Angkor

Tujuan pertama jelas Angkor Wat. Candi ini kayak pintu masuk ke kompleks candi ini sih.ย Bangunan utama Angkor Wat berbentuk seperti gunung Meru, yang menurut mitologi Budha merupakan tempat bersemayamnya para dewa.

pintu gerbang Angkor Wat
Angkor Wat
sudut-sudut lain di Angkor Wat

Setelah dari Angkor Wat, tuk tuk yang masih setia menunggu kami kemudian membawa kami makan siang sebelum melanjutkan perjalanan. Di dalam kompleks ini banyak terdapat restoran-restoran yang berbagai macam jenis makanan dan harga pun bervariasi. Ngga perlu takut kelaperan lah pokoknya.๐Ÿ˜€

Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan menuju Ta Prohm. Kenapa candi ini wajib kunjung? Karena dulu pernah dipake Angelina Jolie buat syuting Tomb Raider! #penting๐Ÿ˜† Candi di sini unik, karena ditumpangi pohon-pohon besar yang usianya mungkin sudah ratusan tahun beserta akar โ€“ akarnya juga. Waktu saya ke sana, candi ini lagi dalam tahap restorasi. Tapi ย gak terasa sih, malah ada kesan alami dan unik karena candi ini justru seolah menyatu dengan alam.

sudut penting di Ta Prohm yang dipake syuting Tomb Raider..
sudut lain di Ta Prohm

Dari Ta Prohm, kami bergegas menuju ke sebuah candi wajib kunjung lainnya. Candi Bayon. Di candi ini terdapat 54 tugu yang dihiasi oleh 216 wajah raja Jayawarman VII. Angka 54 sendiri merupakan jumlah daerah yang dikuasasi oleh raja Jayawarman VII pada saat itu. Demi melihat candi di sini, cuma satu kata yang terlintas di otak saya : The Engineer! They’re really exist!!๐Ÿ˜† Silahkan nonton film Prometheus untuk penjelasan lebih lanjut.๐Ÿ˜›

Ngga menghabiskan waktu yang cukup lama kami berada di sini, kami pun bergegas ke candi terakhir di dalam daftar wajib kunjung.ย Phnom Bakheng. Untuk menuju ke candi ini, kita harus mendaki bukit kurang lebih sekitar 10 menit. Busyet deh!๐Ÿ˜† Kenapa harus dibela-belain ke candi ini? Karena, katanya, SUNSET-NYA KEREN! Beuh! Saya sebagai pengemar sunset, ngga mau menyia-nyiakan kesempatan dapet sunset di candi dong!:mrgreen:

Sebagaimana layaknya daerah tourism, tentu saja yang berpikir untuk ke sini ya bukan kami. Berpuluh-puluh orang yang dateng ke sini. Bahkan setelah acara naik-naik ke puncak gunung menuju candi ini, bukan berarti perjuangan kami selesai begitu saja dan bisa melenggang dengan santai di candi. Kami harus antri lagi untuk naik ke atas candinya!๐Ÿ˜† Oh boy! Sementara antrian sudah mengular, dan pintu masuk ditutup jam setengah 6 sore. Untunglah setelah sekitar 30 menit mengantri, kami masih kebagian buat masuk sebelum pintunya ditutup.๐Ÿ˜†

Dan yah setelah acara rebut-rebutan posisi strategis to shoot the sunset (thanks to Andrew who show me the right position for that! :lol:), worth it sih kalo dapet pemandangannya kayak gini …

Sunset over the Angkor!

Rasanya seperti menutup petualangan dengan manis. Aih!๐Ÿ˜ณ

21 thoughts on “Siem Reap Journey: Angkor Archaeological Park

    1. hmmmm cannot be comparable sih.. soalnya candi-candi di sini tuh kompleksnya luas banget, ngga kayak Prambanan, dan setiap candi punya cerita masing-masing yang saling berhubungan sih..๐Ÿ™‚

  1. namanya lucu…. tuk tuk hihihi….
    btw tiket masuknya keren… difoto gituh… mantep…
    keren mak chi…
    oiya mak chi ga ikutan syuting berperan jadi tomb raider?? kayaknya cocok tuh mak chi…. xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s