Chatting sama seorang teman tadi pagi, cerita makin seru ketika kita sampe pada omongan mengenai kecanduan nge-blog. Weeeeeh… rasanya saya banyak membaca mengenai kecanduan nge-blog ini di beberapa blog teman-teman dulu. Saya lupa dimana saja. Sudah lama banget, mungkin sekitar setahun yang lalu. Kalo ngga salah, sampe ada postingan mengenai kuis mengukur kadar candu blog nya… gyahahahahaha… Dulu sih score saya cuma 50-an deh kalo ngga salah. Sekarang?
Category: Satir
Bulan Indonesia Kreatif
Lagi, iseng nonton tipi, dan lagi stasiun yang saya tonton cuma MetroTV, saya ended up pada sebuah acara TalkShow bertajuk The Breakfast Club. Dan gara-gara acara itu, saya jadi tahu kalo bulan depan tuh pemerintah mengadakan Bulan Indonesia Kreatif yang diselenggarakan oleh Departemen Perdagangan. Hoo.. penasaran kan…
Katanya sih kegiatan itu merupakan perwujudan dari upaya pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Balada Tukang Cukur
Disclaimer: Sumpah ngga ngerti! ini cerita sebenernya lucu apa miris ya??? ![]()
Ada seorang tukang cukur tua yang baik hati disebuah kota di United States. Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut, dia bermaksud membayar tetapi tukang cukur menjawab :
“Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan“.
Si penjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu.
Tentang Hari Kartini
Disclaimer: Sumpah! Bukannya sok kaum feminis kalo saya bahas ini. Cuma gemessss!

Dulu waktu jaman eSDe sampe eSeMA, yang namanya peringatan Hari Kartini setiap 21 April itu ya hari dimana semua murid cewek disuruh pake kebaya dan konde. Dibarengin dengan segala kegiatan-kegiatan bersifat kewanitaan (dan berlangsung sampe saat ini juga). Liat aja undangan-undangan perayaan hari Kartini itu, baik itu peringatan di sekolah, di kelurahan, atau di instansi-instansi sampe gedung-gedung perkantoran, rasanya sudah jamak melihat segala lomba putri luwes, lomba masak, lomba merangkai bunga, lomba puisi dan lain-lain. Bahkan kalaupun lomba itu ditujukan untuk peserta pria, yang dilombakan juga kegiatan yang berhubungan dengan wanita.
Dulu waktu eSeMA, saya pernah mikir, apa sih tujuannya diadain acara-acara itu? Sekedar merayakan hari ulang tahun ibu Kartini kah? Secara 21 April memang hari lahirnya ibu Kartini. Tapi dengan segala pake kebaya, bersanggul, memasak, merangkai bunga? mewakili stereotipe peran wanita tradisional dalam keluarga di masa ibu kartini kah? Hanya itu? Trus selesai lomba-lombaan itu apa yang didapat? Sekedar hadiah atau piala, dan setelah tanggal 21 April lewat hal itu hilang begitu aja? Lalu kemana semangat Kartini yang sebenarnya? Rasanya kok wanita jaman sekarang kan semakin lama kayaknya semakin jauh dari tipikal wanita tradisional semacam itu. Wanita sekarang sudah menjadi super mom dengan segala keterbatasan, yang juga bekerja untuk menambah penghasilan keluarga (dan secara juga udah sekolah tinggi-tinggi gitu loooh), jadi guru les buat anak juga, jadi ahli ekonomi dan keuangan juga untuk kelurga, jadi juru masak juga… huaaaah…
My Own Enemy

Dulu, musuh utama saya dalam ber-blogging ada mati listrik, malas dan ngga punya ide, lagi overload kerjaan dan dikejar-kejar deadline, fakir bandwith ditambah koneksi yang lelet, sama keasikan maen alias memuaskan dahaga melalang buana dan travellling bersama-sama teman-teman menggila. Berhubung dan berhubung sekarang lagi ngga bisa melalang buana, musuh itu berkurang satu.
Mati listrik jelas banget mengganggu kegiatan blogging. Soalnya kompie jadi ngga bisa dinyalain and koneksi internet otomatis ikut mati. Tapi sekarang hal itu bisa diatasi dengan laptop (mekbuk saya masih bisa nyala baterei nya sampe 4 jam start dari full charge) dan koneksi HSDPA yang ngga butuh listrik (berharap punya.. hiks
).
Continue reading “My Own Enemy”


