Soal Pengalaman Perpanjangan Paspor di Kanim Soekarno Hatta

Minggu lalu itu, ada sebuah tulisan blog yang banyak banget beredar di kanal social media mana-mana. πŸ˜…πŸ˜… Soal pengalaman ngga enak si empunya blog waktu perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Soekarno Hatta. Lalu saya jadi pengen berbagi cerita soal pengalaman bikin e-passport di Kanim Soetta ini.

Jadi gini.

Hari Rabu tanggal 25 Januari 2017 lalu, saya baru melakukan perpanjangan passpor saya di Kanim Soetta. Kenapa milih ke Soetta? Kok jauh amat?

Gara-garanya banyak informasi simpang siur mengenai pembuatan e-paspor. Ada yang bilang sistemnya eror, ada lagi teman yang menginformasikan kalau formnya sedang habis jadi lagi belum bisa bikin e-paspor de el el de el el. Nyari informasi ke website Imigrasi kok ya ngga ada juga.

Karena KTP saya adalah Jakarta Selatan, hal paling pertama yang saya lakukan adalah telfon ke kantor imigrasi Jakarta Selatan mencari informasi. Dan ternyata informasi yang saya dapatkan dari kanim JakSel adalah sistem e-paspor lagi rusak se-Indonesia, jadi paling cepat jadi sekitar 15 hari. Saya sampai dua kali telfon untuk memastikan informasi tersebut dan mendapatkan jawaban yang sama.

*gasp* 😱

KOK LAMA?

Berbekal cerita seorang teman yang kakaknya bulan November lalu bikin e-paspor di kanim Soetta yang bisa jadi dalam beberapa jam, saya telfon ke kanim Soetta. Jawabannya sama. Tapi bisa jadi dalam 7 hari. Wah. Setengah dari kanim Jaksel. Jadi lah saya memutuskan untuk memperpanjang paspor saya di kanim Soetta.

Ada ini terpampang di kanim Soetta. Kalo kenapa-kenapa bisa lapor mereka.

Saya ke kanim Soetta tanggal 25 Januari 2017. Karena katanya antrian di sana dikit, saya (dan adik saya) santai, baru datang jam 8 pagi. Sampai di sana ternyata antrinya lumayan. Ngga panjang, tapi lumayan. Yang bikin kesel adalah ternyata imigrasi tidak lagi menerapkan sistem kuota. Jadi mereka menerima antrian pengambilan nomor dari 7.30 sampai 10.00 pagi. Jadi kita harus ngantri sampai jam 10 pagi untuk tau kita masuk di dalam kuota untuk dilayani hari itu atau tidak. Berapa banyak yang bisa dilayani, ya tergantung kecepatan petugas yang ngecheck kelengkapan dokumen dalam melayani.

Pengalaman saya di kanim Soetta kemarin, kita ngantri di luar untuk dapat nomor antrian. Jam 7 teng satpam mulai membagikan map kuning berisi form yang harus kita isi. Formnya terbatas, belum semua dapat. Kayaknya di awal itu cuma 50 map yang dibagikan. Per jam 7.30, satpam yang berjaga luar akan mulai memasukan orang ke dalam ruangan untuk diperiksa kelengkapan dokumennya. Sekali dipanggil masuk hanya 5 orang saja. Di sini saya hitung, jeda memasukan per 5 org itu, sekitar 10-15 menit. Sekali lagi, tergantung kecepatan petugas yang melayani pemeriksaan kelengkapan dokumen. Jadi kalaupun kita kebagian map yang dibagi sama satpam, belum tentu bisa massue ke dalam.

Singkat cerita, saya gagal di hari itu. Padahal antrian saya sudah di depan. Jam 10 kurang 15, satpam hanya memasukan 15 org lagi dan menyuruh sisanya pulang untuk mencoba lagi keesokan harinya. Jadi lah saya pulang. Ya udah kesiangan juga sih datengnya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Kesokan harinya, Kamis 26 Januari 2017, saya datang lagi ke sana. Kali ini lebih pagi. Jam setengah 7 saya sudah mengantri. Sempet deg-degan gagal lagi karena pergerakan antrian sangat lambat. Akhirnya saya bisa masuk menit-menit akhir menjelang jam 10 pagi. Fyuh.

Catatan: kalo di blog itu dibilang Satpamnya rese, satpam yang melayani saya kemarin di imigrasi Soetta sangat helpful dan lucu. Dia bahkan mengenali saya yang sudah datang dua kali. Pas saya masuk ke dalam, dia sempet bercanda “lega akhirnya bisa masuk juga ya, Mbak” πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Ngga tau ini satpam yg sama atau bukan yang disebut2 di dalam blog itu. Yang saya inget namanya Pak Baggio.

Di dalam, saya pikir dokumen saya akan langsung diperiksa. Ternyata ngga. Saya masih harus mengantri lagi di depan konter sekitar setengah jam. Setelah pemeriksaan dokumen, saya dapat nomor antrian untuk dipanggil photo sekitar jam 11 siang. Antrian photo ini juga lama. Setelah sempet dipotong istirahat makan siang sekitar 1 jam,saya akhirnya dipanggil photo sekitar jam setengah 3 sore.

Di dalam ruangan, saya ditanya mau bikin passport biasa atau e-passport. Trus photo, rekam biometric, dapet slip buat bayar. Selesai.

Masalah bayar, emang ngga bisa dilakukan di kantor imigrasi. Harus ke bank yang ditunjuk. Dan list bank yang ditunjuk juga terpampang gede banget di ruang tunggu imigrasi itu. Basically, semua keterangan mengenai proses, dokumen yg mesti disiapin dan segala macemnya ada semua tertempel di tembok kantor imigrasi itu. Tinggal kita mau nyari tau dan baca, atau ngga.

Ya udah. Hari Jumat tanggal 27 Januari 2017 saya ke BNI deket rumah saya. Bayar harga paspor.

Hari ini, Selasa 7 Februari 2017, secara perhitungan hari (7 hari setelah bayar dan tidak menghitung hari Sabtu dan Minggu) paspor saya harusnya sudah jadi. By the way, untuk tau apakah paspor kita sudah jadi atau belum, kita bisa sms ke nomor tertentu yang informasi juga ada di ruang tunggu kanim Soetta. Jadi sebelum ke imigrasi tadi saya SMS dulu.

Karena informasi di SMS paspor saya sudah jadi, berangkat lah saya ke kanim Soetta. Sampai di sana jam setengah 1 siang, naruh bukti pengambilan dan bukti bayar di keranjang yang sudah disediakan di konter pengambilan paspor, saya tinggal makan siang dulu deh. Jam 1 saya balik lagi, konternya baru mulai manggil nama-nama sesuai urutan naruh struk bukti jam 1.15. Tapi ngga lama sih nunggunya. Jam 1.40 e-paspor baru saya sudah di tangan dan bisa nulis blog pengalaman ini. Yay! ❀️

paspor baru! yay!

Ayo kita piknik!

Advertisements

8 thoughts on “Soal Pengalaman Perpanjangan Paspor di Kanim Soekarno Hatta

  1. Aku tahun lalu bikin di Jakarta Utara, bikin buat bertiga, dateng sampe kanim jam stgh 8, jam stgh 12 selesai foto. 😁 Itu jg pake googling sambil liat di web antrian kanim mana yg lebih sedikit walk-in. Akhirnya milih di jak-ut itu. Dulu jg dibilangin lagi rusak. Rusak kok terus2an yaaaa… Pas dateng dibilangin sebulan jadinya, ya udh terima nasib aja deh. Karena waktu itu nanya ke Jak-Sel sama Jak-Pus malah ga mau nerima bikin e-paspor.

    Like

    1. Ahahahaha iya, kayaknya karena sistemnya lagi error tiap kantor imigrasi punya kebijakan sendiri buat nerbitin e-paspor. Kayaknya karena yang di imigrasi Soetta ngga terlalu rame, jadi bisa selesai 7 hari aja dibanding imigrasi lain.

      Like

  2. Aku juga baru perpanjang passport di Kanim Soetta. Yang aneh menurutku adalah antrian online dilayani begitu lambat, kurang lebih 5x lebih lama daripada yang menggunakan biro jasa or manual. Alasannya karena sistemnya sedang lambat.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s