Travelog Netherlands: Rijksmuseum Amsterdam

Udah lama penasaran sama Rijksmuseum ini sebenernya. Trus makin penasaran setelah museum ini muncul di buku The Fault in Our Star. Setelah berhasil mengunjungi Louvre 3 tahun yang lalu, rasanya bahagia banget bisa ke sini akhirnya. Dari hari pertama menginjakan kaki di Amsterdam, saya bilang ke Fikri yang sudah berbaik hati jadi tour guide saya selama di sana, kalo saya pengen ke museum ini. Dan baru kesampean di hari terakhir menjelang pulang ke Jakarta! 😏

SavedPicture-2015618154616.png

Museum yang ada di lokasi Museum Square ini terdiri 3 lantai yang masing-masing dibagi dengan koleksi-koleksi sesuai abadnya. Lantai satu dengan koleksi dari abad 1700 – 1800 dan 1800 – 1900. Terdiri dari lukisan-lukisan dan patung-patung. Sebagian besar berkisah soal Yesus dan Bunda Maria.

SavedPicture-201561815749.jpg

Di lantai 2 terdiri dari koleksi dari abad 1600 – 1700. Beberapa koleksi berasa banget pengaruh Asia-nya. Efek menjajah gitu kali ye. Hihihihi. 😁

SavedPicture-20156181580.jpg

DI lantai ini juga kita bisa menemukan koleksi lukisan-lukisan antik dan original dari pelukis-pelukis terkenal di dunia seperti Rembrandt, Van Gogh dan Johannes Vermeer. Salah satu lukisan yang wajib banget diliat di sini, sampe butuh penjagaan khusus kayak Monalisa di Louvre, adalah lukisan De Nachtwacht alias The Night Watch karyanya Rembrandt. Lukisan ini kalo diterjemahkan mentah-mentah ke Bahasa Indonesia jadi Jaga Malam alias nge-ronda. Hahahahaha.

SavedPicture-2015618154620.png
The famous De Nachtwacht of Rembrandt

Katanya wikipedia sih ceritanya tentang persatuan kubu Katolik Belanda sama kubu Protestan Belanda gitu lah. Tapi kalo ngeliat symbol-simbol di dalam lukisan ini, yakin banget sebenernya ada cerita lain dibalik lukisan ini. Ya ini gue sotoy sih, tapi kita tunggu apakah Dan Brown bakal membuat novel dari lukisan ini atau ngga. *lah* πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

SavedPicture-201561815756.jpg

SavedPicture-2015618154626.png
William of Orange

Lantai 3 berisikan barang-barang dari abad 1900-2000. Tapi saya ngga melihat bagian ini karena barang-barangnya sudah lumayan modern. Oh iya, ada satu lantai lagi yang disebut lantai 0. Di sini berisi barang-barang yang mereka sebut Special Collection. Tapi isinya lebih mirip hasil rampasan perang sih menurut saya. 😝😝

Salah satu spot favorite saya di sini adalah Rijksmuseum Research Library. Sayangnya saya ke situ hari minggu, jadi perpustakaannya tutup.

SavedPicture-20156181585.jpg

Yes. Perpustakaan ini terbuka untuk umum hanya dari hari Selasa sampai Sabtu. Minggu dan Senin tutup. Tapi kalo akses ke reading room-nya doang sih buka tiap hari sesuai jam buka museum.

Meskipun ngga sebesar Louvre, museum ini cukup menarik untuk dikunjungi. Terutama waktu yang diperlukan untuk melihat-lihat semua koleksi di sini ngga perlu seharian. Trus tamannya juga photoable! Heheheheheh. ☺️

SavedPicture-2015618161548.jpg

Museum ini bukan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Sekedar saran, kalo mau ke sini, datang lah pagi-pagi. Karena menjelang siang antrian pembelian sudah mengular naga panjangnya. Trus di dalem juga jadi ngga enak karena keramean orang. Harga tiket Euro 17,50. Anak-anak sampai dengan umur 12 masih gratis. Kalo ngga mau ngantri, beli online lebih gampang. Bisa ngga pake ngantri.

15 thoughts on “Travelog Netherlands: Rijksmuseum Amsterdam

  1. wah setelah liat postingan yang ini jadi ngiler banget kepengen ke Amsterdam yang sudah lama di cita-citakan. Btw klo boleh nanya kira2 habis berapa biasa liburan ke Amsterdam dari Bandung?. ya skitar 3 harian lah Mbak liburannya.
    makasih sebelumnya. by didah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s