Jalan-jalan Bali: Bear A Hug at Chocolate Factory

Awalnya karena baca somewhere in the internet soal POD Chocolate Factory & Cafe. Tulisannya bule tentu saja. Ngga nemu satu pun tulisan orang (blogger) lokal. Trus penasaran pengen ke sana. Dari pada ke Bali ke tempat yang itu-itu aja. Ye kaaaan… Supir yang saya sewa juga belum pernah ke sana. Jadilah kami cuma berbekal alamat nyomot di websitenya. Untung supir saya sewa di Bali canggih. Dia belum pernah ke sana tapi tau daerahnya. Daerah Carang Sari. Jauh ternyata. Masih ke sananya lagi Sangeh. Satu setengah jam perjalanan dari Kuta (baca: Ngurah Rai Airport. Yes, begitu mendarat kami langsung ke sana).

POD Chocolate Factory & Cafe ini terletak di dalam Elephant Camp ternyata. Begitu sampe daerah Carang Sari, petunjuk-petunjuk mengarah ke sini jelas kok. Jadi ngga bakal nyasar-nyasar juga. Tempatnya di dalem banget. Out of no where pokoknya. Begitu sampe di cafe-nya langsung bilang mau ikut chocolate factory tour dan dilayani dengan ramah oleh mbak-mbak yang ada di situ. Sambil nunggu ready, kami disungguhi chocolate drink yang, SUMPAH, enak banget! Setelah itu kami dikasih celemek seragam tour dan kemudian diajak berkeliling.

Eeeeeng kirain kita bakal diajak ke mana gitu. Ternyata ya cuma di situ-situ aja. Hahahahahaha. Pertama liat pohon coklatnya. Sebagai anak kota yang (dulu) masih punya aki di kampung, liat pohon coklat (dan buah coklat) ngga aneh buat saya. Di kebonnya aki saya, pohon coklatnya lebih gede malah. Hahahahaha. Tapi buat Vio yang purely anak kota, hal ini baru. Tapi saya jadi tau, kalo semut-semut di pohon cokelat itu ternyata berguna untuk pembuahan putik bunganya menjadi buah coklat. Dan biji coklatnya itu ternyata manis! Bisa dimakan as it is kayak kita makan manggis.    

Setelah dari pohon coklat kita diajak melihat biji-biji coklat yang difermentasi, kemudian dijemur dan di-roasted menjadi dark chocolate, termasuk melihat mesin-mesin penggilingnya. Literary cuma liat, karena mesinnya cuma pajangan. Ngga dinyalain sehingga kita bisa melihat bagaimana proses biji-biji digiling. Vio agak kecewa karena mesin-mesin itu mati. Hahahahaha. Anyway, roasted biji coklat itu harum banget ternyata, sudah bau coklat banget. Dan enak dimakan mentah gitu!

IMG_4025-1

Setelah itu, kami digiring ke dapur untuk melihat proses pembuatan dark coklat yang sudah menjadi coklat-coklat yang kita kenal itu. Mulai dari proses campurnya, berapa suhu yang diperlukan supaya coklatnya ngga punya gelembung-gelembung udara setelah jadi, sampai ke hasil jadinya. Lumayan buat nambah-nambah pengetahuan.

IMG_4026-0

Selesai tour, kami ditantang buat menghias coklat kami sendiri! Yay! Jenis coklat dan topingnya bisa pilih sendiri dari pilihan yang tersedia. Seru juga membayangkan coklat-coklat ini nanti bakal kami makan sendiri. Hihihihi. Yang paling heboh tentu saja Vio. Semua toping dia campur di satu coklat. Kalo coklat pastanya ngga habis terbikin semua, bisa kita makan. Kalo mampu. Gyahahahahaha.

Setelah selesai menghias cokelat, sambil menunggu cokelat-cokelat tersebut beku sekitar 15-20 menit, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya makan. Kan tempat itu ada cafe-nya. Tapi berhubung kami masih kenyang (cokelat), maka kami memutuskan untuk melakukan hal lain yaitu, Bear hug! Literary! Bukan cuma peluk jargon di sosmed. Hehehehehe. Beruangnya jinak sekaliiiiiii… *kemudian berharap dia berubah jadi Paddington*

Berapa total kerusakan di tempat ini? Untuk ikut tour chocolate factory sampe ke menghias cokelat biayanya adalah 100rb per orang plus 150rb untuk menghias cokelat. Jadi total 450rb. Cokelat yang kita hias bisa dibawa pulang. Sekantong ada 10 keping cokelat plus bonus-bonus coklat bar dari mereka. Mereka terima cash dan kartu kredit. Sedangkan untuk memeluk beruang, di-charge USD 10 per orang. Tapi itu harga untuk orang asing sih kayaknya. Kemaren kami bertiga kena biaya 200rb total. Worth it for new experience karena biaya itu juga dipake buat perawatan, beli makan dan susu untuk si beruang. Anyway, beruangnya ada dua. Ngga rugi lah. Selain itu bisa ngapain lagi? Karena POD Chocolate Factory & Cafe ini ada di dalem Elephant Camp, kita juga bisa ride an elephant tentu saja. Tadinya Vio sudah ribut pengen naik gajah. Keliling-keliling melihat pemandangan dan treking naik gajah yang main harmonika sepanjang jalan. Kayak gini:

Pengen? Biaya Elephant Ride ini adalah USD 85 untuk dewasa dan USD 25 untuk anak-anak. Hehehehehe. Ngga ada price list in Rupiah. Saya sih ngga jadi naik kemaren. Mending buat makan-makan aja dari pada buat naik gajah. Bhahahahahahak. Anyway, demi melihat price list di tempat ini, no wonder tempat ini cuma terkenal di kalangan turis asing. Kemarin itu, turis lokalnya cuma saya, Vio dan si Sist. Kalian kalo punya duit lebih mau dibuang-buang dan bosen ke Bali tapi ke tempat yang itu-itu aja, boleh lho mampir ke sini nyobain naik gajah. Saya sih udah puas meluk beruang aja!

———-

POD Chocolate Factory & Cafe
Jalan Tukad Ayung, Carang Sari, Bali
Phone Number: +623618370888
Jam buka tour: 10 AM – 3 PM

12 thoughts on “Jalan-jalan Bali: Bear A Hug at Chocolate Factory

  1. Hadeeuh si Mbak yang satu ini jalan-jalan terus.. ajak-ajak kita dunk kali2 yg gratisan gtu,😀 ngarep ya aku??…

    Oh ya satu yg paling aku kepengen sampe saat ini lom kecapai juga, Ntu naek gaja bareng-bareng adek N keluarga, jadi kepengen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s