She’s Rock!

TeacherAndStudents

Pernah dapet pelajaran mengenai hidup dari seorang abegeh? Saya pernah.

Jadi, alkisah saya bertemu dengan seorang abegeh pongah memakai t-shirt bertulisan sebuah nama. Setelah membaca nama di t-shirtnya tersebut, saya kemudian berpikir bahwa itu nama sebuah band baru dengan target audience remaja sekolah, saya pun bertanya penasaran: “Siapa tuh?” sambil menunjuk t-shirtnya.

“Orang keren”, jawab si abegeh.

“penyanyi baru ya?” saya bertanya lagi.

“Bukan. Guru Matematika saya”.

“Guru matematika?”. Saya heran dan bingung. “Kok kamu sampe punya t-shirt dengan nama guru matematika kamu?”

I love her. She’s rock!”

“Oww okeee.. tapi apa yang bikin kamu mengagumi guru matematika kamu itu?”

“Ngga ada sih sebenernya, She’s just awesome“.

“Ngga ngerti ah. Apa sih yang membuat dia istimewa?”

“Yaaaaa… yang pasti dia keren. Hubungan kami juga bener-bener enak. Si Ibu itu ngebiarin saya melakukan apa yang saya mau di kelas”.

“Contohnya?”

Sampe sini, sebenernya saya sudah ngga tertarik. Saya cuma penasaran ramuan sihir apa yang dipake si Ibu Guru matematika ini sehingga dapet cinta yang begitu besar dari puluhan murid-muridnya di kelas.

“Contohnya? mmmmm pernah sih kapan tau kelas udah bubar. Saya dan beberapa teman masih main di kelas. Trus kami nemu kotak pensilnya yang ketinggalan. Waktu kami buka, ada pena keren di situ. Penanya kami pake buat nulis-nulis di meja”

“eh, emangnya dia ga marah?”

“Ngga tuh, dia santai aja”.

Aduh, dalam kepala saya terbayang pelatih sirkus yang sedang berusaha menjinakkan binatang liar. Si Ibu Guru ini rasanya tidak punya kemampuan untuk mengendalikan kelasnya. I assumed it impossible for anyone to learn anything in that type of chaotic environment.

“Trus nilai kamu gimana?”

“Bagus kok. Nilai rapor terakhir dapet nilai 98”

“weeeew 98!”

Saya shocked lagi.

“Soalnya Ibu Guru pengen semua muridnya belajar dengan giat dan dapet nilai bagus”.

“Dan sekelas nurut gitu?”

“Yang nyuruh orang keren siiiiih…”

Masih terheran-heran dengan teka teki si Ibu Guru matematika ini, saya mengajukan kembali yang sudah saya tanyakan sebelumnya, “jadi menurut kamu, apa yang bikin si Ibu Guru itu istimewa?”

Si abegeh terdiam sejenak, menatap saya (dengan sebal kayaknya🙄 ), menghela nafas, lalu berkata:

“Ngga adaaaa… Dia cuma ngebiarin saya menjadi saya“.

Saya tertohok. Mendadak saya ikut kagum pada Si Ibu Guru matematika itu.

64 thoughts on “She’s Rock!

  1. kasian tuh abegeh pongah ditanya-tanya begitu, hahahaha….😀

    waktu sma saya juga punya guru matematika yang keren, kalau ngajar suka bawa cambuk madura yang kalo dilecutkan bunyinya menggelegar, orang pasti ngeliat dia adalah guru yang sadis, tapi kami semua muridnya suka diajar beliau, bahkan sampe skarang pun kalau mudik, saya suka menyempatkan diri bermain ke sekolah cuma untuk sekedar mengunjunginya🙂

  2. nanti kl udah nikah, saya tato nama istri saya di dada dan bilang ke semua orang “she’s rock!”:mrgreen:

    semoga jgn pernah cerai… ribet ngapus tatonya soalnya haha

  3. Kalo itu guru SMP, iya sih masuk akal.
    soalnya guru Olah Raga SMP saya pernah bilang.
    SMP adalah waktu yg tepat buat nakal.
    setelah itu sudah, mulai kelas 3 SMP dan seterusnya belajarlah dewasa.

    dan saya merasakan perbedaannya.
    Udah pernah puas mengalami masa2 nakal, sekarang waktunya selalu belajar dewasa. *sok tua*

  4. sebuah pelajaran yang luar biasa dari guru itu….
    mebiarkan muridnya menjadi diri sendiri dan bukan menjadi orang lain
    dan itu juga adalah pelajaran untuk berbuat jujur sehingga nanti tak akan pernah berbohong layaknya pejabat yang melakukan korupsi

  5. Ngebiarin saya menjadi saya …

    But …
    Tanpa disadari …
    si Guru membuat si ABG menjadi “saya” yang lebih baik …
    dari hari ke hari …

    Salam saya

  6. eh iya, jadi penasaran yang mana muridnya yang mana gurunya😀
    guru walaupun dalam beberapa poin terkesan menyebalkan, tapi memang ada kontribusi besar juga terhadap kita, bener gak mbak ??🙂

  7. “ngebiarin saya jadi saya”

    I incline to believe that she truly rocks!

    our society tends to put high emphasize on rules without considering its member’s freedom. let me just be me, the voice of ‘hippies’ still lies in each of us, longing to be free and never pretend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s