Akhirnya…

cloudylight
This must be what growing feels like.

Dalam inti dari sebuah epiphany, saya menjadi lebih kuat saat saya menyadari bahwa saya telah lama berhenti mempertanyakan apa yang salah dengan saya.

Dan saya mulai bertanya-tanya apa yang salah dengan mereka, yang tidak bersedia menerima saya.

71 thoughts on “Akhirnya…

  1. ……jadi bersiap-siaplah meneriakkan kata “Eurika”, ketika suatu saat nanti ternyata mereka bisa menerima mu seperti yang kau pertanyakan saat ini.

    karena bukan tidak mungkin, suatu saat nanti mereka juga mengalami suatu rasa dan makna dari sebuah epiphany. walaupun mungkin harus menunggu sampai kepala mereka “terbentur” sesuatu atau hati mereka “tersayat” sesuatu.

    tapi pada akhirnya seorang Chic pun bisa berkata, “akhirnya…., Alhamdulillahh…, Eurika…., Puji Syukur….”, atau apapun itu.

    karena semua manusia berhak utk mengalami suatu rasa dari sebuah epiphany, karena realisasi diri akan makna dari suatu hal tidak harus datang lebih awal, tapi bisa juga terlambat, walaupun utk itu kepala kita harus “terbentur” dan hati kita harus “tersayat” terlebih dahulu utk mengalami realisasi dari esensi dan makna sesuatu๐Ÿ™‚

    kok gue jadi serius gini ya?๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€ *tolong pentung kepala gue*๐Ÿ˜›

  2. namun aku masih belum bisa berhenti bertanya kepada diriku sendiri,

    “Apa yang salah denganku? Dan aku harus bagaimana? Kenapa aku selalu melakukan kesalahan dan tidak bisa meminimalisirnya?”

    aku belum bisa berhenti demikian, lantas bagaimana aku harus mulai bertanya “apa yang salah dengan mereka?”

  3. akhirnya saya tau apa arti epiphany. setelah googling. kasihannya saya.

    saya merasa belum bisa diterima sepenuhnya oleh lingkungan sekitar saat ini, dan belum dapet epiphany seperti chic alami. Maaaf jadi curcol juga๐Ÿ˜›

  4. apa tuh epiphany ?? *males googling* :p *sama wondernya dengan kata “menafikan” kemaren*

    iya, memang kita gak salah kok, yang salah tuh mereka, cih rugi sekali mereka gak menerima kita *ngamuk2 gak jelas*

  5. karena semua orang punya jalannya sendiri2, penerimaan orang lain jadi ga terlalu penting. kalo komentar orang lain itu membangun, baru penting.. kl ga sih, what the hell:mrgreen:

  6. wah.. bagaimanapun jg langit jogja kaya’na lebih enak dipandang deh mbak.. yach, walaupun akhir2 ini memang agak puanass.. panas banget malah.. he.he..

    yg pasti, kita selalu harus introspeksi.. kadang apa yg menurut kita baik dan benar.. belum tentu hal itu jg baik dan benar di mata mereka…๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s