Brainstroming ajah!, can't get this out of my head, Curhat Colongan

selanjutnya apa?

rman1694l

Pagi ini, saya sedikit bercakap-cakap dengan seorang perempuan, sahabat saya sejak tiga belas tahun terakhir ini. Sebuah percakapan yang tidak terlalu panjang sebenernya, tapi ntah kenapa membuat otak saya menjadi lelah. Dua tahun yang lalu, kami pernah melakukan percakapan yang hampir serupa, dimana akhirnya perempuan itu memutuskan bercerai dengan suami, menitipkan sang anak kepada orang tua nya di Sukabumi, dan pindah kerja ke Semarang. Benar-benar sebuah keputusan besar.

Saya, pada waktu itu sempat bertanya kenapa harus pake pindah ke kota lain. “Saya sudah tidak sanggup hidup dan tinggal di kota itu” ujarnya. Dan saya tidak bertanya lebih lanjut. Saya paham mengapa dia memilih pergi. Tapi saya tidak bisa mengerti dengan alasannya. Karena sesungguhnya yang dia benci bukan kotanya, tetapi kenangannya, dan laki-laki itu. Bukan dia yang seharusnya pergi, tetapi kenangannya dan tentu saja, laki-laki itu, dari kehidupannya.

cerita serius tapi cengeng *sigh*