Sukses itu apa sih?

mban572l.jpg

Kemarin pagi, ketika sedang melintas di jalanan Rasuna Said dalam perjalanan ke kantor seperti biasa, saya tertegun ketika melihat sebuah billboard iklan yang terpampang di jembatan penyeberangan di depan Setiabudi Building. Kemacetan di jalan itu memaksa saya tidak sengaja untuk membaca iklan tersebut. Sebuah iklan metode pengajaran Kumon, dengan tagline: Matematika, Bahasa Inggris = Sukses.

Tagline itu yang membuat saya tertegun. Otak saya segera bekerja membuat sebuah pertanyaan, apakah ukuran sukses itu hanya dengan Matematika dan Bahasa Inggris? Apakah berarti orang-orang yang tidak terlalu mahir dalam kedua bidang itu sama dengan tidak sukses? Saya kok jadi merasa tersinggung yaaaa.. hihihihi Lah saya ini dari jaman eSDe ngga mahir sama yang namanya matematika. Ngga masuk sama sekali di otak saya. Kalo yang dasar kayak penambahan, pengurangan, pembagian, perkalian, kuadrat-kuadratan gituh yah saya masih nyambung lah… Yang saya ngga ngerti, kenapa saya juga harus belajar akar kuadrat, cos sin tag, alogaritma de ka ka ituh! Buktinya sampe sekarang ngga kepake. Kalo mentok ketemu soal begitu ada alat canggih bernama Kalkulator gitu looooh. Ngga perlu saya menghapal rumus sedemikian jelimet dengan sederet kode-kode yang untuk ukuran saya waktu jaman eSDe-eSeMPe itu kok jadi bikin mumet.

Matematika memang mimpi buruk buat saya (dan mungkin sebagian teman saya yang lain). Untung waktu eSeMPe saya terkontaminasi dengan serial TV berjudul LA LAW yang membuat saya bercita-cita jadi pengacara. Waktu eSeMA pun saya memutuskan untuk hengkang dari IPA ke IPS hanya demi mengejar cita-cita saya (dan tidak perlu bertemu matematika tentunya). *untung terus lulus UMPeTaN di FH* Dan benar, setelah hampir delapan tahun menjalankan profesi ini – dari satu company, loncat ke law firm, balik lagi jadi in-house lawyer di satu company – saya tidak perlu matematika sama sekali!!! (bahkan pasal-pasal di KUHP dan KUHPerdata yang dulu jaman kuliah saya hapal mati-matian ketika hendak ujian, ngga kepake pas kerja. Kalo lupa bunyi nya apa, ya buka lagi aja buku nya… hehehehe *ini ga ada hubungannya sih, curhat colongan aja kenapa saya harus menghapal isi kitab-kitab ituh sementara pada saat kerja saya tetep bisa buka buku* )

Apakah dengan begitu saya inih tidak SUKSES????

Lalu Bahasa Inggris. Oke laaah, saya harus mengakui ini penting. Saya belajar bahasa ini dari eSDe, mulai dari belajar This is a book, sampe akhirnya bisa bikin satu paragraph kalimat. Dan pekerjaan saya menuntut saya untuk mahir berbahasa asing yang katanya bahasa internasional ini. Awal-awal saya mulai nge-cring, beberapa tulisan saya dalam bahasa inggris *yang menuai banyak protes dari beberapa temen, katanya bacanya capek, kudu konsen*. Bukannya kegayaan, tapi sekali lagi kepentingan dan tuntutan pekerjaan lah yang membuat saya mau ngga mau harus mahir berbahasa Inggris.

Lalu apakah hanya karena ini saya dibilang SUKSES? Apakah kalo saya ini hanya mahir berbahasa Rusia atau China atau malah bahasa Sansekerta lantas saya dibilang TIDAK SUSKES??

Bukannya SUKSES itu bagian dari usaha, bukan karena matematika dan bahasa Inggris?? Ya ndak??

Buat saya, iklan itu menyesatkan! Apa si pembuat iklan itu punya data akurat bahwa penentu kesuksesan hanya karena matematika dan bahasa inggris? Mudah-mudahan ngga banyak yang otak nya tercuci karena iklan itu. Percayalah, sukses ituh bukan hanya karena Matematika dan Bahasa Inggris!!

12 thoughts on “Sukses itu apa sih?

  1. namanya juga iklan, bahasanya beragam dan penuh intrik, seperti sinetron di indonesia, banyak intrik

    tapi kalo iklannya di modif

    kursus matematika, inggris di kumon = SUKSES dalam pelajaran matematika dan inggris di sekolah.

    iklannya jadi bener, mungkin karena jembatan penyebrangannya kurang lebar untuk memuat tulisan trsebut jadi ya sutra lah, seadanya… kekekkekke,

  2. mmm… mungkin itu maksudnya gini
    bahasa inggris itu mewakili “komunikasi”
    matematika itu mewakili “logika”

    jadi dengan komunikasi + logika yang baik = sukses

    klo kaya gitu setuju nda nenk ??

  3. hmm. ..
    ya ngga cukup mat sama bahasa inggris seh. . .
    tapi lebih baik klo mau baik logika nya.. ya belajar matematika
    klo mau baik berkomunikasi ya belajar bahasa.. supaya bisa go internasional jadi nya bahasa inggris

    ilmu yang lain.. lebih banyak dipelajari laebih baik
    *ngeladenin protes*πŸ˜€

  4. Iklan apa ya itu ? Kalo cuma gara-gara matematika + bahasa Inggris = sukses… harusnya yang diajarkan dari awal sekolah harusnya cuma ituπŸ˜€

  5. matematika + bahasa Inggris = sukses, itu kan cuma slogan,mesti salahnya,semua orang juga setuju.tapi bukan berarti harus sinis dengan matematik
    –Ketemu soal begitu ada alat canggih bernama Kalkulator gitu looooh—
    or
    —saya tidak perlu matematika sama sekali—

    lalu sukses itu?mungkin saja=kerja keras,belajar,n keberuntungan kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s