Curhat Colongan

BETEEEE…!!!

Today Jakarta is such a suck town!!! Pagi tadi pas gue mau berangkat ke kantor, the weather wasn’t really friendly. It’s rainy all the way my journey to the office… Nyebelin dech! Bikin jalan jadi macet banget (padahal ujan ngga ujan yang namanya jalan casablanca itu macetnya amit-amit ya….), bikin gue baru nyampe kantor jam setengah 10, and bikin migrain gue jadi kumat!! (complaint terusssss…..)

Sampe di kantor,… langsung diajak meeting (baru juga nyampe 2 menit Pak, komputer aja belum dinyalain… hehehehe). Yang kemaren aja belum selesai, udah ada yang baru lagi???? Pleeeaseee….. Baru aja selesai meeting, tiba-tiba sms gue bunyi. Isinya “Chi, kalo udah selesai meeting sama Pak Emil, saya tunggu di BP Migas Plaza Centris ya.. Ada presentasi proyek Jambi Merang. Penting!! –Prayoga-“. GUBRAAAKSS!!! What should I supposed to do…??? Sementara “pesen” selesai meeting tadi adalah… “… harus bisa di-close hari ini ya Chi…” Hahahahaha… What’s a life…

Sekarang…. setelah gue merasa capek and jenuh di kantor… and gue merasa I have to go home right now… di luar sana ujan lagiiii… Sebaaaal!!!

Heran deh… kenapa seh ujan itu turun pada saat gue mau berangkat ke kantor dan pada saat gue pengen pulang! Kenapa ngga tadi siang… pada saat gue ga kemana-mana… Kenapa ga ntar malem pada saat gue udah tidur…

Teuing ah!!! Bete!!!

Curhat Colongan, Seputar Kedodolan

MENIKAH????

Krrriiiingggg (phone ringing)
“Halo”
“Chi, gue nih…”
“hai… pa kabar?”
“Chi, gue mau menikah…”
“HAAAAAHH (gasped)… glurp..glurp.. gubraaaksss!” (sound: felt down)
“Wooy… CHIIII, sadar dong…!!! Gue mau married, gue serius neeeehh!!”
“Whaaat? Eh iya sorry… Haaah ya bener lo? Kapan?”
“Tanggal 28 besok”
“Haaaaah.. GUBRAKS!!! (sound : felt down again) becanda lo.. 2 minggu lagi??”
“iya… hehehehehe”
“Waaaaa… 2 minggu lagi and lo baru ngasih tau gue sekarang?? Gilingan lo… Sebaaaaallll…”
“Hehehehe.. ya maaf chi. Emang sengaja baru ngasih kabar juga, baru kamu ma Aak doang kok yang tau. Awas lo harus dateng ya, kalo ngga gue pecat jadi temen lo… hahahahaha…”
“Waaaaa… ga mau… sapa suruh dadakan. Emang ga sopan lo , dasar!!! Bla bla bla… (segala macem omelan neh!!)
“Hahahahaha.. iya dech chi maaf maaf (gaya mpok minah). Udah dong jangan marah, nanti doa-nya jadi berkurang, yah??? Pokoknya lo harus dateng no matter what happens, ok? Sekarang tinggal giliran lo neh… hehehehehe… love you…”
Klik (connection off)

(that was part of a conversation 4 days ago with my very very best friend for the last 10 years. Ga persis gitu seh percakapannya… gue dramatisir aja… hehehehe)

“Sekarang tinggal giliran lo neh…” hhmmmm, maksudnya???? Heeee…
Menikah??? In my 27 years old that shouldn’t be something strange to do, right? Yeah, it shouldn’t be. Liburan lebaran kemaren, ngumpul-ngumpul bareng saudara-saudara (yang ngga semua tau sejarah masa lalu hidup gue a couple years ago), lagi-lagi gue harus berhadapan dengan teror pertanyaan seputar jodoh. Gimana, udah punya pacar? Kapan nikah? Berbagai jawaban diplomatis yang udah gue siapin (and latih) akhirnya keluar satu per satu. “Masih enak jadi single, Tante” atau “iya neh, terlalu banyak pilihan Om, jadi bingung” or “soon deh Ua, doain aja” atau kayak “aduh, kalo masalah kapan sih gampang, sama siapanya itu lho yang susah”. Hahahahaha… well, that isn’t really easy to do… I mean it! Waktu ngejawab seh bisa sambil cengengesan ga jelas gitu dech trus kabur ke belakang. Tapi dalem hati.. wuaaahhhh… complicated!!!
Sebenernya, sepanjang taun lalu (after that terrible moment…) gue bukannya ga ketemu dengan cowok-cowok yang prosfektif dijadiin pacar, dengan kriteria umur cukup, pekerjaan oke, tampang di atas rata-rata. Mereka naksir gue??? Hahahaha… itu dia pertanyaan yang sulit dijawab… hahahahaha. Kalau pun ada yang gencar pdkt dan mulai membahas ke topik yang –menurut gue, sih- mulai “menjurus”, gue malah il-fil trus ngejauh n menghilang dari peredaran. Temen-temen pernah ada yang nanya, kenapa seh gue lebih betah dengan status “TTM” (kalo gue seh lebih suka menyebut “pacar paruh waktu”… hahahaha). Gue cuma bilang, ya abis seru.. ga perlu pake emosi tapi tetep bisa fun and tebar pesona sana sini… hehehehehe. Terus ada juga temen yang bilang gue terlalu picky and mudah menyerah. Kalo buat gue seh lebih memilih alasan klise aja, emang ga’ jodoh.. hahahaha… lagian kalo emangnya ga click masak harus dipaksa. Actually, the truth is, I just not ready to get myself to feel that “horrible” feeling again… lebih berhati-hati ma perasaan gue. The scar still remains…

Tapi percakapan dengan teman itu lil’ bit opened up my eyes and mind, that there’s nothing wrong with that.. Why hiding anyway?? Gue jadi penasaran, kapan ya kira-kira giliran gue… hehehehe…. :-p
Dan karena Tuhan masih menunda jawaban atas doa gue (yang baru-baru ini aja seh gue pertanyakan.. hahahaha), gue memutuskan untuk belajar membangun lagi “emosi” gue kepada siapa pun yang gue pilih untuk hadir di hidup gue. Whether dia jodoh gue or not, urusan belakang dech! Hehehehe.. J. Franklin pernah bilang “Love fails, only when we fail to love”, dan gue setuju banget!!

So.. for that beautiful woman best friend of mine, Melly Yusniati a.ka. Imul (…hahahahaha…), I just wanna say “Conglaturation babe,… I’m really really happy for you. May you both live happily ever after yah… and I promise I’ll be there!!!” (and thank you for just made me make up my mind… :-)… )

Curhat Colongan

… I Wish…

I wish I were…
Big enough honestly to admit all my shortcoming
Brilliant enough to accept praise, without it making me arrogant
Tall enough to tower above deceit
Strong enough to welcome criticism
Compassionate enough to understand human frailties
Valentine11

Wise enough to recognize my mistake
Humble enough to appreciate greatness
Staunch enough to stand by my friends
Human enough to be thoughtful of my neighbors
And…
Righteous enough to be devoted to the love of GOD..

Curhat Colongan, Seputar Kedodolan, tukar pikiran

WHAT IS BEAUTY??

Beauty is filthy rich. Our society is still the same old capitalist society which is making woman’s beauty has value on the open market, where the most beautiful girl gets the richest man.
(Franz Lebowitz, Beauty is Filthy Rich, What is Beauty?)

So, what is beauty??
Dari blog seorang teman, gue nemu kata-kata ini : “… cantik itu relatif, tapi jelek adalah mutlak…” … Sound familiar, huh??
Mungkin elo-elo langsung pada mikir gini, why do we talk about this anyway? Penting ya hare gene ngebahas soal cantik… I was debating this thing with a friend couple days a go and found it was really interesting. So I just wanna share some thought with you guys, apa seh cantik itu menurut lo?? Penting ya hari gini??
Ya emang seh, buat sebagian orang and mungkin juga lo, ngga menganggap cantik itu penting. Tapi coba dech elo liat disekeliling elo… sebutin apa yang ngga bisa dilakuin ma orang cantik or apa aja kemudahan yang pasti di dapet oleh orang cantik… Kesimpulan yang gue dapet dari hasil percakapan gue beberapa waktu yang lalu itu adalah bahwa hal pertama yang diliat dari seorang pria untuk mempunyai keinginan mengenal seorang wanita lebih dekat adalah CANTIK in physically meaning! Surprise??!! Artinya kan kalo elo ga cantik, ga bakal ada cowok yang mau kenal lo lebih dekat.
Gue jadi mikir, mungkin, sebenernya dunia ini adalah ajang kontes kecantikan yang sebenernya, buat gue and perempuan-perempuan lain, yang bersaing untuk ngedapetin hadiah utamanya yang pasti diidam-idamkan yaitu Our Prince Charming – who gets all of us to think about the ‘live-happily-ever-after’ ending. Just like in a fairy tale. So finally, only matter of beauty? Like Franz Lebowitz said, the most beautiful girl gets the best and the most qualified man a.k.a the most eligible man. Does beauty still rule??

Beberapa waktu yang lalu gue hang out di The Bedroom Kemang with some close friend. Hari itu pas lagi ada acara birthday party seorang fashion designer terkenal lah di Indonesia. Secara yang lagi ultah adalah perancang busana pastinya ada acara fashion show-nya gitu. Ngeliat model-model itu berlenggak lenggok di depan mata gue, yang ad adi benak gue adalah makian.. “… DAMN! Why they’re all so drop dead gorgeous…” (secara gue udah setengah tipsy juga seh.. hehehehe ;-p) Apalagi after the show, mereka dikelilingi ma para cowok-cowok yang bisa bikin elo noleh dua kali… Aduh.. syirik…. Hihihihi
BUT… I’m not the only girls who have a thought like that, I think.. Buktinya, besok paginya setelah lepas dari hang over, gue ngebahas hal itu bareng temen-temen gue.
Apaan…..??? ya soal CANTIK….
Salah satu temen gue ngomong gini, “… emang sih mereka itu cantik-cantik banget,… but kalo gue sih kasian loh ngeliat mereka. Sementara kita bisa makan seenaknya sepuasnya mau makan apa aja, mereka ga bisa sembarang makan.. secara yang harus jaga badan and penampilan gitu loh…” Woooo… wait a minute??? Apa emang kayak gitu ya.. or itu cuma sekedar pembelaan ngebesar-besarin hati supaya ga makin sirik.. hahahahaha…  Tetep ya it’s in our nature to worship beauty, get addicted by it, becoming a beauty junkie (try to loose our weight, whitening our skin, straightening our hair, buying stuff we don’t really need, spend lots of money on make-up, acne cosmetics, anti-aging crème, perfumes, clothes, shoes and bags, do some painful things such as facial, waxing, and so on…) But also, it’s in our nature to find the great equalizer. Jadi walaupun kadang-kadang kita suka liat model-model jelita itu berpose dengan cantiknya dalam baju-baju menakjubkan yang sebenernya seh CUMA keliatan bagus karena mereka yang pake, kita kadang cemburu and kesal karena mereka mengintimidasi kita for not having the perfect body, the perfect hair, perfect size, teeth for every lil’ things that we are not. Trus dengan nakalnya kita bakalan memasang stereotype seolah-oleh cewek-cewek itu ga punya otak, lemah otak, ga bahagia, cuma gara-gara mereka keliatan hebat and sempurna (rings a bell, gals…?). WHY??? First of all, coz it hurts to know when we lose “the real beauty contest” to someone more beautiful … (I’ve been there before… hehehehe) and it spreads to be unpleasant intimidating feelings of ‘everything-in-me-is-wrong’!! That’s sucks!! Then we try to find our great equalizer. Kalo Homer Simpson bilangnya, … the only way to make us feel good about ourselves is to make others look bad … Does it make us feel good in the end? In my experience, the answer is the big “NO”, even it makes me feel so damned stupid. How ‘bout u guys… what d ya think?

Look back to my conversation with a friend last Tuesday nite, bikin gue jadi mikir juga apa kecantikanlah yang membuat seorang perempuan dicintai pertama kali (or seengga nya membuat seorang pria merasa ingin lebih mengenal perempuan itu). Yang artinya semakin cantik, dia akan semakin (mudah) untuk dicintai. Heeey… pa kabar inner beauty by the way….??? Kasian banget dong cewek-cewek yang “ngga punya kesempatan” untuk lebih dikenal (and dicintai) coz of her brain, her personality… My friend said : “pasti adalah suatu saat yang akan nge-liat “cantik”nya mereka…”
SUATU SAAT????
Jadi inget percakapan dengan seorang teman di sebuah party yang pastinya… banyak perempuan-permpuan cantik.
“Cewek cantik itu banyak chi, karena Tuhan Maha Besar. Tapi gue nemuin, cantik seperti itu ngebosenin, karena apa ya.. gini dech, kalo barang luarnya bagus dalemnya basi, males kan? Nah kayak gitu… Gue butuh ngeliat cantik lebi dari sekedar badan bagus and muka cantik. Gue butuh ngeliat emosi itu, gue butuh ngeliat attitude, energi-energi yang bikin itu semua full of life. Persis kayak waktu lo dengerin musik then move by it. Ada energi yang bikin lo feel the music, feel the words, makes u wanna dance… that’s beauty. Sama kayak lo ngeliat lukisan. Cantik itu harus bisa menyentuh sampai ke dalam. Makanya there’s no beauty without emotion, gitu Non…”
“Trus kalo dia..” kata gue sambil menunjuk seorang perempuan yang emang so damned pretty.
“Kalo dia sih ga usah ditanya. Cantiknya itu absolute, kayak hukum gravitasi semua benda kalo dilempar ke atas pasti balik lagi ke bawah, jatuh ke bumi. Sepasti kalo dua kali dua itu sama dengan empat. Yang pasti she’s lucky”.
“Lucky???”
Cantik itu kan ide say, persepsi. Apa yang in and out, makanya dari jaman ke jaman tren cantik itu kan beda-beda. Nah dia itu perempuan beruntung yang lahir di jaman dan tempat yang cocok untuk memenuhi ide-ide dan simbol-simbol cantik. Coba nunggu 10 tahun lagi, mungkin ceritanya laen. Mungkin lo juga. Intinya sih, dari sekian banyak macem-macem cewek cantik, she fits the profile, perfectly… ngerti ga seh lo….”
(sialan.. emang gue bego apa ya… hehehehehe.. and u know what guys, the girl that I pointed that nite nowadays becoming Putri Indonesia 2005,… hwaaaaa…. Nyebelin ga seeehhh… hahahahaha  )

So.. balik lagi ke “cantik itu relatif, tapi jelek adalah mutlak”, then what is beauty exactly….? Mungkin cantik memang sesuatu yang relative, karena sekalipun media invasion sedemikian kuat membentuk persepsi kita tentang kecantikan kadang kita ngeliat cantik sangat berbeda dengan aturan mainstream karena banyak faktor.
Cantik itu.. Dian Sastro, Siti Nurhaliza, Mariana Renata,.. de el el… (Coba tarik benang merahnya, cantik adalah perempuan berbadan ramping, berkulit putih, berambut panjang dan berkelakuan manis.)
Cantik itu.. Sophia Latjuba, Britney Spears, Jennifer Lopez,… de ka ka… (Ternyata ada juga yang mengasosiasikan cantik dengan “SEKSI”.)
Cantik itu.. cewek gue dong!!! (Nah lo…)
Jadi, cantik itu relatif kan… it’s (really) in the eyes of the beholder and bahwa cantik itu dipengaruhi juga oleh teori relativitas… hehehehe

Trying to find and define about beauty not only gives us a lot of new thought about many things : about how sometimes the way we think about beauty is so cliché and typical, how sometimes we forget to seek beauty from something unseen, forget to seek it through feelings and emotion, how our mind is so controlled by the media to define what is beauty, and so on. Sometimes we forget that we are not living to love the perfect thing, but how to love the imperfect in the perfect way
But the most important things, it left us with the big question… am I beautiful? Am I considered beautiful? Well, ARE YOU??

Hmmmm…… what is beauty guys…?

Berbagi, Curhat Colongan

Happy New Year… guys…

First day of 2006…
New beginning.. new hope.. new opportunity..

Ngga berasa dech udah tahun baru lagi. Perasaan baru kemaren gue ngabisin pergantian tahun 2004 ke 2005 bareng temen-temen SMA gue, semalem udah ganti tahun lagi… hmmmm…

Looking back.. I’ve done a lot of things in last year.. but i don’t even realize that..

Tahun ini resolusi gue cuma pengen jadi a better person aja lah, more mature, more patient, more attitude alias more behave (hehehehe..).. selebihnya seh cita-cita gue adalah meluluskan S2 gue dengan cum-laude…! hahahahaha.. bisa ga ya… Gue tinggal one step ahead neh buat lulus. Teori udah selesai, tesis gue udah sampe bab III (hiks… the problem is bab IV nya males banget ngerjainnya…), IPK cuma kurang 0,02 buat lulus cum-laude (harus gue kejar neh!!! ini juga tekad gue buat tahun ini).
Doain ya… ;-))

Last year, a lot of things happens. Mulai dari yang sedih, seneng, malu-maluin,.. semua nya ada dech! For the bad things that happened to me, i try not to regret it. Soalnya gue yakin, semua itu pasti awalnya dari gue juga. Jadi, sebisanya mungkin gue ngga akan ngulang hal-hal itu tahun ini. I will try hard to do that, I promise!!!

Pokoknya gue mensyukurin banget sama semua hal yang terjadi di tahun kemaren. Gue juga mau ngucapin thanks banget untuk sahabat-sahabat gue yang sampe sekarang masih setia jadi temen baik gue, untuk temen-temen baru gue yang udah mau kenal and jadi temen baik gue,.. I just wanna say that you all make my life fill with a lot colour, and I really really appreciate that. I love u all guys…

Last but not least… hehehehe.. married??? wow, berat banget neh kayaknya ngomong soal ini…
Any one can help me??? ;-p

HAPPY NEW YEAR 2006 Guys….