MENIKAH????

Krrriiiingggg (phone ringing)
“Halo”
“Chi, gue nih…”
“hai… pa kabar?”
“Chi, gue mau menikah…”
“HAAAAAHH (gasped)… glurp..glurp.. gubraaaksss!” (sound: felt down)
“Wooy… CHIIII, sadar dong…!!! Gue mau married, gue serius neeeehh!!”
“Whaaat? Eh iya sorry… Haaah ya bener lo? Kapan?”
“Tanggal 28 besok”
“Haaaaah.. GUBRAKS!!! (sound : felt down again) becanda lo.. 2 minggu lagi??”
“iya… hehehehehe”
“Waaaaa… 2 minggu lagi and lo baru ngasih tau gue sekarang?? Gilingan lo… Sebaaaaallll…”
“Hehehehe.. ya maaf chi. Emang sengaja baru ngasih kabar juga, baru kamu ma Aak doang kok yang tau. Awas lo harus dateng ya, kalo ngga gue pecat jadi temen lo… hahahahaha…”
“Waaaaa… ga mau… sapa suruh dadakan. Emang ga sopan lo , dasar!!! Bla bla bla… (segala macem omelan neh!!)
“Hahahahaha.. iya dech chi maaf maaf (gaya mpok minah). Udah dong jangan marah, nanti doa-nya jadi berkurang, yah??? Pokoknya lo harus dateng no matter what happens, ok? Sekarang tinggal giliran lo neh… hehehehehe… love you…”
Klik (connection off)

(that was part of a conversation 4 days ago with my very very best friend for the last 10 years. Ga persis gitu seh percakapannya… gue dramatisir aja… hehehehe)

“Sekarang tinggal giliran lo neh…” hhmmmm, maksudnya???? Heeee…
Menikah??? In my 27 years old that shouldn’t be something strange to do, right? Yeah, it shouldn’t be. Liburan lebaran kemaren, ngumpul-ngumpul bareng saudara-saudara (yang ngga semua tau sejarah masa lalu hidup gue a couple years ago), lagi-lagi gue harus berhadapan dengan teror pertanyaan seputar jodoh. Gimana, udah punya pacar? Kapan nikah? Berbagai jawaban diplomatis yang udah gue siapin (and latih) akhirnya keluar satu per satu. “Masih enak jadi single, Tante” atau “iya neh, terlalu banyak pilihan Om, jadi bingung” or “soon deh Ua, doain aja” atau kayak “aduh, kalo masalah kapan sih gampang, sama siapanya itu lho yang susah”. Hahahahaha… well, that isn’t really easy to do… I mean it! Waktu ngejawab seh bisa sambil cengengesan ga jelas gitu dech trus kabur ke belakang. Tapi dalem hati.. wuaaahhhh… complicated!!!
Sebenernya, sepanjang taun lalu (after that terrible moment…) gue bukannya ga ketemu dengan cowok-cowok yang prosfektif dijadiin pacar, dengan kriteria umur cukup, pekerjaan oke, tampang di atas rata-rata. Mereka naksir gue??? Hahahaha… itu dia pertanyaan yang sulit dijawab… hahahahaha. Kalau pun ada yang gencar pdkt dan mulai membahas ke topik yang –menurut gue, sih- mulai “menjurus”, gue malah il-fil trus ngejauh n menghilang dari peredaran. Temen-temen pernah ada yang nanya, kenapa seh gue lebih betah dengan status “TTM” (kalo gue seh lebih suka menyebut “pacar paruh waktu”… hahahaha). Gue cuma bilang, ya abis seru.. ga perlu pake emosi tapi tetep bisa fun and tebar pesona sana sini… hehehehehe. Terus ada juga temen yang bilang gue terlalu picky and mudah menyerah. Kalo buat gue seh lebih memilih alasan klise aja, emang ga’ jodoh.. hahahaha… lagian kalo emangnya ga click masak harus dipaksa. Actually, the truth is, I just not ready to get myself to feel that “horrible” feeling again… lebih berhati-hati ma perasaan gue. The scar still remains…

Tapi percakapan dengan teman itu lil’ bit opened up my eyes and mind, that there’s nothing wrong with that.. Why hiding anyway?? Gue jadi penasaran, kapan ya kira-kira giliran gue… hehehehe…. :-p
Dan karena Tuhan masih menunda jawaban atas doa gue (yang baru-baru ini aja seh gue pertanyakan.. hahahaha), gue memutuskan untuk belajar membangun lagi “emosi” gue kepada siapa pun yang gue pilih untuk hadir di hidup gue. Whether dia jodoh gue or not, urusan belakang dech! Hehehehe.. J. Franklin pernah bilang “Love fails, only when we fail to love”, dan gue setuju banget!!

So.. for that beautiful woman best friend of mine, Melly Yusniati a.ka. Imul (…hahahahaha…), I just wanna say “Conglaturation babe,… I’m really really happy for you. May you both live happily ever after yah… and I promise I’ll be there!!!” (and thank you for just made me make up my mind… :-)… )

0 thoughts on “MENIKAH????

  1. wah wah… menikah itu gampang2 sulit,jangan menikah karena ada apa2nya… tapi nikahlah karena apa adanya..
    gue kebayang sih jadi loe dengan pertanyaan2 dari keluarga,untung gue cowok,hahaha… walaupun umur kita sama tapi gue gak terlalu didesak,guenya yang udah kepengenan sendiri sih,hehehe

  2. buat chichi:
    A good marriage is at least 80 percent good luck in finding the right person at the right time. The rest is trust. (Nanette Newman)

    buat -mas sigit-:
    My advice to you is to get married. If you find a good wife, you’ll be happy; if not, you’ll become a philosopher. (Socrates)

    Ha3x ;D

  3. Finding the right man in the right place n the right time nya itu memang susah Mas Inung atawa Ryu,emang bener-bener harus dengan “luck”
    hehehehehe… tapi kalo kita ngga merasa menemukan “seseorang” itu, munculin trust-nya susah banget.
    Buat Pak dhe Sigit, setuju banget katanya Mas Inung.. huahahahahaha.. daripada ngelamun jorok mlulu… hihihihi

  4. right person at the ‘right time’… bukan ‘right place’, Ci! Kalo right place mah bisa di… kamar misalnya… ;D
    Emang tiap org punya standar sndiri ’bout who t’person is..
    soalnya darisitu datangnya gairah n harapan toh? ;p but when t’time comes, we need some adjustments… u know, ‘d be more or less.. ;D
    since we’re not merely t’subject.. we are t’object as well.
    Wait for falling(in love)? ‘d be very deceiving. Since love is only the ashes, left from the maddest flame of falling in love..

    ;D nevermind… u’re still young! take ur time exploring those mad flames! ;>
    Btw.. pakdhe emang kadang kata2xnya keliatan jorok, Ci! Tapi artinya dalem (bukan dalem clana lho!).. so, he is a philosopher ;> n u gotta see beyond his words.

    “Any one must see at a glance that if men and women marry those whom they do not love, they must love those whom they do not marry.”
    (Harriet Martineau)

  5. ” Although I have been through all that I have, I do not regret the many hardship I met, because it was they who brought me to the place I wished to reach. I carry with me the marks and scars of battles – they are the witnesses of what I suffered and the rewards of what i conquered.”

    “The are the beloved marks and scars that will open the gates of Paradise to me. There was a time when i used to listen to tales of bravery. There was a time when I lived only because I needed to live. But now I live because I am a warrior and because I wish One day to be in the company of HIM for whom I have fought so hard.”

    taken from Manual of The Warrior of light – as my stories tell…

  6. Iya Chi..kapan lo nikah?? Jangan terlalu sering tebar pesona ah…bener kata sodara2x lo itu..menikah itu gampang2x sulit..tapi jangan sampe lo persulit sendiri..kata orang kalo kita bisa terima dengan lapang dada “kekurangan” yang ada pada diri kita sendiri dan mau memperbaikinya + serius minta sama Allah..insya Allah akan diberi jodoh yang terbaik dunia akhirat dari Allah..karena konon jodoh itu adalah pelengkap hidup kita..kekurangan lo akan ditutupi dengan kelebihan yang dia punya..begitu pun sebaliknya..
    Inget loh..manusia ditakdirkan oleh Allah untuk hidup berpasangan..jadi dikau jangan kebablasan senang menjomlo terus..
    Gue tunggu yah kabar gembira pernikahan dari lo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s