Backup Systems

Bsk3pu2hcz
Gara-gara ngomongin soal back up mem-back up sama temen gue sepanjang waktu lunch tadi siang, gue jadi inget pelajaran paling berharga yang gue dapet from working the past few years – a good backup system.

Biarpun gue ga kerja di bidang IT atau multimedia system dan pekerjaan-pekerjaan sejenis lainnya, faedah back up system itu sangat penting gue rasakan.

Dulu neh, jaman gue masih menggunakan "jendela" sebagai OS kompie gue, gue amat sangat takut kalo kompie gue terinfected virus yang emang sangat amat terkenal meracuni kompie-kompie ber-OS "jendela". Bahkan sempet parno kalo ada temen yang mo ngambil data or whatever di kompie gue dengan menggunakan flash disk. Tau doooong penyebaran virus bertitel "brontok" itu lewat apa. Soalnya pernah sih kompie gue matot alias tamat cuma gara-gara flash disk bervirus itu. Bernyawa lagi setelah diinstall ulang dengan OS "jendela" yang ASLI, dan anti virus paling canggih… bwahahahahaha… udah ada anti virus paling canggih itu, tetep aja gue parno kalo ada temen gue nongol bawa-bawa flash disk sambil senyam senyum di depan gue trus dengan santai nya bilang … "chichiiiii… minta koleksi lagu lo doooong"… Wuaaaaah, harus dipastikan dulu flash disk nya bervirus atau ngga!!!

Gara-gara kena brontok itu lah, gue jadi sadar pentingnya backup system. Soalnya, even kompie gue akhirnya bernyawa lagi, tetep aja data-data kerjaan gue yang selama ini gue save di kompie itu lenyap ga berbekas, ga bisa direstore. Si brontok itu kan menduplikat semua data-data gue yang ada dikompie, dan ketika dibuka data itu, seketika itu juga data itu hilang ga berbekas! Biarpun gue ga menyimpan data sekelas data-data orang IT or multimedia lainnya, tapi contoh-contoh perjanjian, legal opinion, dan peraturan-peraturan hukum yang gue simpen disitu sama pentingnya buat gue!!! But there’s nothing I can do more except filing it again one by one… capek kaaaan… coba kalo di backup, ntah itu di CD or another external HD.

Capek parno ma virus, and curiga mlulu ma antivirus yang dodol, dan merasa ga sempet buat nyari external HD buat backup system – gue pikir ganti OS sekalian… huahahahahaha…
Jadilah buat backup system gue sekarang, gue menggunakan OS macintosh dengan kompie putih nya nan cantik yang sekarang jadi kesayangan gue ini. Jadi, biarpun gue masih mendua kadang-kadang menggunakan "jendela" dan ga sempet-sempet juga beli external HD buat backup, sengga-ngganya gue ga parno kayak dulu coz of this lovely white mac. It’s virus proof sooob!!!! mau brontok  kayak apa juga, ga ngaruuuhhhh…. =P

Then, the conversation with a friend this day got me thinking about
backups in life. Most people have a steady job, a nice home and not
much else to worry about. But what happens when all of a sudden that
stability is taken away? Some will put aside money for the rainy days,
but would it be enough to survive on?

I’ve taken this approach
rather seriously. Sedikit banyak gue punya a comprehensive backup system in place
in my life – a spare alarm clock, a spare mobile phone, a spare pair of
glasses and even, like I said before, a spare laptop.

I can’t help but wonder if I
should expand the system to include other aspects, so that I can keep
life going smoothly no matter what. Perhaps a backup source of income?

….


or a backup lover?

hehehehehe…. =P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s