Curhat Colongan, tukar pikiran

honesty

It’s much easier to make up a lie than to tell the truth. We all do it, yet at the same time we demand honesty we cannot always give.

But why is it so hard to say what’s on your mind? Are we simply trying to be polite, trying not to be hurtful? Or attempting to avoid embarrassment?

Dishonesty hurts much more when it comes from someone you trust. You never thought there would be any fallacy, until a deliberate twist of truth throws the relationship up in the air.

Then again I just lied to a person tonight – whom I obviously don’t trust.

Berbagi

Coffee & TV

Banjirdalem
Ga tau mau nulis apa.. hehehehe.. Bingung juga mo ngapain selama banjir melanda Jakarta. Pergi paling jauh cuma berani sampe kantor doang. Sebagian Jakarta masih banjir. Belum banyak jalanan yang dibuka. Di kantor aja masih sepi banget, walaupun sebagian udah pada masuk. Tapi ya tetep aja masih sepi. Aktivitas belum lancar sama sekali. Beberapa kantor teman malah kosong sama sekali, sampe akhirnya diliburkan. Ada yang kantornya bener-bener ga bisa dimasukin sama sekali karena masih terkepung air banjir. Ada yang bisa dimasukin, tapi ga bisa ngapa-ngapain juga karena jaringan telfon dan listriknya masih mati. Tempat-tempat pengungsian aja masih penuh sama pengungsi-pengungsi. Kemaren sempet ngunjungin bareng beberapa teman. Nganterin makanan doang sih. Terus terang medan nya berat banget. Jadi maklum sekarang kalo denger evakuasi korban banjir agak terlambat. Beberapa tempat emang ga bisa dimasukin sama sekali even  pake perahu karet sekalipun. Udah gitu tim evakuasinya juga sedikit. Itu juga udah pontang panting. Aduuuuh two thumps up deh buat bapak-bapak tim SAR itu. Matur nuhun ya Pak kerja samanya.

Ngomong-ngomong soal perahu karet, pengalaman pertama naek perahu karet.. hehe.. Biar gitu tetap diusahakan nganter tuh makanan-makanan. Dari pada ngandelin beberapa tim yang kerjaannya udah hectic banget kesana-kemari. Kasian juga. Soalnya kalo nungguin mereka makanannya jadi basi. Kan sia-sia.. Yang paling ga tahan sih pas tiba di camp pengungsiannya. Aduuuh.. pengen nangis rasanya.. Tapi ya gue ga bisa apa-apa juga. Yang paling bisa gue lakukan ya cuma mengantar makanan-makanan itu. Hasil swadaya gue dan beberapa teman. Thanks guys partisipasinya..

Oh iya, sempet kesel karena pas ngelewatin perumahan mewah di daerah itu (should I mention the place??) ngeliat ada beberapa org duduk di balcony rumah-rumah yang rata-rata berlantai dua itu. Sempet heran awalnya, kok masih ada yang belum dievakuasi. Waktu tanya ke petugas SAR yang nemenin gue dan teman-teman di perahu karet itu, ternyata mereka-mereka adalah pembantu-pembantu yang ga mau dievakuasi gara-gara disuruh tuan rumahnya ngejagain rumah, sementara tuan dan nyonya nya mengungsi ke HOTEL!!! whaaaaaat????!!! Helloooooo… tuan dan nyonya besaaaaaar… pembantu juga manusia loooooh…. GILA YAAAAA…. sementara dia enak-enakan di hotel, itu pembantu-pembantunya disuruh tetep bertahan dirumah yang ntah ada persediaan makanan atau ngga, bahkan ga tau apakah banjir akan lebih tinggi lagi atau ngga. DAMN!!! Mau marah deh.. masih ada ya manusia-manusia tega kayak gitu…

Well anyway.. pernah denger ungkapan "whatever happens, this is my country".. Hell yeaaah, this is my country!!!! Walaupun ga bisa berbuat banyak, sedih juga kalo tiap 5 tahun sekali Jakarta harus kayak gini. Urun pendapat dong apa yang bisa kita lakukan. Paling ngga mulai dari hal kecil kali yaaaa… "Buang sampah pada tempatnya".. hehehe 

Udah dua hari ini ujan ga begitu deres. Udah lumayan ada matahari. Di tempat gue, ga tau ya di sudut Jakarta lainnya. Walaupun gue ga terlalu kena dampak banjir – selain ga bisa kemana-mana, soalnya listrik masih nyala di tempat gue – gue berharap (dan seperti juga warga Jakarta lain) kalo banjir ini bisa segera surut.

Ga nyambung ma judul posting ya…*grin* cuma mau bilang kalo coffee and TV adalah temen gue berweekend ria kemaren gara-gara ga bisa kemana-mana. Jadi lagu nya Blur itu kayaknya pas banget.. hehehe… eh, Sama HP juga.. buat telfon-telfonan ma beberapa temen, dan hasilnya adalah  makanan-makanan yang gue dan teman-teman anter kemaren itu. Pengen balik lagi, kali ini nganter obat kali yaaaaa… Udah banyak yang kena penyakit soalnya. Terutama anak-anak kecil. Ada yang mau ikut partisipasi?????

*photo: courtessy of Kompas.com

Curhat Colongan

Fortune Telling

January is the time of the year when people look for clues for what may happen in 2007. For now, maybe it’s too little too late, but when a friend drops by to visit me at the office for lunch, that made me thinking of something. She told me that her fortuneteller described how 2006 hadn’t been a good one, and that things would improve next year. Other revelations included she would start her own business later in her life, and would have to continue working until the normal retirement age.

In hindsight, it was quite true. She was separated from her boyfriend for over sixFpth7tk3mw
months because of work, which hadn’t helped either with ridiculous workload and demanding bosses. About two weeks ago she resigned from the job after accepting an offer from a better organization.

I’ve never really got myself hooked into fortune telling. I admit reading the horoscopes every now and then out of curiosity, but have never really gone overboard adorning myself with lucky color of the day. Personal fortune reading can be incorrect – if doctors can arrive at a wrong diagnosis, surely these psychics can misinterpret the road ahead.

I wonder if it may be worthwhile getting a second opinion. I had my annual checkup the other night and my dentist said my teeth were fine, even though my gumlines had receded a little too much that I suspected it might be first sign of gingivitis. He insisted it was normal for my age.

I still believe my pinball machine theory (blog entry "Life As A Pinball Machine", January 22, 2007). Just like in those plane crashes there was always a person who happened to miss the flight by chance and therefore they didn’t die, but I wonder if they had been onboard perhaps the accidents might not have occurred.

Can someone really have the ability to zoom into your future life and reveal every major course of action?