Seputar Kedodolan

Capek seeeeh…. Tapi….

Huwaaaaaah….. akhirnya bisa nulis jugaaaaaa… dari kemaren semua kata-kata udah menuhin kepala gue, tapi kondisi badan gue ga sejalan ma otak gue… Jadilah gue lebih memilih tidur sepuas-puasnya…. :-p
Yaaaa maklum deeeh… masih suasana lebaran neeeeh…. Capeeeeek sooob… Tapi biarpun gue capek bolak balik nyuci piring and bersih-bersih rumah, terima tamu sana sini, gue sukaaaaaa banget!!! Artinya kan rumah gue banyak dikunjungin tamu (temen-temen nyokap, temen-temen bokap, temen-temen gue, temen-temen adek-adek gue, saudara-saudara yang lain)… artinya juga masih banyak orang-orang yang inget ma gue and keluarga (alhamdulilaaaaah….), trus artinya makanan-makanan yang gue sediain dirumah ga abis sia-sia ataupun jadi basi…. Iya ngga seeeeeh….hehehehehe

There’s one thing I always love about Lebaran… which is being together with the part of my big family and meet the old friends that been for a year not seen each other… Makluuuum kan gue perantauan yang selalu merasa homesick kalo lagi bete banget di Jakarta… hehehehehe… Jadi buat gue, kegiatan berkunjung (dan dikunjungi) oleh saudara-saudara, ketemuan ma temen-temen lama (baik temen SD, temen SMP or temen SMA and temen-temen maen lainnya) adalah sesuatu yang wajib gue lakukan… Kumpul-kumpul bareng, cerita-cerita banyak, tukar pengalaman, informasi (termasuk gosiiiiip… hihihihi), ketawa-tawa bareng mengenang masa lalu adalah hal-hal yang paling kangen gue lakukan kalo lagi pulang ke Palembang… Jarang-jarang banget kan bisa kumpul sama saudara-saudara and temen-temen kalo ga lagi pas lebaran. Paling banter juga ketemu kalo pas ada kawinannya sapa gituuuu, itu juga kalo dateng… hehehehe
So, hal pertama yang gue lakukan begitu sampe di palembang kalo pas gue pulang adalah meng-sms semua temen-temen gue and sepupu gue mengumumkan kedatangan gue disini… huehehehehehehe… dan merencanakan semua kegiatan-kegiatan seru…. (padahal seeeeh belum tentu dijalanin jugaaaaa… Hahahahahaha)… Abis kapan lagi sih bisa begitu kalo ngga pas lagi suasana lebaran kayak gini. Orang temen-temen gue yang tinggal sekota aja sekarang jarang-jarang banget bisa ketemuan and jalan bareng..

Jadi biarpun capeknya kayak apa, gue tetep pengen ngalamin hal-hal itu lagi tahun depan… amiiiin…. Mudah-mudahan dikasih yaaaaa… huhuhuhuhu…

Seputar Kedodolan, tukar pikiran

What Are My Skills?

Skills_2After reading an email from a friend, I just know that there are "A" skill sets, those that you really excel at and then there are "B" skill sets, those things you can do, and do well, but don’t necessarily enjoy. Then it come to me with a question, What are my skills? This has what’s been asked of me by my life coach.

I’ve also been asked to ask other people and see what they think. After all, my idea of what I’m good at may be entirely off base from other’s opinions. For example, I thought I was a great cook until my nephew threw up after eating my meat lasagna one time. No one told me that the hamburg needed to be fresh… ^grin^

So, I open the floor to those of you at Chiclicious, I know you don’t all intimately know me but from your point of view, and reading my posts for the last several months (now that I think of it…you may know me more intimately then I think), what would you say my skills are?

Seputar Kedodolan

Chichi Juga Manusia (ternyataaaaa…. hehehehehe)

Ugh! Akhirnya daku kembali bekerja setelah sekian hari tepar di rumah…. huhuhuhuhuhu…

Kalo ada yang bilang sehat itu mahal harganya… yaaaah well, gue sudah merasakannya. Mahal yang gue maksud disini bukan karena gue ukur dari berapa harga yang gue bayar buat bolak balik ke hospital, buat tes darah, tes urine, dan tes-tes lainnya di lab itu (masih satu tes lagi neh, tapi gue takut… hehehehehe… capek liat jarum suntiknya soooob…), tapi karena gue kehilangan waktu-waktu gue buat nyelesain kerjaan gue, kehilangan saat-saat menyenangkan ketemu temen-temen (chichi weekend di rumaaaaaah…. wuaaaah rekaor banget!!!! Hihihihihi…), ketinggalan beberapa moment seru bareng temen-temen… yang semua buat gue adalah priceless!!!! Dan itu lah harga yang harus gue bayar gara-gara sakit… huaaaaaaah…. hiks hiks… Ga lagi-lagi deh ga denger kondisi badan teriak-teriak minta istirahat, ga lagi-lagi deh sok wonder woman…. chichi juga manusia ternyata… hehehehe

But anyway, I’m going well now… biar pun masih ada terapi-terapi yang belum selesai. Thanks ya teman-teman yang sudah “mendukung” kesembuhan gw,…. baik yang udah bela-belain nengok ke rumah (buah-buahannya enak loooh… kirim lagi dooong…. :-p), atau yang sudah mengirimkan banyak2 doa lewat sms dan telpon… I’m so glad to have such a lovely and caring friends like you all…. Love you guys…

Note aja neh, Sakit itu “mahal” soooooob….. wakakakakakaka

Curhat Colongan, Seputar Kedodolan

EVERY LIFE HAS A PURPOSE

Gara-gara hari minggu kemaren ditantangin nonton film “Lady in The Water” ma si Della, gue jadi dapet kata-kata yang gue pake buat judul di atas. Film yang akhirnya bikin gue merasa tertipu ma thriller (and ga bakal percaya lagi ma yang namanya thriller!!!) huahahahaha.. gue pikir film horor!!! Coba kalo yang buat bukan si M. Night Shyamalan, gue ogah kali nontonnya (karena gue emang ogah banget nonton film horor… huhuhuhu). Berhubung gue udah jadi salah satu pengemar Shyamalan sejak Sixth Sense-nya yang cool banget itu, ya gue terima deh tantangan si Della buat nonton. Hehehehehe…

Anyway, gue bukan mau ngomongin tuch film sekarang (tapi gue recommend kalian semua buat nonton film itu… :-p). Yang gue mau share sekarang adalah soal judul yang gue posting di atas. Kata-kata yang gue dapet dari dialog nya the narf named “Story” dengan Mr. Cleveland Heep, waktu Mr. Heep lagi rembukan ma temen-temennya di apartemen soal rencana untuk nolong Story. Waktu mereka lagi bingung nyari siapa di antara mereka yang adalah “The Interpreter”, which is orang yang bisa baca tanda-tanda alam dan mencari petunjuk dari hal tersebut, si Story tiba-tiba bilang “Every life has a purpose, you just have to listen to your voice within”.

That words like stuck in my head since then. That’s the reason I write this blog. Soalnya gue jadi inget sama salah satu buku favorit gue “The Alchemist” nya Paulo Coelho, yang udah berhasil menghancurleburkan keegosian gue dan membuat gue mengubah semua cara pandang gue soal menyikapi hidup gue.  That book also emboldening me to stay true to my dreams and always to listen to the voice within my heart, karena itu lah suara yang paling jujur.

"My heart is afraid that it will have to suffer," the boy confides to the alchemist one night as they look up at a moonless night.

"Tell your heart that the fear of suffering is worse than the suffering itself," the alchemist replies. "And that no heart has ever suffered when it goes in search of its dreams, because every second of the search is a second’s encounter with God and with eternity." (The Alchemist)

Teori emang paling gampang ya… Prakteknya… susah soooob…

Berusaha yakin ma suara hati itu susah banget, lebih gampang denial and hope everything will be ok. Padahal, kalo denial, batin jadi tersiksa, and semuanya jadi salah. Kalo dipikir-pikir apa sih susahnya denger kata hati. Tapi ya itu tadi, kayak kata si Santiago di The Alchemist, apa yang suara kan oleh kata hati itu kadang-kadang bukan apa yang kita mau. Apa yang kita mau itu ada dipikiran kita, bukan di hati. Makanya suara hati suka kalah ma ambisi… hehehehe

Katanya suara hati itu yang nolong kita dalam perjalanan hidup mencapai tujuan. Tiap hidup kan pasti punya tujuan, kalo ngga ngapain juga kita hidup. Masalahnya adalah gimana cara mencapai tujuan itu tadi. But again, every life has a purpose… so that’s why life is in the journey, not the destination. Seperti juga perjalanan Santiago nyari “pot of gold” nya atau perjalanan Story untuk pulang lagi ke “blue world”, what you search for is usually RIGHT THERE all along, and that the journey you take to find it is about learning lessons and growing as a person. Coelho and Shyamalan speaks of how doing good deeds for others is eventually rewarded and though we don’t know what our treasure will be, or where and how we will receive it, if we follow our heart, we will find it.

Lagi belajar dengerin suara hati nih buat ngambil keputusan. Kayak di salah satu blog yang pernah gue tulis, life is so simple… So, life does not need to be complicated, like Santiago set off to find his "pot of gold," and after a long journey during which he grew mentally, emotionally, and spiritually, he finally discovers the location of the treasure. He follows the directions and find it RIGHT WHERE HE STARTED! The point is, You have what you need inside of you all of the time. You don’t need to search outside yourself- you need to look within.

Bisa ga ya jadi kayak Santiago… biar ga stuck in reverse lagi neh… 🙂

"Because, wherever your heart is, that is where you’ll find your treasure." (The Alchemist)