Lompat

Sometimes you don’t know you’ve crossed a line until you’re already on the other side. Of course, by then it’s too late.
Harry Stevenson, Feast of Love

Coba ingat-ingat bagaimana caranya kamu melompat dari sebuah tempat yang tinggi. Melihat tempat di mana kamu akan mendarat, memperkirakan bagaimana caranya kamu melompat dengan aman, memperkirakan risikonya, memperkirakan seberapa jauh ancang-ancang untuk melompat, memperkirakan berapa besar tekanan yang akan kamu berikan kepada tubuhmu saat melompat, lalu melompat. Betul?

Lalu ketika melompat, apakah sambil melompat kamu memperhatikan dengan seksama tempat kamu akan mendarat agar mendarat tepat di tujuan? Atau malah melompat dengan mata tertutup, membayangkan tempat mendarat yang tadi sudah kamu lihat, dan berharap mendarat di situ dengan sukses?

Waktu kecil, saya senang dengan kegiatan lompat melompat ini. Ntah kenapa. Dan saya melompat dengan mata terpejam. Saya tidak pernah memperhatikan di mana saya akan mendarat, toh saya sudah tau mau mendarat di mana. Saya membiarkan diri saya terbang, menikmati perasaan deg-degannya, perasaan seperti melepas sesuatu dari badan, dan perasaan lega ketika kaki menyentuh tanah. Setelah itu baru saya membuka mata saya. Rasanya bangga telah melewati sesuatu yang mendebarkan dan mendarat dengan sukses. Ah saya memang anak kecil yang lebay dulu.. Hahahahaha…:mrgreen:

Dulu, ada rasa bahagia di situ. Namanya juga anak kecil, bahagianya sederhana.. Hihihihi..:mrgreen:

Sekarang, saya tidak lagi melakukan itu. Terakhir beneran lompat dari tempat tinggi adalah bungy jumping. Sekian tahun yang lalu. Selain bakalan aneh rasanya dilihat orang, saya sudah capek. Literary. Hidup ini rasanya seperti melompat-lompat. Dari satu tingkat ke tingkat lainnya. Perasaan deg-degannya dan perasaan seperti melepas sesuatu dari badan itu masih ada. Tapi rasa ketika mendarat menjadi berbeda. Bisa lega dan bahagia, atau ya menyesal. Seperti kata Harry di awal tulisan ini, kadang-kadang saya tidak sadar bahwa saya sudah melompat, kemudian ditengah jalan saya kemudian berpikir bahwa saya seharusnya tidak melompat, tapi kemudian saya sudah terlanjur mendarat. Ngga mungkin juga balik lagi kan? Emangnya film, bisa di-rewind..πŸ™„

Jadi gimana caranya supaya saya sadar kapan saya harus melompat atau tidak? Tiba-tiba kok saya jadi inget dialog lain yang ada di film yang sama.

BRADLEY: It’s worse. How do I make a change? I can’t go through this again. Harry, I swear to God, I’ll lose my mind.
HARRY: Oh, shit. Bradley, listen. You just gotta stay alert.
BRADLEY: What does that mean? Well, everything we need to know is going on right in front of our eyes. Yeah, we have our illusions about people, our hopes, and they can blind us. But the end is always right there in the beginning.
BRADLEY: Kathryn said I never saw her. Maybe I never saw Diana either. I was just looking for some piece of happiness, so I closed my eyes and jumped.
HARRY: Okay, so next time…
BRADLEY: Don’t jump, I know.
HARRY: No, no, no, no, no. Jump! Jump, but with your eyes open.

Well, tolong kasih tau saya, bagaimana caranya melompat dengan mata terbuka. Please?😐

9 thoughts on “Lompat

  1. Mungkin artinya melompat dengan selalu waspada supaya bisa memperkecil resiko…

    Yg bisa ngejelasin sensasinya itu penerjun payung, pasti mereka nggak ada yg mau loncat kalau nggak boleh buka mata…
    1. Nggak bisa liat instrumen pengukur kecepatan jatuh atau penunjuk ketinggian.
    2. Nggak bisa nikmatin pemandanganya, sama kaya dikonciin di lemari trus dibuang dari pesawat yang lagi terbang.
    3. Nggak bisa ngontrol kalau ternyata melenceng sekilo meter gara2 ketiup angin, trus ngasih tau temenya minta tolong jemput.
    4. Nggak bisa teriak kalo misanya dibawahnya ada orang yang juga lagi merem2 gak liat kita diatas dia.
    5. Minimal bisa berdoa pendek dulu kalau ternyata mendaratnya nggak sesuai rencana.

  2. wah pernah bungy jumping ya mba? mau deh..πŸ™‚
    Terakhir saya “Lompat tinggi” sekitar setahun yang lalu di Jembatan pulau tidung (6m ke laut) lumayan bikin jantung mau copot (Bahagia – sebahagia anak kecil yang sederhana bahagianya..πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s