Siapakah saya?

918555089

Minggu kemaren, di saat orang-orang sedang menikmati libur panjang karena harpitnas, saya berjibaku dengan Psikotes yang diadakan oleh perusahan migas tempat saya melamar kerja baru. Bukan hal aneh sebenernya, hanya saja saya sudah lama sekali tidak pernah lagi menjalani test semacam ini. Terakhir sekitar tahun 2005, itu pun hanya personality, bukan test yang pake deret angka, menggambar dan lain sebagainya itu. Kebanyakan perusahaan swasta murni tempat saya melamar kerja malah hanya melihat CV dan hasil kerja saya untuk kemudian diterima bekerja di perusahaan itu, bukan karena hasil psikotest.

Saya tidak mau bercerita bagaimana ribetsnya proses penerimaan pegawai di perusaahan tempat saya melamar itu, dan betapa ribetsnya psikotes kemaren. Bukan… Hanya saja, ada satu test yang mengganggu pikiran saya sampe sekarang. Test mudah sebenernya. Saya hanya perlu mengajukan pertanyaan “Siapa Saya” sebanyak-banyaknya kepada diri saya sendiri, dan saya harus menuliskan setiap jawaban yang muncul atas pertanyaan tersebut sebanyak 20 pernyataan. Sound easy, eh? Tapi ternyata tidak. Believe me, that wasn’t an easiest question to answer. Masing-masing dari kita mungkin punya arti yang hakiki dalam mendefinisikan “self“, tapi ini adalah bagaimana kita menyampaikan hal tersebut pada orang lain.

Saya lantas teringat pada statement nge-top dari Filsuf dan ahli matematika terkenal di abad 17, Rene Descartes, Je pense donc je suis atau Cogito ergo sum atau kalo di-inggriskan menjadi I think, therefore I am; atau I am thinking, therefore I exist atau Indonesianya kira-kiraSaya berpikir, maka saya ada“. Mungkin ini yang dimaksud dengan test itu. Saya adalah sebagaimana yang saya pikirkan tentang saya. Proses indentifikasi pengenalan diri sendiri.

Test ini membuat saya berpikir tentang diri saya sendiri. Saya yang seharusnya sudah melewati masa pencarian identitas, sudah mencapai level sekian di kehidupan saya *menurut versi saya loh yaaaa…*, masih harus berpikir keras tentang siapa saya. Parah!!!  Ternyata proses pencarian identitas itu tidak boleh berhenti. Sampai kapan pun saya harus tetap mencari identitas.

Identitas? penting ya? Mungkin, untuk urusan cari kerja…. Saya sendiri banyak belajar lagi soal kehidupan sesungguhnya dari mengasuh Vio. Proses saya mengenali profile anak saya membuat mata saya lebih terbuka untuk melihat dunia lain dengan kacamata lain. Indeed. Bukankah si anak akan belajar dari Ibu-nya bagaimana dia memandang dirinya sendiri?

dan Saya  mentok di pernyataan ke 9. Setelah itu saya butuh waktu sekian menit untuk menuliskan jawaban yang muncul setelah mengajukan pertanyaan “Siapa Saya” kepada diri saya sendiri, dan dengan susah payah sampai pada point ke 20. Apakah ini berarti saya tidak kenal siapa saya sesungguhnya?


137 thoughts on “Siapakah saya?

  1. salah satu pertanyaan pembuka dalam sophie’s world-nya jostein gaarder🙂 you need to keep questioning about who you are, just to check whether you have developed into the person you’ve never want to become😉

    1. you know what Han, saya sudah pake metodenya si Sophie’s World itu buat menjawab psikotest kemaren..:mrgreen: cuma tetep aja pake acara mikir lamaaaa.. beuh😐

  2. @chic adalah 1. wanita karir 2. pengguna atoz 3. punya bayi bernama vio 4. punya suami bernama joey 5. suka berurusan dgn hal yg berhubungan dgn legal 6. menyimpan sandal jepit di mobilnya 7. nama bapaknya sunda banget 8. sempat gemar dugem 9. ..

    sama chi, saya jg cuma bisa sampe nomor 9..😀

  3. Beberapa waktu.yang lalu saya juga ikutan psikotes.

    Dan hasilnya adalah “not recommended” gara-gara saya menulis semua sifat buruk saya pada session Who Am I ituh..

    Repot memang, disuruh nulis sejujurnya, tapi kalo diisi jujur malah ga diterima..
    *curcol*

    Beuh, perusahaan migas? Gajinya segambreng neh.. Makan-makan!!

  4. bukan.. bukan ga kenal,, cuman perlu pembuktian ajah, siapa sebenernya diri ini..😀
    pertanyaan itu sering muncul dalam psikotes, sengaja buat ngejebak dan juga pembuktian, seperti apakah kita tahu tentang diri kita.. beberapa malah ngelakuin ituh karena ngetes cocok apa ga, sama CV yang kita kirimin..

    gituh..😉

  5. I am what I am..

    pepatah sederhana yang sampai sekaraang artinya masih rancu.. Saya sendiri gak tau siapa diri ini sebenarnya.

    mungkin itulah kegunaan dari Friendster Testimonial

  6. Mbak,

    coba tanya sama suaminya.. apa beliau juga mengenal siapa mbak? coba tanya anaknya juga.. kenal gak sama mamanya??

    Kalo misalnya kenal.. ya bersyukur karena mereka semua sayang sama mbak Chic🙂

  7. jadi mengajukan pertanyaan ke diri sendiri juga. dan jawabnya… hmm.. sepertinya gw juga perlu menggali lebi dalam tentang siapa gw sebenernya (thinking)

  8. Ternyata kita sendiri belom tentu tahu siapa kita sebenarnya, dan itu baru bisa terbukti di saat2 seperti yg dialami chic baru2 ini.. Maybe we should keep questioning our self.. Seperti kata hanny.. Lagi pula we keep changing.. Karena satu2 nya yg pasti di dunia ini adalah perubahan..😀 setiap peristiwa yg terjadi/dialami, ikut membentuk siapa kita…

    So, mungkin itu pertanyaan rutin yang harus ditanyakan kediri kita sendiri.. Apakah ‘aku tetap aku yg ku kenal selama ini’

    Gyahaha…

  9. gini lah… kalo ditanya siapa dirinya belum tentu tau, belum tentu ngenalin siapa saya yang sebenarnya.. tapi kalo ditanya siapa dia, 2 lembar bahkan 10 lembar kertas folio mungkin belum cukup.🙂
    test psikotesnya bagus, kalo lulus, saya boleh contek jawabannya ya mbak😀 hihi.. *ngelirik nazieb yang gak rekomen setelah jujur*

  10. Siapa Saya ?
    Dua puluh Pertanyaan ?

    Hhmmm … ini menarik …
    Aku pun juga keringetan kalee kalo suruh ngerjain yang beginian …

    Salam saya

  11. Sampai sekarang masih bingung mau menjawab apa pertanyaan itu.
    Hmm … yang jelas ketika saya sudah berdamai dengan keadaan diri saya sendiri, seharusnya saya sudah dapat menjawab pertanyaan itu … tapi kokkk susaaahh ya nulisnya😀

  12. waduh ndak cocok ini buat saya, kalo orang jawa bilang manusia susah liat githok (belakang kepala) nya sendiri, pasti ada rasa sungkan, ndak enak ngomongin diri sendiri.

    tapi kalo buat kerja di migas mungkin rasa ndak enak akan saya injek sedalem-dalemnya, gajinya mantab je:mrgreen:

  13. Di negara-negara dengan kohesivitas sosial yang tinggi, pada umumnya individu-individunya sulit mendeskripsikan ‘Who am I’. Kultur yang dibangun adalah yang berorientasi ke-kita-an bukan individualitas. Sementara perusahaan-perusahaan yang hendak merekrut tenaga kerja umumnya berorientasi kepada kultur yang berorientasi kepada individualisme. Jadi sering kurang sesuai antara yang diinginkan perusahaan dengan calon yang dicari. Ini bukan sekadar urusan kelebihan dan kelemahan sistem sosial yang individualis maupun yang sosialis…

  14. siapa kamu?

    kalo’ yang saya baca sih infonya begini: Live in South Jakarta; seorang bookworm dan movie freaks, terutama yang mind twisting dan bergenre science fiction, tapi ga menolak nonton film lain kecuali horor dan kolosal. Pengemar berat kopi dan sushi. Ice cream dan coklat selalu tersedia di kulkas saya… Sangat menyukai laut dan pantai dan segala jenis kegiatan yang bisa dilakukan disana, mulai dari jetski, parasailing, banana boat, mancing, sampai dengan snorkling dan diving. Sangat suka juga menjelajah ke tempat-tempat unik bersama dengan teman-teman menggila. Pencinta ungu, bintang dan kupu-kupu.
    Love Strawberry!!!!
    ****

    hehehehe….becanda, Mbak.
    anyway, thanks for the “cerita”. 😀

    1. errr kalo bikin 25 things about me di Facebook notes kok kayaknya gampang ya Mbak… wakakakakakaka😆 ga ada resiko ga diterima kerja soalnya.. hihihihihi😆

  15. Gw juga pernah dapat pertanyaan seperti ini, keliatan gampang tp susah bgt sebenarnya..
    Orang kan lebih gampang cerita atau komen ttg orang lain drpd disuruh ceritain diri sendiri. Orang lebih konsern dengan yg jauh dari mata tp hal2 kecil yg dekat malah diacuhkan.

    “kuman diseberang lautan keliatan, gajak di pelupuk mata malah gak keliatan”
    bgm mo kelaitan gajahnya kalo tu gajah nubruk/nimpa kita…🙂

  16. ikie suka statementnya mbk Dewi Lestari dalma Supernova-nya:
    “matilah terhadap segala yg kau tahu. karena kematianmu adalah awal kemerdekaanmu”

    jadi untuk menjadi diri sendiri, kita ndak perlu tahu siapa kita sebenarnya…
    cuek gitu kali ya maksudnya.. mboh ding.. hehe…

    1. Fik, sampeyan baru lulus kan? bersiyap-siyap lah menghadapi test sejenis..
      mwahahahahaha😆
      cuek ga cuek, demi kepentingan masa depan, situ mesti bisa menilai diri sendiri Fik!

  17. kl menurut saya kemampuan test2 semacam itu hanya digunakan untuk mengetahui kepribadian dan karakter orangnya saja, kl tes2 ujian matematika dll itu bisa dilihat dari nilai transkrip/ijazah orang ybs.

    halo mbak chic….sering liat tp belum kenalan:mrgreen:

  18. Sambil baca tulisan kamu, Chi, aku sambil mikir-mikir.. nyoba jawab pertanyaan yang sama:

    Who Am I? Siapa Saya?
    Just a regular 29 years old single gal, who loves coffee, seneng banget sama warna pink, dan percaya kalau sehari aja nggak nulis pasti bakal lemes…

    duh, jawaban kayak gitu nggak bakal ngelolosin aku ke tahap berikutnya, deh, Chi..🙂

    Beruntunglah orang-orang yang berhasil mendefinisikan dirinya sendiri, apa kebutuhannya, apa keinginannya, dan bagaimana ia mencapai apa yang menjadi cita-citanya.

    Still so far away to go from here, Chi..
    Masih jadi perempuan plin plan yang nggak ngerti sebenernya pingin apaan..

    (lah, malah curhat! hahaha)

  19. siapa gw ?
    gw tuh seseorang yg sangat suka nonton film kartun, terutama naruto,…gw suka tantangan…gw suka berkhayal….n gw suka menjadi diri gw sendiri
    **ups..yg terakhir gg nyambung ya ?**

  20. waduwh.. ajip itu.. maka nya di kampus ku sekarang ada kuliah interpersonal skill yang menyatakan, bahwa kita harus mengenal diri kita sendiri dan orang lain, menjalin suatu hubungan demi kenyamanan masing masing ^ ^ hihihihi.. chayo mba buat kerja nya, semoga mendapatkan kerja yang sangat baik.. ^ ^, sesuai dengan yang di harapkan.. ^ ^ , btw filsuf nya mantabh banget… hehiehei

  21. Chi, jadi yang kemaren status di fesbuk lagi deg-degan teh krn interpiew ini.. wuooooh… hehehe.. hasilnya gimana.. udah ngantor di perusahaan baru..?😆

  22. Hehehe…kalau saya jawab sebisanya/sekenanya aja kali ya…apapun jawabannya ada nilainya sendiri2 sepertinya. Tujuan perusahaan sepertinya praktis-praktis aja. Misalnya kita isi “Pemalu” maka perusahaan akan menempatkan kita di pojok kantor, sendirian, tanpa ada orang lain disekitar kita…hihihi….atau dijawab “senang gosip”, mungkin posisinya diletakkan jadi jubir/PR…atau “teliti, cerewet, detail” maka diperuntukkan untuk kerjaan2 yang membutuhkan itu misalnya “Quality Control”. Kosong/tanpa dijawabpun ada ‘nilai’nya. Yaitu tanda kalau kita orangnya susah mikir…posisinya mungkin ditempat2 yang gak banyak bikin mikir…hahaha.
    Kalau mendeskripsikan lebih dalam…seorang yang bijak (namanya Oracle) pernah berkata “Ketahuilah diri Anda sendiri dan itu adalah proses yang tidak pernah selesai”. Atau jangan-jangan tidak perlu juga diketahui?
    salam kenal…lagi blog walking🙂

  23. Setiap manusia harus memiliki prinsip dasar pada hidupnya. Ia harus mengerti sedang di jalan apa dia berlalu dan kearah mana ia menuju. . Jangan pernah berhenti sebelum hidup kita punya arti. Sepanjang perjalanan, sejak kita beranjak dewasa, sejujurnya kita telah mengerti apa itu tujuan akhir, cita-cita puncak, dan mimpi-mimpi terjauh kita untuk menjadi sesuatu. Tetapi tidak jarang kita terhempas, kita terlena, dan kemudian berhenti di tengah jalan. Padahal hidup ini bagi seorang Mukmin, siklus menjadi baik tanpa kenal putus.
    Ga nyambung ya..!!?? Hehehee…….😀

  24. Waduh waduh
    Padahal katanya kalo kita mau menang kita harus tahu dulu siapa diri kita
    Dan memang ini ternyata sulit🙂

    Salam sama sikecil ya! Oh ayahnya juga🙂

    1. beeeuhh 25 thing about me versi facebook mah gampang kali ngisinya, lah ini buat seriyusan jeh, menentukan masa depan.. mosok mau di isi kayak facebook juga😐

      jawabanku? lupa.. sudah tak kumpulin ke psikolognya laah😆

  25. casual cutie adalah casual cutie…

    “haduuuh butuh modal berapa ya itu biar bisa kayak Rihanna…
    rakyat jelata niiih”

    wah, ga harus beli seperti to mba…casual cutie juga rakyat jelata. diliatin doank sapa tau nantinya bisa jadi inspirasi fashion buat diri sendiri, banyak kok barang murah yg ga kalah bagusnya sama yg mahal.

  26. wogh, saya pernah ditanyain itu juga.😆

    lupa nulis apaan. tapi saya nulis yang gak penting, seperti “saya pecinta warna pink!”

    tapi lolos tuh, sayangnya mereka ndak mengijinkan saya libur hari sabtu. jadi gak ambil kerjaannya deh…😛

  27. mengingatkan saya akan judul film yg saya sangat suka…
    dibintangi oleh aktor yg saya suka..
    yg berjudul “Who am i”..
    tahukah anda tntang film itu ??
    *salam kenal

  28. Descartes, emang suka ngigo tu orang.

    Yang paling logis adalah, “my parents exist, therefore I am here”.
    Itu versi saya hag… hag… hag… hag…

  29. Santai, Mbak. Ngisinya feel free aja, karena hasil tes deskripsi diri itu akan dikonfirmasi ke tes2 yang lain, seperti grafis (disuruh nggambar pohon dan manusia kan?), DISC (24 pertanyaan, dengan Most dan Least), dll.

    Bukannya kita ngga kenal sama diri sendiri sih. Tapi belum di-probing aja. Tapi sayangnya sering bias deh kalo menilai diri sendiri, seringnya ya kepleset untuk narsis. Ngaku!😆

  30. kalo dipikir2 susah juga ya ngejawab 20 soal, dg soal yg sama.
    sama aja kyk 1+1=? << diajukan 20 kali.

    mungkin klo aku jwbnya gini :
    1. cowok
    2. pelajar
    3. anak ke 2 dari 3 bersaudara
    4. blogger
    5. anak indonesia
    6. anak yang punya cita2 tinggi
    7. ……..

    aarrgghh.. susah

  31. 1. Siapa saya ? Saya adalah manusia yang menurut saya punya sebuah nama, punya segembolan sifat, punya sebentuk harta, punya segunung kemauan, punya segelintir kemampuan, punya segudang tujuan, punya segenggam kekuatan, dan punya setumpuk masalah.
    2. Siapa saya ? saya adalah manusia yang punya otak yang bisa berpikir untuk menjawab pertanyaan nomor 1.
    3. Siapa saya ? saya adalah manusia yang otaknya belum berubah dari pikiran bahwa saya adalah seperti jawaban nomor 1.
    4. Siapa saya ? saya tekankan bahwa saya adalah manusia yang masih berpikir bahwa saya adalah seperti jawaban nomor 1.
    5. Siapa saya ? Hmmmmmm …… tetap seperti jawaban nomor 1.
    6. Siapa saya ? Kalau saya tidak sedang mimpi, saya adalah manusia seperti jawaban nomor 1.
    7. Siapa saya ? Dipikir-pikir lagi, benarkah saya tidak sedang mimpi bahwa saya adalah manusia seperti jawaban nomor 1 ?
    8. Siapa saya ? Kalo dipikir-pikir lagi, kalaupun tidak sedang mimpi apa bener saya seperti yang saya pikirkan seperti jawaban nomor 1 ???
    9. Siapa saya ? Apa mungkin saya tidak seperti yang selama ini saya pikirkan yaitu seperti jawaban nomor 1 ???
    10. Siapa saya ? Mungkinkah otak saya menipu saya sehingga saya berpikir bahwa saya adalah seperti jawaban nomor 1 ???
    11. Siapa saya ? Kalau dalam mimpi otak saya dapat menipu saya sehingga saya dapat merasa bahwa saya tidak seperti jawaban nomor 1, jangan-jangan saat saya tidak mimpi pun otak saya dapat menipu saya sehingga sebenarnya saya tidak seperti jawaban nomor 1 …. ???
    12. Siapa saya ? Atau sebenarnya kalian yang menipu saya sehingga saya berpikir bahwa saya seperti jawaban no 1 ???
    13. Siapa saya ? Orang-orang yang saya sebut gila tidak percaya bahwa mereka sama seperti saya, yaitu seperti jawaban nomor 1, dan mereka begitu yakin, tentu karena otak mereka sudah habis-habisan menipu mereka bahwa mereka bukanlah seperti jawaban nomor 1, dan mereka tidak sedang bermimpi, bukankah bisa sebaliknya ??? otak saya menipu saya habis-habisan bahwa saya seperti jawaban nomor 1, padahal mungkin sesungguhnya saya sama saja dengan orang-orang yang saya sebut gila ???
    14. Siapa saya ? Kalau saya cek otak saya, dan ternyata normal-normal saja, mungkinkah orang-orang yang memeriksa saya itu menipu saya sehingga saya berpikiran seperti jawaban nomor 1 ???
    15. Siapa saya ? Atau justru mereka beranggapan saya gila karena saya berpikiran seperti jawaban nomor 1 ??? padahal seharusnya yang normal itu justru yang tidak berpikiran seperti jawaban nomor 1 ????
    16. Siapa saya ? Dan lagi, kalau ternyata saya memang tidak seperti jawaban nomor 1, apakah yang saya lakukan selama ini benar karena tentu saja saya tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh yang berpikiran seperti jawaban nomor 1 ???
    17. Siapa saya ? Atau justru sebaliknya ??? justru yang benar adalah yang tidak berpikiran seperti jawaban nomor 1, tetapi ternyata saya melakukan tindakan seperti orang-orang yang berpikiran seperti jawaban nomor 1 ????
    18. Siapa saya ? Saya …… Siapa ???
    19. Siapa saya ? Tapi otak saya sih masih merasa saya seperti jawaban nomor 1 ….
    20. Siapa saya ? Saya adalah sesuatu yang saat ini berpikir seperti jawaban nomor 1. Tidak perduli normal atau tidak, salah atau benar, saya adalah saya, karena saat ini saya berpikir bahwa saya adalah saya … entah esok atau lusa …..

  32. buka friendster trus baca-baca testimonialmu. Kan dulu di konsep si friendster adalah testimonal, orang memberikan pendapat tentang kita. Setelah dibaca-baca trus bikin kesimpulan sendiri :D::D
    **bisa gak yah?

  33. saya tau kamu siapa…. saya juga tau saya siapa… tapi kita sudah lama tidak saling jumpa,hehehe…

    gimana chi,lagunya udah didenger belum?

    btw… seeeed dah,nii yg komen udah banyak amat ya??

  34. Siapa saya ? pertanyaan yang emang sulit di jawab. ” ternyata ga gampang menilai diri sendiri, perlu bersahabat lebih dalam lagi agar bisa lebih mengenal siapa kita oce…

    kunjungi blog aku ya…

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s