Kemarin, Hari ini, Esok

Di atas dunia yang berputar begitu cepat ini, dimana kadang kala kita sudah memulai percakapan baru dengan orang lain sebelum menyelesaikan percakapan dengan yang lainnya, kita punya kecenderungan untuk menggolongkan seseorang atas hal-hal buruk yang dilakukan mereka – pembohong, penipu, atau whatever – yet we leave it there after we’ve moved on. Kadang kala kita percaya dan bahkan setuju bahwa seorang pembohong dimasa lalu akan selalu berbohong.

Adil ngga sih kalau seseorang dinilai oleh apa mereka lakukan dulu? Dan yang lebih penting lagi, adil ngga sih jika seseorang menghakimi kita hanya karena kelakuan masa lalu kita?

Sejarah memang tidak dapat dihapus, tapi bukankah dapat diperbaiki?

…dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya

(Dalam Diriku, Sapardi Djoko Darmono, 1980)

59 thoughts on “Kemarin, Hari ini, Esok

  1. kadang ya kita menilai orang dari attitudenya .. juga kalo gw sih dari penampilan juga, kalo serem, hehehe kadang kadang jadi negative thinking juga gw ahahaa .

    tapi, yaa kita harus belajar dari hari kemarin dan hari ini , supaya besok kita bisa jadi lebih baik ! that’s why blogging kadang punya banyak manfaat ! untuk mengevaluasi kesalahan yang pernah kita perbuat ! hehe ^^

    cheers *bena mabok nulis*

  2. weh..tertohok..πŸ˜›

    saya kadang sulit mempercayai seseorang yang pernah membohongi saya…😐

    forgive but not forgotten…gak tau kenapa…

  3. Masa lalu jadikanlah arsip-arsip saja. Kita buka kala memang perlu membukanya; dan sudah menentukan arsip mana yang memang perlu dibuka. Hidup…dan masa bersama hidup, terlalu singkat kalau sekedar dipakai untuk mengenang masa lalu.

    Sekarang, adalah realita. Maka jadikan ia bermakna; buat diri, lingkungan dan sesama. Karena ia realita, maka pikirkan dan lakukan yang positif2 saja. Karena ia akan turut menentukan siapa kita di masa depan.

  4. pada dasarnya manusia itu pasti ada kesalahan, namun manusia juga mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kesalahan, terlalu tidak adil jika kesalahan masa lalu dibawa sampai masa sekarang! bagaimana pendapat saya !

  5. sebenernya apa arti daripada adil. semua orang memaknai adil berbeda-beda. terkadang kita menganggap suatu hal itu adil. tapi Orang lain malah menganggapnya tidak adil. Jadi Adil itu seperti apa? anak2 kecil polos bilang adil itu 50 – 50. sesuatu bisa di bilang Adil jika satu sama lain mengganggapnya tidak merugikan.

    kalau km tanya itu Adil apa ngga? yaa tergantung pendapat yang lainnya juga.

  6. klo menilai seseorang dari apa yang dia lakukan di masa lalu sah2 aja, karena setiap orang berhak mendapatkan yang terbaik dlam hidupnya.
    tapi perlu dipertimbangkan juga apa yang sudah diperbuat olehnya di saat ini, apakh berubah atau tidak.

    itu lebih adil daripada pukul rata seperti “like father like son”

  7. hmmm, walaubagaimana pun itu masalalu, dan beratnya keburukan masalalu menajadi parameter penilaian orang untuk di masa sekarang, itu lumrah dan manusiawi, tergantung si pembawa masa lalunya apakah mau berubah atau ngga…

    itu juga adil, karena orang ngga pernah melihat dia saat ini dibandingkan dia saat itu (dahulu)

    dan itu juga adil, karena walaubagaimana pun, itu adalah konsekwensi dari akibat perbuatanya.

    Hehehe…

  8. yah…manusia tidak akan pernah lepas dari masa lalu. tetapi menurutku salah juga sih menilai manusia hanya dari masa lalunya. karena manusia selalu mengalami proses menjadi, tidak final, bisa berubah sewaktu-waktu. Yah, seperti sitiran Ahmad Wahib : “Aku bukan Wahib, tetapi aku sedang menjadi Wahib”….Hhhmmmm…

  9. Waktu tak bisa dibag-bagi. Ujung penghidupan akhir waktu sejati. Dari lahir hingga kini kita tetap dalam satu waktu, belum ada masa lalu. Masa lalu ada saat hidup telah usai. Karenanya jangan memberikan penilaian final saat kehidupan masih berjalan.

    Hidup nan indah adalah hidup yang dijalani bukan hidup yang dinilai.

    Tabik.

  10. karena nila setitik, rusak susu sekolam renang. karena sekali berbohong, seumur-umur kagak dipercaya. padahal, sifat orang khan bisa berubah. padahal, orang seharusnya juga punya sifat pemaaf. gimana dong?

  11. Sejujurnya sih, nggak pernah adil untuk mengadili apa pun. Pun mengadili diri sendiriπŸ™‚. Kadang kita juga tak bisa memahami diri sendiri, apa lagi yang di luar kita.

    Secangkir kopi lagi, lalu teruskan menjalani hidup ini. CeeriiaaaaπŸ™‚

  12. Hidup ini memang dibikin seru oleh TUHAN, belum selesai kita menghapus airmata sudah disuruh ketawa … belum selesai tawa kita sudah dibuat sedih lagi.

    Iya, inilah hidup… BERSYUKUR.

  13. Orang emang mungkin berubah
    dulunya pembohong mungkin srg udah bukan pembohong
    tapi ada kemungkinan dia juga masih pembohong kan
    hati2 aja lah klo uda pernah dibohongi.. klo udah pernah bohong sekali akan lebih mudah untuk bohong kedua kalinya

  14. kl seseorang dinilai dr masa lalu nya.. adil ga adil sih, krn gmnpun seseorg ga bs lepas dr masa lalu, apapun itu.
    tp ga perlu terlalu bny melihat ke masa lalu, it’s a past. hidup adalah saat ini dan hari-hari yang akan datang.

    cheersπŸ™‚

  15. jangan dihapus!!! klo dihapus bagaimana kita bisa belajar dari masa lalu??? life goes on deh… masih banyak hal yang indah di depan…

  16. hmm sejarah bisa diperbaiki?? diperbaiki di jaman sekarang, hingga bisa dijadiin sejarah yang lebih baik di masa datang kali yaaa..

  17. masa lalu kerap memberikan pelajaran berharga untuk hari-hari berikutnya dalam kehidupan kita..
    perubahan menjadi lebih baik itu hanya soal waktu..πŸ™‚

  18. di dunia ini ga ada yang salah!yang ada hanya ketidaktahuan sehingga berakibat terjadinya kekeliruan!
    karena keliru, jadi masih bisa dibetulkan.jadi salah berbeda arti dengan keliru.kata salah berkesan’menghukumi’.manusia tidak bisa menghukumi manusia,karena hukum mutlak milik yang maha kuasa.Smoga kita termasuk dalam golongan ‘keliru’.semuanya masih bisa diperbaiki dengan niat yang sungguh-2.ya ga brow…

  19. Saya rasa kita sepakat, jika masa lalu harusnya tinggal sejarah dan hikmah untuk hidup di hari esok. Adalah salah jika ada orang tetap memvonis seseorang berdasarkan kesalahan yang pernah dilakukan. Kita memang tidak akan merasa enak divonis, begitu juga orang lain. Namun demikian kita tetap perlu waspada, jangan sampai masuk lubang yang sama untuk kedua kalinya.

  20. busyet..komennya dah bejibun..πŸ˜†
    absen aja ah, udah banyak orang bijak di atas gw..:mrgreen:
    kalo gw pribadi nggak akan memvonis orang dari kesalahan masa lalunya karena gw sendiri pernah ngerasain sedih ketika divonis dari sesuatu yang gw perbuat di masa lalu.
    tapi sulit juga percaya kalo orang bisa berubah seketika. jadi kalo buat gw kesempatan kedua, ketiga, keempat, dst itu ada. cuma ya nggak seketika. buktikan aja dulu kalo memang bisa berubah. nggak usah mengumbar maaf dan janji belaka..πŸ˜€

  21. iya sis..
    aku juga sampe bikin header nya kan la vita e bella,,
    life is beautiful.. *just open your eyes and see that life is beautiful..

    nice post sist..πŸ˜€

  22. sebenarnya emang nggak fair klo kita menilai seseorang dari masa lalunya aja. Tapi jujur, agak susah untuk merubah pandangan terhadap orang yang punya masa lalu “buruk”.. Pasti pikiran kita dipenuhi oleh sisi2 negatif masa lalunya..

    Walaupun bgitu, kita nggak boleh lupa bahwa orang itu berubah, mungkin aja dengan masa lalunya yang buruk mereka bisa menjadi manusia yang lebih baik..

  23. “just open your eyes and see that life is beautiful”
    wuih kata2x di foto di atas … mengena sekali apalagi kalau yang kita pakai mata hatiπŸ™‚.

  24. KEMARIN, aku buka blogmu, HARI INI aku juga bukan blogmu chi’, hari ESOK kayaknya nggak deh, cozzz…liburrrzz kerja, nggak dpt negenet gratizzz !!

  25. mestinya tiap orang mendapat hak untuk berubah… jadi sebelum nge-judge orang mending liat dulu tingkah lakunya apa emang sama seperti yang dulu atau sudah berubah…

  26. klo gw pribadi sebenernya suka liat masa lalu orang. gw tau itu ga adil. tapi akhir-akhir ini gw masa bodo orang lain kek gimana..tetep ga baik juga yg gw lakuin. well,at least gw ga melakukan kesalahan dg ngejudge orang seenak udel gw

  27. kita itu makhluk kebiasaan

    KEBIASAAN….
    orang yang berjualan disebut penjual
    orang yang berbicara disebut pembicara
    orang yang menawar disebut pemawar
    orang yang menulis disebut penulis
    orang yang baca disebut pembaca

    orang yang berbohong disebut PEMBOHONG

    marketer / junior motivator / a human

    http://www.ilyasafsoh.wordpress.com

  28. kalau nanyanya adil atau ngga, pada akhirnya ga ada yang adil kecuali Tuhan…

    masa lalu memang tidak bisa dibilang sekedar masa yang sudah lalu karena darimana lagi orang membangun citra kalau bukan dari tiap masa yang nantinya jadi masa lalu?

    eh…

    hueeuhueuehueh

    maksudnya gimana yah…

    hmmmm

    gitu deh
    πŸ˜‰

    salam kenal ah

  29. Kalau menilai hanya dari masa lalunya?hemm..saya ga akan menjudge itu benar atau salah. Hanya saja, apapun itu, everybody deserve a second chance kan yah?

  30. orang yang pernah berbohong di masa lalunya, atau mungkin ttg masa lalunya…tdk bisa di judge juga bhwa org itu akan selalu berbohong..tiap org punya sifat dan karakter yg berbeda2, bisa jadi berubah (karena mengalami suatu kejadian pahit) atau bisa jadi mlh menjadi2.
    aku pernh punya pengalaman dlm hal ini, dan aku menjdi org yg dibohongi oleh dia ttg masa lalunya.
    Tapi setelah ketauan dia berbohong, akan sgt menyakitkan dan mungkin kita sulit utk bisa percya lagi. Dan ini tergantung dari org tsb, apakah bi bnr2 mau berubah atau tdk. Tapi yg aku dptkan adlh hal yg lebih gila lagi, krn setelah ketauan ngebohong, dia msh punya alibi dan seribu alasan lgi utk berbohong menutupi kebohonganya itu.
    Kalo udh nemu org kyk gini,,,ya sampe kpn pun tiap kali kita dibohongi dan ketauan, dia akn terus berusaha utk ykinkan kita bhwa dia tdk salah, dgn berbohong yg lebih lgi…asal tau aja, org yg suka bohong, lma kelmaan akan tercium juga, dan aku bukn org bodoh yg bisa terima lesan apapun itu, krn aku punya bukti cukup kalo dia memang berbohong.
    Jgn kasih kesempatan utk berbohong lagi.

  31. find some perfect … what you talking about? in deep blue sea or in deep blue heart … so like in the sky … flying around … and you never find anything, except you look the real life in your heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s